Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Selasa, 27 Oktober 2015 | purjangga23@yahoo.co.id | No. Konsul 217 | Kategori Umum

Allah Mematikan Manusia, Jahatkah?

Pertanyaan : asswrb sebeum bertanya salam kenal kepada seluruh pondok pertanyaan pertama : 1 manusia dihidupkan lalu di matikan tujuan nya apa ya...? 2 lalu klo tuhan mematikan hambanya nya berarti tuhan jahat kepda manusia karena dalam sifat tuhan dan ajaran tuhann kan gak blh membunuh bahkan menyakitkan manusia ? minta penjelasan nya ;


بسم الله الرحمن الرحيم , الحمد لله الذي قال في كتابه الكريم رضيت بالله ربا, وبالإسلام دينا, وبالقرأن إماما, وصلى وسلم على أعلى الناس مقاما, وعلى أله وصحبه صلاة وسلاما, أما بعد :

1. Sudah ma’lum bahwa dalam diri manusia terdapat hawa nafsu yang senantiasa ingin mendapatkan segala yang disenangi walaupun menerjang aturan yang dikonsep oleh Allah. Karena memang tabi’at hawa nafsu selalu bertolak belakang dengan aturan-aturan Allah. Allah SWT berfirman:

إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوء

Artinya : “sesungguhnya nafsu akan selalu memerintahkan pada keburukan.”

Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penjajahan adalah bentuk-bentuk pelanggaran yang dilatar belakangi oleh nafsu. sesuatu yang baik akan dianggap buruk dan sebaliknya sesuatu yang buruk akan dianggap terpuji karena hati telah dilupakan oleh hawa nafsu. Sebab hawa nafsu pula, manusia seakan lupa bahwa semua amal perbuatan akan dipertanggung jawabkan.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

Artinya: “Barang siapa yang beramal baik sekecil dzarroh (atom) maka allah melihatnya (untuk dibalas) dan barang siapa yang beramal buruk sekecil dzarroh maka allah melihatnya (untuk dibalas).”

Untuk itu, ِAllah mentakdirkan kematian bagi makhluqnya agar merasa takut ketika hawa nafsunya sedang mengajak bermaksiat, dan berbuat kerusakan karena kematian adalah awal pintu alam pembalasan.

وكان عمر رضي الله عنه إذا وقف على قبر بكى حتى تبتل لحيته ويقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه صاحبه فما بعده أيسر وإن لم ينج منه فما بعده أشد

Artinya: “Sayyidina umar pernah berhenti di kuburan lalu menangis sehingga membasahi jenggotnya, kemudian berkata: “saya mendengar Rosulullah shollallhu alaihi wa sallam bersabda: “kuburan adalah awal pemulaan tempat akhirat, apabila selamat dari nya maka setelah nya akan lebih mudah, dan apabila tidak selamat darinya ( kubur ) maka setelahnya akan lebih tersiksa.”

Dengan benar-benar mengingat kematian orang yang mau mencuri, memperkosa, membunuh, mencaci maki, mendurhakai Rosulullah, melanggar allah akan mengurungkan niatnya. ini tercermin dari diri Rosulullah SAW, beliau sama sekali tidak pernah merasa senang dengan dunia apalagi sampai berniat maksiat karena setiap detiknya beliau ingat kematian, beliau bersabda :

لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا ولهانت عليكم الدنيا ولآثرتم الآخرة

Artinya : “Apabila kalian mengetahui apa yang aku ketahui maka kalian akan jarang tersenyum dan banyak menangis , dunia akan sirna dan kalian akan lebih mendahulukan akhirat.”

Terakhir , kita harus selalu mengingat wasiat Rosul tentang fungsi dari kematian, beliau bersabda :

تركت فيكم واعظين : ناطق وصامت فأما الناطق فكتاب الله وأما الصامت فالموت

Artinya : “Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang selalu memberi nasehat , satunya dapat berbicara dan lainnya diam, yang dapat berbicara adalah kitabulloh (Al-Qur’an) dan yang diam adalah kematian.”

2. Hemat kami, justru dengan adanya kematian dan mengingatnya akan tercipta kestabilan yang berdampak positif bagi semua umat manusia. Orang yang mau mencuri kalau ingat mati akan mengurungkan niatnya, begitu juga perampok, pecandu, pembunuh dan lain sebagainya. Jadi, kematian sama sekali bukanlah kedzoliman dari allah. Begini, Kenapa polisi harus meng-eksekusi teroris? Apakah tindakan polisi bentuk kedzoliman? Tentunya “tidak” . Kematian itu ibarat anti virus, dalam artian dapat mencegah adanya kedzoliman dan dapat membinasakan pelaku kedzoliman. Namun yang sebenarnya paling penting adalah harus menyadari bahwa semua yang ada disekitar kita (mulai dari penciptaan manusia, langit, bumi, dan lain-lain) adalah hal yang luar biasa . semuanya adalah milik allah bahkan diri kita sendiri juga miliknya. Apakah kita diciptakan karena keinginan kita? Atau keinginan orang tua? Tentunya “tidak”. Terbukti ada anak lahir yang hidunya pesek, prematur, bahkan cacat dan banyak lagi yang kesemuanya tidak dinginkan oleh orang tua. Ini membuktikan mereka tidak ikut andil dalam semua hal tadi. Artinya semua makhluq yang ada di dunia ini adalah milik allah saja tanpa ada yang menyekutukan-Nya. Sangat wajar kalau pemilik suatu barang mengambilnya dan menaruhnya di tempat lain yang diinginkannya. Jadi bukan merupakan sesuatu yang mengherankan kalau allah mengambil ruh umat manusia di alam ini. Allah bersabda :

إنا لله وإنا إليه راجعون

Artinya: “Kita semua (umat manusia) miliknya allah dan hanya kepadanya kita kembali”.

Kewajiban kita adalah bersabar ketika ditimpa cobaan karena orang yang mau bersabar dan ikhlas akan diberi pahala yang luar biasa oleh allah yang berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَاب

Artinya:” orang-orang sabar akan diberikan pahalanya dengan tanpa terhitung (jumlahnya)”

Penjawab : M. Taufiqillah

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.