Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Hikmah

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Kamis, 23 April 2009 - KH. Muhammad Wafi, Lc, M.Si
Jika seseorang masih tamak kepada yang lain maka islamnya belum sempurna. Imam Sa'id An-Nursy adalah orang kurdi. Dia pernah ditahan di Rusia ketika negara tersebut perang melawan Daulah Utsmany. Suatu ketika jendral pasukan Rusia datang sehingga semua pasukan langsung berdiri menghormatinya. Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Imam Sa'id An-Nursy, dia tetap saja duduk. Imam Sa'id pun...
Senin, 20 April 2009 - KH. Muhammad Wafi, Lc, M.Si
Al-Washilin bukanlah orang yang berhenti dan tidak beribadah lagi, tapi dia adalah orang yang telah lama beribadah dan membersihkan nafsunya. Dia telah menempuh jarak yang sangat jauh sehingga kegelapan nafsu menjadi hilang dan hanya cahaya hati lah yang nampak. Dia selalu berusaha beribadah karena terkadang kegelapan tersebut datang kembali dan cahaya yang telah muncul terkadang hilang lagi....
Sabtu, 18 April 2009 - KH. Muhammad Wafi, Lc, M.Si
Hati bisa sampai kepada Allah karena ada nur (cahaya) yang dibaratkan oleh Ibnu Athaillah sebagi tentara hati, sedangkan kegelapan adalah tentara nafsu. Nur di sini bukanlah sinar seperti matahari tapi nur adalah suatu perasaan dalam hati sehingga manusia bisa merasakan enak dan luasnya perasaan. Kalau nur dan nafsu berperang maka semuanya tergantung kepada Allah. Kalau Allah menghendaki...
Sabtu, 18 April 2009 - KH. Muhammad Wafi, Lc, M.Si
Allah memberi Al-Warid lewat نور dan menuju hati agar bisa dekat kepada Allah. Hati adalah suatu organ tubuh yang berisi perasaan-perasaaan yang mendorong pada kebaikan dan mencegah maksiat. Hati dibuat Allah agar manusia cinta kepada-Nya. Namun ketika manusia sibuk dengan dunia yang notabene melalaikan manusia dari Allah maka dia disebut قطاع الطريق (pemberontak).
Minggu, 05 April 2009 - KH. Muhammad Wafi, Lc, M. SI
الوارد adalah sesuatu yang datang dari Allah (berupa kebaikan) dan masuk dalam hati seorang hamba. Al-Warid ini berbeda dengan ilmu pengetahuan karena implikasinya bisa baik dan bisa jelek. Oleh karena itu Al-Warid memiliki dua rukun yaitu : 1. Sesuatu yang baik 2. Masuk ke dalam hati bukan akal
Minggu, 05 April 2009 - KH. MUHAMMAD WAFI, Lc, M. SI
Dalam hikmah ini Ibnu 'Athaillah menjelaskan bahwa seorang hamba tidak boleh meremehkan suatu amal walaupun sangat kecil. Belum tentu amal yang kelihatan besar akan sangat mudah diterima oleh Allah swt. Karena amal yang dipandang adalah keihlasannya, maka walaupun berupa ibadah dan pekerjaan yang tidak berarti, di sisi Allah akan sangat berharga jika disertai rasa ihlas.
Minggu, 05 April 2009 - KH. MUHAMMAD WAFI, Lc, M. SI
Dosa kecil jika dilakukan terus-menerus maka akan menjadi besar. Dosa menjadi besar karena dia melakukan dosa tersebut tanpa menyadari bahwa dia telah melakukan maksiat kepada Allah swt. Dia merasa bahwa yang dilakukannya adalah tidak apa-apa. Kalau seseorang sudah terbiasa melakukan dosa kecil, maka dia tidak merasa bahwa dia telah melakukan dosa seperti halnya gashab yang terbiasa dilakukan...
Sabtu, 14 Maret 2009 - KH. Muhammad Wafi. Lc
Seorang hamba yang melakukan dosa tidak boleh beranggapan bahwa dosa yang telah dilakukannya adalah dosa besar yang tidak mungkin menjadikannya bisa dekat kepada Allah. Dia tidak boleh merasa bahwa Allah tidak akan mengampuni dosanya karena orang yang tahu bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah maka dosanya akan terasa kecil. Seorang hamba tidak boleh merasa bahwa kalau sudah berdosa maka...
Sabtu, 14 Maret 2009 - KH. Muhammad Wafi, LC

?…?† ?¹?„?§?…?§?? ?…?ˆ?? ?§?„?‚?„?¨ ?¹?¯?… ?§?„?­?²?† ?¹?„?? ?…?§ ???§???ƒ ?…?† ?§?„?…?ˆ?§???‚?§?? ?ˆ???±?ƒ ?§?„?†?¯?… ?¹?„?? ?…?§ ???¹?„???‡ ?…?† ?ˆ?¬?ˆ?¯ ?§?„?²?„?§??

"Termasuk tanda-tanda matinya hati adalah tidak susah atas amal yang hilang dan tidak menyesal atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan"

Allah telah menciptakan hati kepada manusia. Isi hati adalah rasa takut kepada Allah SWT. Kalau hati manusia telah menyenangi suatu hal maka hati tersebut tidak bisa melepasnya. Begitu juga jika hati telah cinta kepada Allah maka tidak bisa untuk dihilangkan, namun kecintaaan tersebut bisa dikalahkan jika manusia menuruti hawa nafsunya. Manusia adalah mahluk yang lemah, terkadang ingin berta'at tapi terkadang juga melakukan maksiat. Allah telah berfirman dalam surat An-Nisa' ayat 28 :
?????±?????¯?? ?§?„?„?‘???‡?? ?£???†?’ ?????®?????‘?????? ?¹???†?’?ƒ???…?’ ?ˆ???®???„???‚?? ?§?„?’?¥???†?’?³???§?†?? ?¶???¹???????‹?§ (28
28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah.

?ƒ?„ ?¨?†?? ?§?¯?… ?®?·?§?? ?ˆ?®???± ?®?·?§?? ?§?„???ˆ?§?¨?ˆ?†
"Semua manusia adalah orang yang salah dan sebaik-baik orang yang salah adalah orang yang mau bertaubat"

Manusia memang dijadikan sebagai mahluk yang lemah dan selalu bersalah, hikmahnya adalah agar mereka mau berlari kepada Allah SWT. Dalam Surat Al-Dzariyat : 50 telah dijelaskan :

?????????±?‘???ˆ?§ ?¥???„???‰ ?§?„?„?‘???‡?? ?¥???†?‘???? ?„???ƒ???…?’ ?…???†?’?‡?? ?†???°?????±?Œ ?…???¨?????†?Œ (50
50. Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya Aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

Kita bisa merasakan bahwa kita itu lemah jika kita telah bersalah dan kita tidak akan bermunajat kepada Allah jika kita belum melakukan dosa. Jika kita sudah merasa bersalah dan menyesali dosa atau kesalahan yang kita lakukan maka kita akan selalu berdo'a dan meminta kekuatan kepada Allah. Dan jika seorang hamba telah mampu melakukan hal ini maka dia akan seperti malaikat dan tidak ada kekuasaan bagi syaitan untuk mengganggunya. Inilah yang disebut Allah dalam Surat Al-Hijr : 42 :

?¥???†?‘?? ?¹???¨???§?¯???? ?„?????’?³?? ?„???ƒ?? ?¹???„?????’?‡???…?’ ?³???„?’?·???§?†?Œ ?¥???„?‘???§ ?…???†?? ?§???‘???¨???¹???ƒ?? ?…???†?? ?§?„?’?????§?ˆ?????†?? (42

42. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

Jumat, 13 Maret 2009 - KH. Muhammad Wafi, LC
?„?§ ?????±?ƒ ?§?„?°?ƒ?± ?„?¹?¯?… ?­?¶?ˆ?±?ƒ ?…?¹ ?§?„?„?‡ ?????‡ ?„?§?† ?????„???ƒ ?¹?† ?ˆ?¬?ˆ?¯ ?°?ƒ?±?‡ ?£?´?¯ ?…?† ?????„???ƒ ???? ?ˆ?¬?ˆ?¯ ?°?ƒ?±?‡ ???¹?³?‰ ?§?† ???±???¹?ƒ ?…?† ?°?ƒ?± ?…?¹ ?ˆ?¬?ˆ?¯ ?????„?© ?§?„?‰ ?°?ƒ?± ?…?¹ ?ˆ?¬?ˆ?¯ ???‚?¸?© ?ˆ?…?† ?°?ƒ?± ?…?¹ ?ˆ?¬?ˆ?¯ ???‚?¸?© ?§?„?‰ ?°?ƒ?± ?…?¹ ?ˆ?¬?ˆ?¯ ?­?¶?ˆ?± ?ˆ?…?† ?°?ƒ?± ?…?¹ ?ˆ?¬?ˆ?¯ ?­?¶?ˆ?± ?§?„?‰ ?°?ƒ?± ?…?¹ ?ˆ?¬?ˆ?¯ ?????¨?© ?¹?…?§ ?³?ˆ?‰ ?§?„?…?°?ƒ?ˆ?± ?ˆ?…?§ ?°?„?ƒ ?¹?„?? ?§?„?„?‡ ?¨?¹?²???²

"Janganlah kamu meninggalkan dzikir karena tidak adanya kehadiranmu kepada Allah, kelalaianmu dari dzikir kepada Allah itu lebih berat dari kelalaianmu dalam atau ketika berdzikir kepada Allah, Mungkin saja Allah akan mengangkatmu dari dzikir (disertai adanya lupa) menuju dzikir yang disertai ingat kepada Allah dan dari dzikir yang disertai ingat kepada Allah menuju dzikir yang disertai hadirnya hati dan dari dzikir yang disertai hadirnya hati menuju dzikir yang disertai hilangnya sesuatu selain Allah SWT. Dan semua itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah SWT.

Dari hikmah di atas Ibnu Athaillah menjelaskan bahwa dzikir itu ada 4 tahap :
1. lisan ?„?³?§?† )
2. Ingat dalam hati ???‚?¸?©)
3. Hadirnya Hati ?­?¶?ˆ?±)
4. Hilangnya sesuatu selain Allah (?????¨?© ?¹?…?§ ?³?ˆ?‰ ?§?„?…?°?ƒ?ˆ?± )

Kita dzikir kepada Allah tapi akal kita lupa lalu kita meninggalkannya, maka hal ini adalah suatu kesalahan yang sangat fatal. Lebih baik kita berdzikir walaupun hati kita lupa, karena suatu ketika Allah akan menjadikan kita dalam derajat ???‚?¸?© lalu menuju derajat ?­?¶?ˆ?± dan sampai pada derajat ?????¨?© ?¹?…?§ ?³?ˆ?‰ ?§?„?…?°?ƒ?ˆ?±.

Orang ingat kepada Allah adalah dalam hati bukan di lisan. Hal ini telah dijelaskan Allah dalam surat Al-A'raf ayat 205 :

?ˆ???§?°?’?ƒ???±?’ ?±???¨?‘???ƒ?? ?????? ?†?????’?³???ƒ?? ?????¶???±?‘???¹?‹?§ ?ˆ???®?????????©?‹ ?ˆ???¯???ˆ?†?? ?§?„?’?¬???‡?’?±?? ?…???†?? ?§?„?’?‚???ˆ?’?„?? ?¨???§?„?’?????¯???ˆ?‘?? ?ˆ???§?„?’?¢???µ???§?„?? ?ˆ???„???§ ?????ƒ???†?’ ?…???†?? ?§?„?’?????§?????„?????†?? (205)
205. Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Dalam ayat di atas Allah mentaukidi dengan ?ˆ???„???§ ?????ƒ???†?’ ?…???†?? ?§?„?’?????§?????„?????†??, jadi kalau kita tidak ingat kepada Allah maka kita termasuk orang yang lupa. Dzikir dengan lisan adalah sebagai wasilah (penghubung) untuk ingat dalam hati. Seperti halnya kita ingin pergi menggunakan sepeda, kita tidak akan sampai pada tujuan kecuali dengan adanya sepeda tersebut.

Dzikir merupakan ibadah yang sangat penting. Dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah Ibn Bisr dijelaskan :
?§?† ?±?¬?„?§ ?‚?§?„ ???§ ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡ ?§?† ?´?±?§?¦?¹ ?§?„?§?³?„?§?… ?‚?¯ ?ƒ?«?±?? ?¹?„?? ???£?®?¨?±?†?? ?¨?´???¦ ?§???´?¨?? ?¨?‡ ?‚?§?„ ?„?§ ???²?§?„ ?„?³?§?†?ƒ ?±?·?¨?§ ?…?† ?°?ƒ?± ?§?„?„?‡
"Seseorang pernah berkata : Wahai Rasulullah syariat-syariat islam telah banyak maka beritahulah aku tentang suatu amal yang bisa kupegang teguh, Rasulullah bersabda : jangan henti-henti lisanmu untuk selalu basah dari dzikir Allah"

Oleh karena itu Ibnu Athaillah menyuruh kita untuk selalu berdzikir walaupun dengan lisan dan lupa kepada Allah. Kita diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an walaupun tidak ingat kepada Allah, karena suatu ketika cahaya Al-Qur'an (?†?ˆ?± ?§?„?‚?±?§?†) akan menghilangkan lupa tersebut. Jika lupa tersebut telah hilang maka kita akan paham apa yang kita ucapkan. Walaupun tidak ada kontak (berdzikir tanpa ada rasa takut kepada Allah) tapi kalau kita sudah sampai pada maqam ?­?¶?ˆ?± maka kita akan paham dan takut kepada Allah dengan sendirinya. Dan ketika kita telah ingat kepada Allah dengan adanya kontak seperti Rasulullah dan Sahabat maka di mana pun kita berada yang kita ingat hanyalah Allah SWT.
?ƒ?§?† ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡ ???°?ƒ?± ?§?„?„?‡ ???? ?ƒ?„ ?­?§?„
"Rasulullah SAW selalu ingat kepada Allah dalam semua keadaan"

Dzikir adalah amal ibadah yang sangat penting, banyak sekali dalam Al-Qur'an telah dijelaskan tentang urgensi dzikir bagi seorang hamba. Allah telah berfirman dalam surat Al-Imran ayat 190-191 :

?¥???†?‘?? ?????? ?®???„?’?‚?? ?§?„?³?‘???…???§?ˆ???§???? ?ˆ???§?„?’?£???±?’?¶?? ?ˆ???§?®?’?????„???§???? ?§?„?„?‘?????’?„?? ?ˆ???§?„?†?‘???‡???§?±?? ?„???¢???????§???? ?„???£???ˆ?„???? ?§?„?’?£???„?’?¨???§?¨?? (190) ?§?„?‘???°?????†?? ?????°?’?ƒ???±???ˆ?†?? ?§?„?„?‘???‡?? ?‚???????§?…?‹?§ ?ˆ???‚???¹???ˆ?¯?‹?§ ?ˆ???¹???„???‰ ?¬???†???ˆ?¨???‡???…?’ ?ˆ???????????????ƒ?‘???±???ˆ?†?? ?????? ?®???„?’?‚?? ?§?„?³?‘???…???§?ˆ???§???? ?ˆ???§?„?’?£???±?’?¶?? ?±???¨?‘???†???§ ?…???§ ?®???„???‚?’???? ?‡???°???§ ?¨???§?·???„?‹?§ ?³???¨?’?­???§?†???ƒ?? ?????‚???†???§ ?¹???°???§?¨?? ?§?„?†?‘???§?±?? (191

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.



Dalam hadits nabi juga disebutkan :

?³?¨?‚ ?§?„?…???±?¯?ˆ?† ?‚?§?„?ˆ?§ ?…?§ ?§?„?…???±?¯?ˆ?† ???§ ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡ ?? ?‚?§?„ ?§?„?…?³???‡???±?ˆ?† ?¨?°?ƒ?± ?§?„?„?‡ ???¶?¹ ?§?„?°?ƒ?± ?¹?†?‡?… ?§?«?‚?§?„?‡?… ?????£???ˆ?† ?§?„?„?‡ ???ˆ?… ?§?„?‚???§?…?© ?®???§???§ (?±?ˆ?§?‡ ?…?³?„?… ?ˆ?§?„???±?…?°?? ?ˆ?????±?‡?…?§

"Orang-orang yang memencil dari manusia telah mendahului (dalam beribadah), para sahabat bertanya: Siapakah orang yang memencil dari manusia wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: Yaitu orang-orang yang memperbanyak dan selalu berdzikir kepada Allah, dzikir tersebut menghilangkan dosa-dosanya sehingga mereka datang kepada Allah pada hari kiamat dalam keadaan ringan"

?§?„?§ ?§?†?¨?¦?ƒ?… ?¨?®???± ?§?¹?…?§?„?ƒ?… ?ˆ?§?²?ƒ?§?‡?§ ?¹?†?¯ ?…?„???ƒ?ƒ?… ?ˆ?§?±???¹?‡?§ ???? ?¯?±?¬?§???ƒ?… ?ˆ?®???± ?„?ƒ?… ?…?† ?§?†???§?‚ ?§?„?°?‡?¨ ?ˆ?§?„?ˆ?±?‚ ?ˆ?®???± ?„?ƒ?… ?…?† ?§?† ???„?‚?ˆ?§ ?¹?¯?ˆ?ƒ?… ?????¶?±?¨?ˆ?§ ?§?¹?†?§?‚?‡?… ?ˆ???¶?±?¨?ˆ?§ ?§?¹?†?§?‚?ƒ?… ?? ?‚?§?„?ˆ?§ ?¨?„?‰ ?‚?§?„ : ?°?ƒ?± ?§?„?„?‡

"Maukah kuberi tahu kalian tentang sebaik-baik dan sebersih-bersih amal kalian dihadapan tuhan, serta lebih tingginya amal dalam mengangkat derajat dan lebih baik dari pada menginfaqkan emas perak serta lebih baik dari pada berperang melawan musuh (kalian memukul leher-leher mereka dan mereka memukul leher-leher kalian). Para sahabat menjawab : ya , Nabi bersabda : Yaitu dzikir kepada Allah"

Hadits di atas menunjukkan bahwa shodaqah ataupun jihad jika tidak disertai dzikir kepada Allah maka tidak ada gunanya. Seperti halnya rumah dan segala isinya dengan kunci rumah tersebut, sudah pasti yang paling bagus adalah rumah dan isinya bukan kunci, namun kita tidak bisa mengambil isi rumah tersebut tanpa menggunakan kuncinya. Amal pun demikian, amal tidak bisa besar pahalanya tanpa disertai dzikir kepada Allah SWT.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.