Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Artikel

Selasa, 24 November 2020 - Tim Media PP. Al-Anwar


Do’a Tak Sekedar Meminta

Berdoa merupakan rutinitas bagi kaum muslim terlebih dalam lingkup pesantren. Dalam Islam doa memang sangat dianjurkan sepertihalnya wirid-wirid harian dll. Bahkan, doa dianggap suatu ibadah dan merupakan suatu hal yang sangat urgen layaknya sebuah pilar dalam suatu bangunan sebagaimana tertuang dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Hakim berikut :

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : الدعاء سلاح المؤمن و عماد الدين و نور السماوات و الأرض

“Rasullah SAW bersabda : Doa adalah senjata bagi orang beriman, tiangnya agama dan cahayanya langit dan bumi”

Dari sini akan muncul pertanyaan sebenarnya apa yang membuat doa sebegitu pentingnya?

 

Menurut KBBI Do’a merupakan suatu permintaan atau harapan kepada tuhan dari hambanya. Atau juga diartikan dengan ajian-ajian maupun mantra. Ini merupakan hal lumrah yang banyak diketahui oleh masyarakat secara umumnya. Namun jika dikaji lebih dalam dan dipahami makna dan konteksnya kita akan mendapati hal yang luar biasa di dalamnya.

 

Dalam literatur Islam doa memiliki makna yang lebih mendalam dari sekedar meminta. Doa merupakan suatu ibadah yang mana mengandung dzikir dan juga pujian-pujian terhadap allah. Dan dengan berdoa, maka seorang hamba menampakkan betapa lemahnya dan butuhnya ia terhadap sang maha pencipta dan maha pemberi. Dari pengertian ini maka tak heran jika rasulallah mengumpamakan doa layaknya senjata bagi orang beriman. Karena dengan berdoa seorang hamba akan selalu ingat akan statusnya sebagai hamba dan butuhnya dengan sang pencipta alam sekaligus pemberi rezeki.

 

Jika diteliti dari konteks orang yang berdoa, maka kita akan mengerti bahwa dengan berdoa seorang hamba akan semakin optimis dan bermental kuat. Sebagai contoh, semisal ada orang yang akan menghadapi suatu perlombaan dan ia berdoa terlebih dahulu agar diberi kemenangan, maka dalam menjalani lomba tersebut ia akan optimis serta lebih siap dari segi mental perihal hasil dari lomba tersebut karena ia telah memasrahkan hasilnya kepada maha yang memberi hasil serta merasa mantap dengan akan dikabulkannya doanya karena memang dalam islam setiap doa -yang mana sudah memenuhi kriteria adab-adabnya dan sudah ikhlas- sudah djanjikan oleh allah akan dikabulkan seperti yang tertuang dalam al-Qur’an surat Ghofir ayat 60 berikut :

ادْعوني أسْتجبْ لكُم

“berdoalah padaku(allah) maka akan kukabulkan”

Dari sini kita juga akan menemukan satu hal lagi yang luar biasa bagi orang yang bertafakkur pada nikmat Allah. Dengan kuatnya mental dan juga optimisme seorang hamba yang selalu mengiringkan doa dalam setiap tindakannya, maka ia akan selalu ingat dan dan berprasangka baik kepada Allah. Dan jika ia selalu ingat dan berprasangka baik pada Allah, maka allah akan memudahkan hal-hal yang diinginkan oleh hamba tersebut. Hal ini diambil dari keterangan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori berikut :

“قال النبي صلى الله عليه و سلم يقول الله تعالى انا عند ظن عبدي بي وانا معه إذا ذكرني فان ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي”

“Nabi SAW bersabda : Allah SWT bersabda : aku sesuai (aku akan menjadikan nyata/mengabulkan) dengan prasangka hambaku kepadaku dan aku bersama dengannya ketika ia mengingatku. Jika ia mengingatku maka aku juga mengingatnya”

 

Dari sini kita mengerti betapa agungnya nilai doa dan betapa pentingnya doa dalam kehidupan seorang hamba. Semoga kita termasuk hamba yang terus melantunkan doa serta tidak putus harapan terhadap segala nikmat dan janji dari sang maha pemberi. Wallahu a’lam.

 

 

Referensi :

-          Fathul bari syarh shohih bukhori li ibni hajar al asqolani

-          Mustadrak ala as shohihain li hakim

-          Sunan abi dawud



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.