Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Mawa'izh

Sabtu, 18 Agustus 2018 - Ahmad Masbukhin Atim


Makna Tanggal Kemerdekaan Republik Indonesia

Bangsa Indonesia adalah benar-benar bangsa yang terpilih. Tidak ada dipermukaan bumi ini yang jumlah orang Islamnya terbanyak kecuali Indonesia. Sampai Allah memperingatkan kemerdekaan Indonesia dengan angka 17, 8, dan 45. "Ini merupakan angka sholat, angka yang harus diketahui dalam sholat yaitu tujuh belas, delapan, dan empat lima. Kalau tidak tahu mengenai ini tidak sah shalatnya seseorang."

Dalam lambang garuda pancasila terdapat dua sayap dengan jumlah bulu 17 di kanan, dan 17 di sebelah kiri. Beliau menjelaskan bahwa angka 17 pada masing-masing sayap ini merupakan arti dari jumlah rukun dalam shalat. Dan hal itu merupakan maksud angka 17 yang pertama yakni ; 1) niat, 2) takbiratul ihram, 3) berdiri, 4) membaca al-fatihah, 5) ruku’, 6) thuma’ninah (diam sesaat) setelah ruku’, 7) I’tidal (berdiri bangun dari rukuk), 8) thuma’ninah setelah I’tidal, 9) sujud dua kali, 10) thuma’ninah setelah sujud, 11) duduk diantara dua sujud, 12) thuma’ninah duduk diantara dua sujud, 13) membaca tasyahud akhir. "Kemudian dilanjutkan dengan 14) duduk (ketika membaca) tasyahud akhir, 15) membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam duduk tasyahud akhir, 16) membaca salam, 17) tertib (mengerjakan secara berurutan)." Sedangkan maksud dari tujuh belas yang kedua, lanjut Syaikhina, merupakan jumlah raka’at sholat selama sehari-semalam. Yakni sholat Mahgrib 3 raka’at, sholat Isya’ 4 raka’at, sholat Shubuh 2 raka’at, sholat Dzuhur 4 raka’at, dan sholat Ashar 4 raka’at. Jika dijumlahkan semua menjadi pas 17 raka’at yang dilakukan oleh umat Islam dalam sehari semalam.

Kemudian, angka delapan menjelaskan sebagai tertolaknya neraka dan sebabnya masuk surga. Lebih lanjut, beliau mengatakan tentang tujuh anggota sujud yang meliputi ; 1) dahi, 2) kedua tangan, 3) kedua lutut, dan 4) kedua kaki. “Jika dijumlahkan ini menjadi 7. Tujuh ini sebagai penolak neraka, karena pintu neraka itu ada tujuh. Kemudian ditambah satu lagi, jika kita ingin masuk surga harus ingat sama Allah. Jadi jumlahnya genap delapan, karena delapan ini merupakan jumlah pintu surga.” Tegas beliau yang meskipun sudah berumur 90 tahun, namun suara beliau masih terdengar dengan jelas, terutama saat pengajian dilakukan.

Terakhir, beliau melanjutkan tentang makna dari angka empat lima, bahwa setiap orang Islam harus membaca syahadat sebanyak empat kali dan lima kali selama sehari semalam pula. Malam sebanyak empat kali, yaitu masing-masing dua kali dalam sholat Maghrib dan Isya’. Sedangkan saat siang hari sebanyak lima kali, yaitu satu kali saat Shubuh, dan masing-masing dua kali pada sholat Dzuhur dan Ashar.

*Artikel ini disarikan dari mau’idzoh Syaikhina Maimoen Zubair di Musholla PP. Al-Anwar Sarang saat kedatangan rombongan tamu dari Demak untuk sowan kepada beliau pada Februari 2018 M.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.