Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Hikmah

Sabtu, 24 Maret 2018 - KH. A. Wafi Maimoen Lc. M.Si.


Cahaya Ilahi

  الكون كله ظلمة و إنما أناره ظهور الحق فيه فمن رأى الكون و لم يشهده فيه أو عنده أو قبله أو بعده فقد أعوزه وجود الأنوار و حجبت عنه شموش المعارف بسحب الأثار

 “Seluruh ciptaan itu gelap, dan hal yang bisa memperlihatkannya adalah nur ilahi, maka barang siapa tidak melihat nur ilahi di dalam atau di hadapan ciptaanNYA, sebelum wujudnya atau sesudahnya maka wujud nur ilahi tidak memberi manfaat bagi mereka dan cahaya makrifat telah terhalangi oleh pengaruh-pengaruh ciptaan yang tak berarti darinya”

 

        Manusia mempunyai bashor dan juga bashiroh (akal), Bashor dan Bashiroh adalah dua perkara yang sama-sama membutuhkan Nur dakhili dan Nur khoriji hanya saja yang dibutuhkan Bashor adalah Nur dakhili seperti lumrahnya mata dan Nur khoriji berupa cahaya.

Adapun Bashiroh membutuhkan Nur dakhili seperti normalnya akal (tidak stres dan tidak sakit) dan Nur khoriji berupa wahyu  Allah. Semua cahaya tersebut disediakan Allah, dan Allah berfirman:  

الله نور السماوات والأرض

Dan sebenarnya hakikat mahluk itu berada dalam kegelapan  dan penerang hanyalah nur ilahi/ cahaya dari Allah yang berwujud didunia sebagai Al-Quran kalamullah Allah yang diturun bagi umat nabi Muhammad SAW panutan bagi seluruh umat islam, dan niscaya jikalau tanpa Al-quran pasti manusia dalam kesesatan, maka dari itu menumbuhan cahaya ilahi dalam diri kita bisa dilakukan dengan membaca dan memahami isi kandungan Al-quran dan sunatullah,  setiap Allah menciptakan sesuatu perkara pasti juga menciptakan lawannya, misal ada siang ada malam ada terang ada kegelapan. Begitu pula Allah menciptakan mahluk dengan di bekali cahaya ilahi, tanpa nya makhluk tidak akan melihat ni’mat yang telah diturunkan allah kepada umat manusia, ibarat  ruangan tanpa adanya cahaya yang meneranginya  niscaya tidak akan tampak apa yang ada didalamnya, meskipun ruangan tersebut dipenuhi dengan barang- barang berharga.

        Allah menciptakan nur tidak  bisa berdiri sendiri kecuali dengan penopangnya. Ibarat sesuatu alat untuk bekerja  yang  tidak akan bermanfaat kecuali ada yang memanfaatkannya seperti pula cahaya yang  tidak tampak  kecuali ada tempatnya seperti rembulan dan bumi, Allah SWT berfirman:

مثل نوره كمشكاة فيها مصباح المصباح في زجاجة الزجاجة كأنها كوكب دري يوقد من شجرة  مبا ركة زيتونة لا شرقية و لا غربية يكاد زيتها يضيئ و لو لم تمسسه نار نور على نور

Lumrahnya  suatu alat  tidak akan di ingat keberadannya setelah selesainya pekerjaan, seperti montir yang memperbaiki mobil, yang diberikan apresisasi atas kerjanya adalah simontir, sedangkan keberadaan alat-alat yang merupakan faktor penting dalam pekerjaannya sering tidak disadari oleh para pelanggan, begitu pula seorang hamba, seharusnya yang dia perhatikan adalah nur ilahi (al-qur’an) bukannya makhluk yang merupakan alat untuk “memperlihatkan”nya, akan tetapi kenyataan yang ada kebanyakan manusia itu malah tertipu dan hanya terpaku pada makhluk dan tidak memperhatikan keberadaan Nur ilahi, akhirnya ia malah terjatuh kedalam kesesatan.

       



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.