Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Bahtsul Masa`il

Kamis, 29 Januari 2015 - LNI PP. Al Anwar


Metode Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Kang Joko adalah seorang santri yang baru boyong dari pesantren. Dia prihatin melihat kehidupan teman-teman kampungnya yang suka minum-minuman keras, berjudi dan sebagainya. Ia ingin sekali membawa teman-temanya ke jalan yang benar tapi dia beranggapan kalau dirinya melakukan amar ma’ruf maka teman-temanya akan menjauhinya sehingga dia akan kesulitan untuk menyalurkan apa yang ia dapat dari pesantren pada teman-temanya. Di sisi lain dia tahu bahwa dirinya mampu memberi tahu teman-temanya kalau apa yang mereka lakukan adalah salah dan harus ditinggalkan, akhirnya dia mempunyai inisiatif tetap ikut kumpul bareng teman-temanya tanpa melakukan amar ma’ruf sampai dia menemukan celah dan waktu yang tepat untuk melakukanya sedikit demi sedikit.

Pertanyaan :

a. Dibenarkan atau tidak tindakan Kang Joko yang tidak langsung melakukan amar ma’ruf dengan alas an seperti di atas?

b. Kalau tidak dibenarkan apakah yang seharusnya dilakukan Kang Joko?

Jawaban :

a. Bisa dibenarkan asal diamnya bukan karena condong kepada mereka, serta cara yang tidak langsung itu lebih menguntungkan. Di samping itu dia selalu niat mencari celah atau kesempatan untuk amar ma’ruf nahi munkar dan berkumpulnya itu tidak menimbulkan fitnah di masyarakat.

b. jika Kang Joko tidak mampu memenuhi ketentuan di atas maka ia harus menjauhi mereka.

Referensi :1. Ihya’ Ulumuddin Juz: 2 Hal: 3362. Is’adur Rafiq Juz: 2 Hal : 1233. An Nasho’ih Ad Diniyah Hal: 56

في إحياء علوم الدّين الجزء : 2 الصحفة: 336 ما نصه :

وليس للإنسان أن يعقد في بيته ولا يخرج إلي المسجد لأنه يري النّاس لا يحسنون الصّلاة بل إذا علم ذلك وجب عليه الخروج للتعليم والنهي وكذا كلّ من تيقّن أنّ في السوق منكرا يجري على الدّوام أو في وقت بعينه وهو قادر على تغييره فلا يجوز له أن يسقط ذلك عن نفسه بالقعود في البيت بل يلزمه الخروج فإن كان لا يقدر على تغيير الجميع وهو محترز عن مشاهدته ويقدر على البعض لزمه الخروج لأنّ خروجه إذا كان لأجل تغيير ما يقدر عليه فلا يضرّه مشاهدة ما لا يقدر عليه وإنّما يمنع الحضور لمشاهدة المنكر من غير غرض صحيح.

وفي إسعاد الرّفيق الجزء: 2 الصحفح: 123 ما نصه :

ومن معاصى كلّ البدن مجالسة المبتدعة والفاسق بشرب دخمر أو غيره من الملاهي المحرّمة إذا كانت مجالسته لهم للإيناس لهم. قال فى الزّواجر والوجه انّ جلوسه مع شربة الخمر ونحوهم من اهل الفسوق والملاهي المحرّمة مع القدرة عن النّهي او المفارقة عند العجز عن إزالة المنكر من الكبائر ولا سيما إذا قصد إتباعهم بجلوسهم معهم على ذلك. قال وذكر بعضهم إنّ مجالسة الفقهاء والقرّاء الفسقة من الكبائر.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.