Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Ragam

Jumat, 07 November 2008 - Noor Amin Sa'dullah


Donat Barokah

Di pondok, beberapa hal bisa dipandang dari kaca mata barokah. Biarpun sepele, tapi kalau itu dari orang yang lebih tinggi ilmu dan derajatnya, pastilah dianggap barokah. Misalnya sisa minuman atau makanan dari ustadz dan santri-santri yang dipandang lebih pandai.

Suatu hari, seorang santri balik dari rumahnya. Seperti biasa,santri yang datang hukumnya setengah wajib untuk membawa i-en, sebutan lain untuk oleh-oleh. Tepat saat dia masuk kamar, tentu sudah banyak tangan yang siap menyambut. Sekali buka, ambrol sudah sampai bungkus-bungkusnya.

Ketepatan, ada santri yang telat ambil bagian. Padahal, i-en yang diperebutkan tergolong kelas mewah bagi santri, donat!. Kejadian bermula saat seorang santri berbaik hati mendekati yang tidak kebagian tersebut.

"Kamu mau tah, ta' ambilkan? Tapi sisane Ustadz Marwoto."

"Ah ya kebetulan. Sisane Ustadz Marwoto kan mbarokahi" jawabnya seperti memerintah.

"Yo wis, tunggu sebentar, ya..." jawab yang temannya sambil masuk kamar.

"Cepeeet. Kalau ketahuan Ustadz, iso isin aku"

Di dalam kamar, donat yang akan diberikan dikempit (dijepit) dulu di ketiak berkali-kali. Padahal seperti biasanya, para santri mandinya dua hari sekali. Itupun kalau mau. Begitu melewati pintu, donat tersebut langsung direbut. Dan secepatnya ditempelkan mulut.

"Eeeee…. Ojo kesusu. Harus baca Bismillah dulu!

"Iyo iyo. Bismillah." Donat tersebut secepat kilat masuk ke mulutnya.

Setelah habis melewati tenggorokan, sontak anak sekamar keluar semua sambil tertawa. Tentu saja teman yang makan donat plonga-plongo penasaran.

"Piye rasane?

"Mak nyuuus. Enak tenan, lha wong donat, je."

Penontonnya malah jingkrak-jingkrak terpingkal-pingkal. Yang makan donat tetap plonga-plongo tidak tahu kalau dia sudah dikerjai. Sampai sekarangpun mungkin tetap plonga-plongo. Semoga saja dia tetap tidak tahu. Sebab kadang-kadang, dengan tidak tahu, sesuatu bisa lebih nikmat.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.