Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Ragam

Jumat, 22 November 2013 - M. Toyyibin


Tangisan yang Menumbuhkan Kesemangatan

Banyak orang menangis tetapi orang yang melihatnya tidak tahu karena apa dia menangis? Apa karena tidak punya uang bagi orang yang sudah tua atau gara-gara telat kiriman bagi anak yang di pesantren. Yang jelas, penyebab kenapa orang bisa menangis itu banyak sekali .Tetapi ada satu tangisan yang bisa menumbuhkan kesemangatan yaitu tangisan yang menimbulkan penyesalan atas perbuatan. Contohnya hati kita merasa tersentuh ketika Syaikhihina atau guru besar kita yaitu KH.Maimun Zubair dawuh kepada santri-santrinya “ Bocah-bocah kabeh, sampean kabeh seng tenanan anggone golek ilmu agomo. ojo nganti ora biso moco kitab kosongan, sebab opo? Sebab setengah sangking entek’e ulama’ iku angger wes ora ono wong biso moco kitab kosogan “.

Kalau kita mengamati aktifitas keseharian beliau Syaikhina Maimun kita akan tahu begitu alimnya beliau dalam membaca dan memahami kitab serta begitu istiqomahnya beliau dalam beribadah dan menjalankan kegiatannya terutama di dalam kegiatan agama. Bahkan, saking istiqomahnya meskipun ada banyak tamu beliau masih tetap melanjutkan pengajiannya sampai selesai dan setelah itu beliau akan tetap menerima tamunya siapapun dan dari manapun asalnya beliau tetap menghormatinya . Itulah sedikit yang bisa kami sampaikan tentang beliau dan sebenarnya masih banyak lagi keisimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh beliau.

Setelah kita mengetahui sedikit kehidupan beliau marilah sekarang kita melihat diri kita, apakah kita sudah pantas kalau kita mengatakan “saya adalah santrinya Syaikhina Maimun Zubair ? “ maka jawaban ada pada diri kita masing-masing. Oleh karena itu saat kita menangis dan kita mengingat apa yang telah didawuhkan oleh guru besar kita maka kita akan memantapkan diri kita untuk bersemangat dalam mencari ilmu terutama ilmu agama.

Mungkin kita bisa mengatakan “boleh kita menangis atau bersedih kalau tidak punya kekasih atau kehilangan kekasih tetapi kita harus tambah menangis dan tambah bersedih lagi jika kita tidak punya ilmu atau kehilangan ilmu “. di pesantren Al-Anwar ini banyak santri yang masih bersemangat meskipun terkadang usia mereka sudah tua, karena apa? Karena mereka sudah merasakan betapa besar pentingnya ilmu, betapa besar nikmatnya ilmu itu khususnya ilmu agama. Untuk itu marilah kita tetap beristiqomah dan konsis di dalam mencari ilmu supaya kita tidak mengecewakan para Masyayikh kita terutama Syaikhina KH.Maimun Zubair.

Marilah kita gunakan kesempatan kita ini disertai dengan mengingat hadist nabi yang artinya “Gunakan lima kesempatan sebelum datang lima kesempitan yaitu gunakan sehatmu sebelum datang sakitmu, mudamu sebelum datang masa tuamu, kayamu sebelum datang miskinmu, mudahmu sebelum masa sulitmu, dan hidupmu sebelum matimu.

1 .Masa sehatmu sebelum masa sakitmu, artinya ketika masih diberi kesempatan sehat gunakanlah kesehatan itu untuk selalu melakukan perbuatan yang diridhoi oleh Allah yaitu dengan cara beribadah. Akan tetapi manusia itu terkadang lupa dan sering menggunakan waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat yang menurutnya itu cocok untuk dirinya, padahal perbuatan yang cocok bagi dirinya belum tentu disenangi oleh Allah. Dia biasanya akan ingat kalau di uji oleh Allah dengan diberi musibah atau sakit oleh Allah. Contohnya ketika orang diuji oleh Allah dengan patah tulangnya maka dia akan selalu menyebut nama Allah dan selalu ingat kepadaNya. itulah manusia yang selalu lupa akan nikamatnya kesehatan yang selalu dilimpahkan oleh Allah kepada kita.

2. Muda sebelum masa tua, kebanyakan manusia ketika muda tidak ingat akan masa tuanya besok, Maka dari itu sering kali kita melihat bahkan kita alami sendiri ketika masa muda foya-foya dan di masa tua lumpuh tidak bisa apa-apa. Contohnya seperti anak-anak muda pada zaman sekarang jika mengendarai sepeda motor kecepatanya melampaui batas atau suka ngebut, akhirnya sesuatu yang tidak diinginkan pun terjadi. Itulah anak muda, pokoknya kalau tidak keren katanya ketinggalan jaman.

3. Kaya sebelum miskin, banyak sekali contoh-contoh pada zaman dahulu seperti Firaun, dia kaya dan berkuasa akan tetapi dia lupa dengan yang miskin dan lupa akan bersyukur akhirnya dia mengaku sebagai tuhan, begitu juga Qorun di beri kekayaan yang banyak tetapi dia juga lupa pada yang miskin, akhirnya semua harta bendanya dimasukkan ke dalam tanah, dan keduanya baik Fir’aun maupun Qarun dila’nat oleh Allah SWT.

4.Mudahmu sebelum sulitmu, artinya mumpung kita masih diberi kesemangatan oleh Allah maka gunakanlah masa mudahmu untuk selalu melakukan kebaikan yaitu dengan cara selalu menuntut ilmu terutama ilmu agama, karena banyak sekali perkembangan ilmu-ilmu Barat yang berorientasi pada ajaran sekuler masuk ke Indonesia, Jika ilmu agama tidak di perkuat maka kita pun akan terpengaruh dan terjerumus. Yang terakhir,

5. Hidupmu sebelum matimu, ini adalah penentuan babak final bahwa seseorang nantinya akan mati dalam keadaan beriman atau justru sebaliknya.

Maka dengan sedikit mengetahui bagaimana kehidupan beliau Syaikhina Maimun Zubair dan mengetahui lima kesempatan dan lima kesempitan, semoga kita terus selalu bersemangat di dalam menggapai cita-cita yang diridoi oleh Allah dan semoga kita selalu memiliki akhir yang khusnul khotimah. Amin…….



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.