Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Ragam

Jumat, 25 Oktober 2013 - Amirul Ulum


Menghidupkan Ruh Sumpah Pemuda

Sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia yang ditandai dengan proklamasi pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan bangsa Indonesia dicapai sebab adanya persatuan antara pemuda-pemudi Indonesia. Mereka tidak membedakan ras, agama, suku dan entis yang lainnya. Mereka bersatu padu dalam mengusir penjajah.

Dari adanya sumpah pemuda ini, seharusnya para pelajar Indonsia, terlebih mahasiswa dapat mengambil teladan bagaimana bersikap yang baik untuk masa depan bangsanya. Tentunya untuk mencapai cita-cita yang mulia ini, dibutuhkan jati diri yang baik dan kelimuan yang mumpuni.

Pemuda-pemudi di zaman dahulu telah memberi contoh bagaimana kepedulian mereka terhadap bangsa. Memang tidak dipungkiri masih banyak mahasiswa sekarang yang mempunyai jiwa patriot seperti itu. Namun, tidak sedikit juga kedok patriot telah disalahpahami oleh pihak sebagian pihak. Misalnya ketika terjadi demo tentang kenaikan BBM. Seharusnya dalam hal ini mahasiswa sebagai orang yang terpelajar harus memberi contoh dengan sikap yang baik untuk menanggapi permasalahan ini. Mereka tidak arogan, anarkis dan tidak merusak fasilitas umum. Padahal uang yang digunakan untuk membangus fasilitas itu adalah dari rakyat dan dipergunakan untuk kemanfaatan rakyat.

Seharusnya, kita sebagai pelajar yang menjadi sorotan bangsa harus memberikan contoh yang baik. Jika ada permasalahan, maka selesaikanlah dengan baik agar tidak terjadi kerugian yang dampaknya kembali kepada rakyat.

Marilah kita menghidupkan ruh yang ada dalam butir-butir sumpah pemuda dengan melestarikan perkara yang baik yang telah dibangun oleh founding fathers, dan memperbaiki perkara yang kurang baik untuk Indonesia yang lebih baik. Sehingga, Indonesia bias go international dengan prestai yang baik dalam segala aspeknya.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.