Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Artikel

Senin, 15 April 2013 - M. Nur Wahid


Manusia Diciptakan untuk Beribadah

Semua usaha untuk mengisi kehidupan ini harus didasarkan pada niat untuk beribadah kepada Allah Swt, sebab inilah tugas yang harus dijalankan oleh setiap muslim. Yakni menyembah dan mengabdi kepada Allah Swt dengan sepenuh hati tanpa mengharap imbalan atau balasan dunia.

Ibadah di sini tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal seorang hamba kepada Allah Swt, seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya, tetapi memiliki pengertian yang sangat luas, mencakup semua perbuatan yang mempunyai nilai kebaikan dan yang dilaksanakan atas niat semata-mata karena Allah Swt.

Dalam al-Qur’an, Allah Swt menyatakan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt:

“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS.Adz-Dzariyat, 56)

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan Allah Swt menciptakan jin dan manusia adalah untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya. Namun bukan berarti Allah Swt butuh disembah untuk melanggengkan singgasana ketuhanan-Nya. Allah Swt tetap menjadi Tuhan semesta alam walaupun seluruh manusia tidak menyembah-Nya.

Pada hakikatnya, yang diharapkan dari ibadah yang dilakukan seorang hamba adalah kepatuhan serta sikap penghambaan untuk beribadah kepada-Nya yang dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas.

Dibutuhkan niat yang murni untuk beribadah dan menyembah Allah Swt. Niatnya hanya untuk mencari ridha Allah Swt, tidak bercampur dengan keinginan dan nafsu duniawi. Karena itu tidak semua perbuatan yang secara lahiriyah merupakan amalan baik dapat bernilai ibadah di sisi Allah Swt. Jika di dalam qolbu terdapat setitik keinginan duniawi misalnya agar dipuji orang, maka hilanglah aspek ibadah dalam perbuatan tersebut.

Nilai ibadah dari shalat akan hilang manakala dilaksanakan dengan maksud agar mendapat pujian dari masyarakat sekitar. Begitu pula membantu orang yang dalam kesusahan akan kehilangan makna ibadahnya ketika dimaksudkan untuk mencari perhatian orang lain. Agar bernilai ibadah perbuatan tersebut harus dilakukan dengan niat semata-mata karena Allah Swt.

Pada hakikatnya tujuan akhir dari semua ibadah yang kita laksanakan tersebut adalah mencari Ridha Allah Swt. Karena itu, tujuan hidup seorang muslim adalah mencari dan mengharap keridhaan Allah Swt (Ibtigha’a Mardhatillah). Sedangkan amal ibadah yang dilaksanakan itu hanya merupakan perantara (wasilah) untuk mendapat keridhaan-Nya, bukan merupakan tujuan.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.