Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Mawa'izh

Rabu, 27 Maret 2013 - Amirul Ulum


Berzikir dan Istighasah

Istighasah adalah meminta pertolongan kepada Allah Swt. Kita harus meminta kepada Allah Swt sebab kita adalah orang yang fakir, yang butuh terhadap pertolongan Allah. Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa tidak butuh terhadap suatu apapun. Sedangkan sesuatu selain Allah itu semuanya butuh terhadap Allah.

Meminta kepada Allah ada kalanya dengan cara sembahyang, menyembah kepada Allah. Sebab, di dalam salat ada sebuah doa dan zikir untuk memohon dan berzikir kepada Allah Swt. Dengan mengingat Allah, maka jiwa kita yang lemah ini akan menjadi tahu bahwa ada Dzat Yang Maha Kuasa. Maka dari itu, barang siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal tuhannya.

Manusia itu lemah, tidak bisa hidup sendiri, dan membutuhkan teman untuk menjalani hidup di dunia ini. Inilah sebab adanya salah satu fungsi teman atau perkumpulan (jamaah). Orang yang asalnya sendirian bisa mempunyai teman. Dia merasa tidak hidup sendiri di dunia ini dengan adanya pertemanan.

Teman seorang muslim adalah orang yang beragama Islam, baik itu laki-laki atau perempuan. Kelak di akhirat tentang masalah pertemanan sesama muslim ini akan ditanyai oleh Allah Swt. Siapa saudaramu? Saudaraku adalah semua orang yang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan.

Kalau ada saudara itu tentunya ada ayahnya. Dan ayah orang yang beriman adalah Nabi Ibrahim As. Pertanyaan tentang ayah adalah siapa ayahmu? Jawab kita, "Ayahku adalah Nabi Ibrahim As."

Persaudaraan antara sesama muslim itu ada sebuah pemersatunya. Salah satu pemersatu persaudaraan umat Islam di antaranya adalah salat lima waktu yang dikerjakan sehari semalam dengan cara menghadap Kiblat (Ka’bah).

Ciri-ciri orang yang salatnya baik, kalau selesai salat dia akan berzikir atau ia akan berdoa kepada Allah. Tetapi bagi para pekerja tidak diharuskan untuk memakai konsep tersebut. Pekerja boleh bekerja lagi asal dia mengerjakan salat. Namun, jangan lupa berzikir dan berdoa kepada Allah di lain waktu ketika sudah tidak sibuk lagi. Allah berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10)

"Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Jumuah : 10)

Surga itu pintunya ada delapan. Hal ini ada anologinya dengan pertanyaan setelah meninggal. Setelah kita ditanya 4 perkara (siapa tuhanmu? Siapa nabimu? Apa agamamu? Dan apa panutanmu?) Kita akan ditanya 4 perkara lagi. Yaitu, siapa saudaramu? Siapa bapakmu? Apa kewajibanmu? Dan ketika kamu salat, kamu menghadap ke mana?

Angka empat ini menjadi pokok. Sebab, sifat Allah yang berjumlah dua puluh itu tarkandung dalam empat sifat yaitu:

  1. Nafsiyah.
  2. Salbiyah.
  3. Ma`ani.
  4. Ma`nawiyah.

Sifat Nabi dan rasul juga ada empat perkara yaitu:

  1. Sidiq.
  2. Amanah.
  3. Tabligh.
  4. Fathanah.

Islam yang rukunnya ada lima perkara itu terkandung menjadi empat perkara.

  1. Al-Quran yang dibaca dengan mata terbuka
  2. Al-Quran yang dibaca dengan lisan
  3. Al-Quran yang didengarkan dengan kuping. Sebab, kalau membaca Al-Quran itu harus didengarkan dengan kuping
  4. Al-Qur`an yang berada dalam hati sanubari.

Al-Quran yang baik adalah Al-Quran yang berada dalam hati sanubari. Sebab, konsep inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw dan para ulama yang menjadi pewaris para nabi dan rasul.

Salat juga mengandung empat gerakan:

  1. Berdiri
  2. Rukuk
  3. Sujud
  4. Duduk.

Ka’bah yang menjadi kiblat sembahyangnya umat Islam itu terdiri dari empat persegi. Dan orang hidup itu membutuhkan empat perkara:

  1. Sandang
  2. Pangan
  3. Papan
  4. Berkumpul sesama manusia (makhluk sosial).

Manusia sebagai makhluk sosial sangat membutuhkan interaksi dengan sejenisnya. Perkumpulan umat Islam ada kalanya yang bersifat mingguan yang dilambangkan dengan salat Jum`at.

Makan yang sehat hendaknya terdiri dari empat perkara:

  1. Nasi
  2. Ikan
  3. Sayuran
  4. Buah-buahan.

Kita bisa sehat, kalau kita mau melakukan empat perkara:

  1. Tidur yang baik satu hari satu malam itu tujuh jam
  2. Bekerja tujuh Jam
  3. Ibadah tiga jam
  4. Lain-lain tujuh jam.

Hendaknya kita tidak melebihi standar yang ditentukan atau malahan menguranginya. Sehingga, banyak orang yang malas bekerja. Malas bekerja menjadikan kita thamak (mengharapkan pemberian orang lain) dan menghitung-hitung harta dan kekayaan orang lain.

Mengapa di sini kalau tidur, bekerja, dan lain-lain tujuh jam? Jawabnya tidak lain hanyalah hal ini sesuai dengan apa yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Manusia dedeknya (panjangnya) dan depone (kastanya) sama. Kalau diukur dengan telapak kaki jumlahnya ada tujuh tapak.

Selain delapan pertanyaan tadi, terkadang seorang ditambahi satu pertanyaan lagi. Apabila orang bisa menjawab sembilan pertanyaan lagi, maka dia akan masuk surga tanpa syarat.

Angka sembilan merupakan angka yang istimewa. Angka ini jika dikalikan dengan angka berapa saja hasilnya akan tetap sembilan juga. Contoh kecilnya 1 X 9 = 9. 2 X 9 = 18. Adapun angka 18 terdiri dari dua angka yaitu 1 dan 8, kalau ditambah hasilnya akan kembali pada angka sembilan. Begitu juga setelahnya.

Sifat wajib bagi Allah yang wajib diketahui mukallaf itu jumlahnya ada sembilan:

  1. Wujud
  2. Qidam
  3. Baqa`
  4. Mukhalafatul lilhawadisi
  5. Qiyamuhu binafsihi
  6. Qudrah
  7. Iradah
  8. Ilmu
  9. Hayat.

Sembilan sifat wajib ini mewakili sifat yang jumlahnya ada dua puluh. Sifat ilmu menunjukkan adanya sumber kehidupan. Maka dari itu, janganlah kalian meminta ilmu kepada orang yang sudah mati. Syarat mempunyai ilmu yang banyak itu harus mendengar, melihat, dan berbicara. Sebab, orang yang alim yang ingin menjelaskan pelajaran pada muridnya harus dengan bicara.

Sarang, 6 Desember 2011

Catatan: Artikel ini disarikan dari ceramah Syaikhina Maimoen Zubair di saat ada kunjungan Jamaah Istighasah di kediamannya pada 10 Juli 2011.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.