Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Mawa'izh

Rabu, 27 Maret 2013 - Amirul Ulum


Kekuatan di Atas Kekuatan

Allah Swt menciptakan bumi dan langit selama enam hari. Empat hari (Ahad, Senin, Selasa, Rabu) untuk menciptakan bumi sedangkan dua hari (Kamis dan Jumat) untuk menciptakan langit. Adapun hari Sabtu Allah istirahat/libur. Karena kata Sabtu itu bermakna Qatha'a yang berarti putus/libur. Karena itu, hal ini digunakan sebagai ibrah jika ada seseorang telah selesai menggarap pembangunan, biasanya kalau ingin meresmikan bangunannya tadi ditandai dengan ceremony (upacara) pemotongan Pita.

Di dalam bumi, Allah menciptakan sebuah gunung-gunung sebagai pengkokoh bumi. Gunung itu sendiri diciptakan pada hari Selasa. Oleh sebab itu, Ulama banyak yang meliburkan pengajiannya pada hari tersebut. Sebab, gunung itu bagaikan ulama yang merupakan benteng pengkokoh untuk tegaknya syariat Islam. Jika gunung-gunung habis, maka dunia akan menjadi hancur. Begitu juga jika ulama-ulama habis, maka hancurlah agama Islam. Dan ulama itu kebanyakan wafat pada hari Selasa. Hal ini sebagaimana terjadi pada kebanyakan ulama yang ada di daerah Sarang.

Meskipun gunung adalah sosok yang memiliki sebuah kekuatan, namun sesungguhnya ada kekuatan yang melebihinya. Allah menyembunyikan kekuatan itu di dalam perut gunung. Kekuatan itu tiada lain adalah besi. Adanya besi dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim As. Kemudian dilanjutkan pada zaman Nabi Musa As, Yusa As, Nabi Daud As. Allah berfirman dalam Surat Al Hadid:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ (الحديد : 25)

"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." )QS. Al-Hadid : 25).

Gunung dan besi merupakan sesuatu yang mengandung kekuatan yang melebihi satu sama lainnya. Dari kekuatan yang tersimpan dari keduanya ini masih saja dikalahkan dengan ciptakan Allah yang namanya api. Besi bisa meleleh kalau dibakar dengan api. Begitu juga senapan Senjata Api lebih menang dari pada senjata pedang dan keris. Makanya bangsa Indonesia kalah terus dalam melawan penjajah, sebab api dihadapkan dengan besi.

Kekuatan api bisa mengalahkan besi yang kuat. Namun, sesungguhnya api itu masih lemah bila dibandingkan dengan air. Api bisa terpadamkan bila terkena air. Namun, yang dimaksud air di sini bukanlah air yang bermakna sempit. Tapi, air yang bermakna luas. Yaitu, sesuatu yang mengandung zat cair seperti bahan Kimia yang ada pada Bom Atom. Makanya Jepang hancur lebur, kalah dengan kekuatan Amerika dan sekutunya yang menggunakan kekuatan air.

Kekuatan air yang begitu dahsyatnya bisa menghacurkan sebuah kawasan yang berada di Jepang (Nagasaki dan Hirosima). Maha Agung Allah Swt atas ciptaan-Nya yang agung ini (air). Kalau kita mau berfikir lagi, sesungguhnya masih ada yang lebih kuat bila dibandingkan dengan air. Air bisa kuwalahan berhadapan dengan kekuatan tersebut. Kekuatan itu tidak lain adalah angin atau udara. Kita bisa menghindar dari air lewat melompat atau berada di suatu tempat yang ada di atas air. Berbeda dengan udara, kita tidak dapat menghindar dari yang namanya udara. Di mana pun kita berada, di situ jua udara ada di sekitar kita.

Satu kekuatan dengan kekuatan yang lainnya mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Ada yang menang dan ada yang kalah. Air mengalahkan api. Tapi, air dikalahkan angin. Dan sesungguhnya di atas kekuatan yang dipimpin oleh angin adalah sedekah. Baik dengan uang atau dengan yang lainnya.

Kita mengetahui bahwa negara Islam merupakan negara yang kaya, seperti halnya negara Arab. Di sana banyak sekali sumber kekayaan alam yang jika diolah akan menghasilkan banyak uang. Mengapa Negara Arab kalau dibandingkan dengan negara Yahudi masih kalah kekuasaannya? Hal tersebut dikarenakan negara Islam masih kurang sedekahnya bila dibandingkan negara lainnya.

Uang yang digunakan sedekah masih belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan zikir. Berzikir mempunyai banyak arti. Ada berzikir kepada Allah dan ada juga berzikir dengan ilmu yang ada dalam ayat suci Al-Quran.

Berzikir mampu menimbulkan kekuatan yang sangat besar apabila seseorang dapat menanamkan Al-Quran dalam hatinya. Bukan hanya dibaca, didengarkan atau ditulis saja. Al-Quran yang berada di hati itulah yang dijalankan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Al-Quran menjadi sumber dari segala sumber untuk prilaku keseharian baginda Nabi Muhammad Saw. Setelah Rasulullah Saw wafat, tongkat estafet Al-Quran diwarisi oleh para ulama yang menaruhnya di dalam hatinya. Terlebih oleh sahabat Abu Bakar Ra, Umar Ra, Usmant Ra dan Ali bin Abi Thalib Ra serta salafus shalihin.

Orang yang hatinya sudah tertanam dengan Al-Quran bisa mengetahui struktur kalimah dalam Al-Quran dengan baik dan benar. Tidak terpengaruh oleh waqaf (tanda berhenti) yang telah ada. Jika susunan kalimah tidak tam (sempurna) jangan berhenti membacanya (dalam arti langsung melanjutkan ayat setelahnya). Hal inilah yang diajarkan oleh Syaikhina Maimoen Zubair dari guru beliau, Syaikh Abdullah bin Nuh ketika masih berada di Makkah. Syaikh Abdullah bin Nuh ini adalah ulama asal Malaysia yang bermukim di Makkah.

Sarang, 11 September 2011

Catatan : Artikel ini diolah dari ceramah Syaikhina Maimoen Zubair pada acara Akhirus Sanah Muhadloroh (1431/1432 H).



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.