Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Beranda Al Anwar

Rabu, 06 Maret 2013 - Abdul Ghofur Maimoen


Bersahaja

Nabi Muhammad di Madinah adalah seorang imam agung, bukan saja dalam urusan spiritual tetapi juga menyangkut politik. Jika berkenan, bisa saja beliau hidup dalam gelimang kemewahan. Tetapi beliau memilih hidup layaknya seorang hamba. Dan memang demikianlah seharusnya seorang pemimpin. Ibn Abbas meriwayatkan, bahwa Allah mengutus seorang malaikat bersama Jibril untuk menemui Nabi MuhammadSAW.

"Allah memberi pilihan kepada dirimu antara menjadi seorang hamba yang nabi atau raja yang nabil," kata malaikat utusan Allah kepada Nabi. Nabi Muhammad menoleh kepada Jibril AS, seperti minta pendapat. Dan Jibril memberi isyarat agar bertawadhu', rendah hati. Nabi Muhammad memberi jawaban kepada sang utusan, "Saya memilih menjadi seorang hamba yang nabi."

Nabi pun menjalani kehidupan di Madinah dengan sangat bersahaja. Beliau sama sekali tak ingin tampak menonjol di antara sahabat-sahabatnya. Tidak dalam berpakaian, bangunan rumah, dan yang lainnnya. Pada suatu hari seorang wanita berpapasan dengan rombongan Rasulullah SAW. Dia tak bisa mengerti siapa di antara mereka yang adalah Muhammad.

Di kesempatan yang lain, Rasulullah SAW melakukan perjalanan bersama rombongan sahabat. Pada saatnya istirahat, Rasulullah memerintahkan untuk memotong kambing.

"Saya yang bagian menguliti kambing!" kata seorang lelaki.

"Saya yang bagian memasak," kata yang lainnya.

Lalu kata Baginda Rasul, "Saya yang bagian mencari kayu bakarnya."

Para sahabat pun menyela, "Kami yang melakukan itu semua, wahai Rasul. Cukup kami saja."

"Saya tahu, kalian akan melakukan itu semua. Tapi saya tidak suka diriku tampak berbeda dari kalian semua. Dan sungguh Allah tidak suka melihat hambanya tampak berbeda dari sahabat-sahabatnya," petuah Nabi kepada mereka.

Sungguh itu bukan petuah untuk sahabat saja. Bahkan kepada kita semua sekarang ini ..

Allaahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammad!



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.