Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Beranda Al Anwar

Senin, 08 November 2021 - KH. Ahmad Wafi Maimoen


Jangan Merasa Mampu

لا تُفْرِحْكَ الطّاعَةُ لأَنَّها بَرَزتْ مِنَكَ، وَافْرَحْ بِها لأَنَّها بَرَزتْ مِنَ اللهِ إلَيْكَ. قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Janganlah ketaatanmu kepada Allah membuatmu gembira lantaran engkau merasa mampu melaksanakannya. Akan tetapi, bergembiralah kepada-Nya lantaran ketaatan itu terjadi karena karunia, taufiq dan hidayah Allah kepadamu.Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan

            Kebahagiaan seorang Muslim terhadap ketaatannya dibagi menjadi dua bentuk. Bentuk pertama kebahagiaan dengan memandang sisi ketaatan itu sebagai nikmat yang dikaruniakan dari Allah kepada kita, kebahagiaan ini adalah yang terpuji yang mana diperoleh dari seorang hamba yang senantiasa bersyukur. Adapun bentuk kedua, yaitu kebahagiaan memandang ketaatan itu lahir karena kemauan, usaha, upaya dan kegigihan diri, maka ini kebahagian yang tercela. Dan bentuk kedua ini menjadikannya kufur nikmat, musyrik (menyekutukan Allah). Ini disebut syirik khofi (samar). Kemudian dalam hati timbul ujub yang bisa menghapus kebaikan amal taat itu sendiri. Allah tidak memerlukan orang yang beribadah padanya, Allah berfirman:

وَمَن جَٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفۡسِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

            Kegembiraan dengan karunia dan rahmat Allah itu yang lebih baik dari harta benda dan apa saja dikumpulkan manusia. Karena semua itu akan habis sirna. Tapi karunia dan rahmat itu kekal dan abadi sampai sampai membawa kita ke dalam surga.

            Penggambarannya hati yang baru keluar dari selimut kegelapan dan masuk kepadanya cahaya Nur Ilahi akan melahirkan sikap gemar melakukan ketaatan kepada Allah Kalau dahulu dia memaksa dirinya untuk beribadat, kini dia merasa mudah untuk beribadat dan tidak merasa berat walaupun banyak ibadat yang dilakukannya. Perubahan yang berlaku ini disadarinya dan dia sangat bergembira dengan perubahan tersebut. Kadang-kadang dia membandingkan amal kebaikannya dengan amal kebaikan orang lain yang masih hanyut dalam kelalaian. Bertambah ketara kepadanya akan kekuatan dia melakukan ibadat. Bertambah pula kegembiraannya. Lahirnya perasaan demikian adalah karena kuat azamnya untuk berjuang membuang sifat-sifat tercela dan menghidupkan sifat-sifat terpuji. Apabila dia melihat sifat-sifat terpuji sudah menghiasi dirinya timbullah kegembiraannya karena usahanya telah mengeluarkan hasil yang baik. Beginilah kesan yang muncul pada orang yang bersandar kepada usaha dan amalnya. Inilah yang selalu berlaku kepada orang yang masih diperingkat permulaan, sebelum hatinya mencapai kematangan.

            Orang yang bersandar kepada usaha dan amalnya tidak dapat maju dalam bidang kerohanian. Jika dia mau maju dalam perjalanannya dia hendaklah mengubah haluan pandangannya. Dia tidak boleh lagi memandang dari amal kepada Allah, sebaliknya dia hendaklah memandang dari Allah kepada amal. Dia tidak seharusnya melihat amal sebagai kendaraan yang membawanya menuju Allah, sebaliknya dia seharusnya melihat amal itu adalah tarikan dari Allah agar dia dapat menuju kepada-Nya. Dia tidak seharusnya merasa gembira melihat amalnya membawanya hampir dengan Allah, karena penglihatan begini mengandungi tipu daya. Dia hendaklah melihat Allah saja yang bertindak membawanya hampir dengan-Nya. Amal yang lahir daripadanya adalah karunia Allah sebagai tanda bahwa dia dipersiapkan untuk bertemu dengan Tuhannya. Inilah seharusnya membuat dia bergembira.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.