Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Artikel

Jumat, 05 November 2021 - Tim Media PP. Al-Anwar


Orang yang Paling Memusuhi ISLAM

لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ وَلَتَجِدَنَّ اَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ  ٨٢

Pasti akan kamu (Nabi Muhammad) dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu (Nabi Muhammad) dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.” (QS. Al-Maidah : 82)

 

Orang yang paling memusuhi islam adalah orang-orang Yahudi, sebenarnya mereka tidak memiliki negara; bahkan sampai sekarangpun mereka walau dapat kita katakan memiliki negara namun masih diperselisihkan dan membuat heboh seluruh dunia, yakni berada di tanah Palestina. Karena hal itu, tanah tersebut kini terbagi menjadi dua; ada Palestina Arab dan ada Palestina Yahudi.

Seluruh orang Yahudi ini kafir, karena mereka tidak beriman kepada Nabi Isa AS, begitupun kepada Nabi Muhammad SAW, mereka juga tidak mengimaninya; orang-orang Yahudi ini dahulu pernah dijajah oleh Byzantium. Sama halnya dengan orang Islam kini, mereka juga dijajah. Memang seperti inilah takdir Allah, hal itu juga membuktikan kebenaran sabda Rasulullah SAW,

 

عن أبي سعيد رضي الله عنه  أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُم شِبْرًا بشبْر وذراعًا بذراع  حتَّى لو سَلَكُوا جُحْر ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ))  قلنا: يا رسول الله  اليهودُ والنَّصارى؟  قال النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم: ((فَمَن !))  (رواه الشيخان)

 

Diriwayatkan dari Abi Sa’id RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan dan kelakuan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga andaikan mereka masuk ke lubang kadal gurun, kalian juga akan memasukinya”, kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah SAW; (apakah maksud engkau) orang-orang Yahudi dan Nashrani?” Nabi SAW menjawab, “Lalu siapa lagi (kalau bukan mereka)?” -HR. Bukhori Muslim-

 

Lihat orang Islam, mereka juga dijajah, contoh saja Umat Islam Indonesia, dijajah Belanda selama 350 tahun. Bukan hanya Indonesia saja, seluruh wilayah Islam pernah dijajah. Hanya 3 tempat saja yang tidak pernah merasakan penjajahan; yakni Makkah, Madinah, dan Thaif. Makanya dalam tasbih tarekat Naqsabandiyah disebutkan,

 

سُبْحَانَ مَنْ شَرّفَ العَرُوْضَ عَلَى سَائِرِ المُدُنِ والقُرَى

Mahasuci Dzat yang telah memuliakan tanah ‘Arudl (Makkah, Madinah, dan Thaif) melebihi seluruh kota dan desa.

 

Ketiga daerah ini tidak bisa dijajah, karena suatu daerah yang dapat dijajah merupakan tanda bahwa orang-orang tersebut berdosa, contohnya Indonesia dijajah Belanda. Seluruh Arabpun juga pernah dijajah Prancis dan Inggris kecuali ketiga daerah tadi. Memang seperti itulah takdir Allah. Orang Yahudi dahulu juga pernah dijajah.

Kembali ke permasalahan orang-orang Yahudi yang saat ini menempati daerah yang masih terus disengketakan, ada sisi menarik dari hal tersebut. Bahwa walaupun Baitul Maqdis terus diperebutkan sampai saat ini, namun tidak dapat dipungkiri bahwa sejarah membuktikan pusat dari perkembangan dan kemuliaan itu bertempat di Baitul Maqdis, Palestina; oleh karena itu Allah SWT berfirman,

 

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ   ١

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (Al-Isra’ : 1)

Allah meng-isra’-kan Nabi Muhammad SAW menuju ke Baitul Maqdis, sebelum kemudian me-mi’raj-kannya. Dan jelas bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini oleh Allah dijadikan sebagai penyejuk kegundahan hati Nabi, mukjizat dan juga awal titik balik menuju periode baru bagi Dakwah Nabi Muhammad SAW.

Baitul Maqdis dahulu pernah dijajah, seratus tahun sebelum zaman Imam Ghozali. Pada saat itu penjajahan tidak bisa dilepas dari tanah tersebut; sekarangpun juga dijajah, entah bisa merdeka atau tidak; kemungkinan untuk merdekapun juga sedikit. Karena pada zaman sekarang sudah tidak pernah terlihat perang antara orang Islam dengan orang Kafir, kebanyakan malah orang Islam dengan orang Islam sendiri. Andaikata orang Islam menyatukan kekuatan, dimungkinkan Baitul Maqdis akan dapat merdeka dengan mudah. Namun bagaimanapun juga seperti inilah Takdir Allah, seperti inilah akhir zaman.

Namun demikian, yang membuat Islam ramai itu juga orang-orang Yahudi, makanya sebagian dari mereka ada yang sampai berpindah ke kota Madinah untuk menjemput Nabi akhir zaman, yakni Nabi Muhammad SAW; tapi mereka pamrih, berambisi untuk dapat jadi pemimpin dan tokoh masyarakat sehingga mereka tidak mendapatkan barokah dari Nabi Muhammad SAW. Orang Islam sekarangpun kebanyakan juga seperti itu, maunya jadi Kyai, biar kelihatan keramat; maunya jadi pemimpin, biar dipuja-puja.

Jadi, awalnya orang Yahudi itu mengajak pada kebaikan namun mereka pamrih. Mereka rela hijrah menuju Kota Madinah, karena sudah jauh-jauh hari mereka tahu, siapa itu Nabi Muhammad?; karena mereka juga tau bahwa kemenangan Nabi Muhammad bermula dari Madinah. Nah murid terdepan dari orang Yahudi adalah orang-orang Munafik; makanya pamrih, riya’, sum’ah merupakan sifat-sifat orang munafik.

Dari sini dapat dilihat, bahwa seseorang itu juga terpengaruh pada gurunya, kalau gurunya buruk, seperti orang Munafik yang memiliki guru orang Yahudi,  maka hasil akhirnya akan buruk; kalau gurunya baik, seperti para sahabat Anshor yang berguru pada Nabi Muhammad SAW, jadinya juga baik. Kok bisa seperti itu? Jangan tanya. Memang seperti itulah sunnatullah, Allah membuat aneh-aneh, kamu sudah diam saja.

Orang-orang Anshor itu merupakan pembela Nabi Muhammad SAW, mereka mulanya adalah orang-orang yang sangat fakir dan miskin, sehingga banyak dalam kitab-kitab fiqh menerangkan aturan menutup aurot untuk laki-laki mulai dari pusar sampai lutut, mengapa? Karena orang-orang Anshor dulu ini tidak memiliki apa-apa, hanya memiliki itu; sehingga kalau sholat hanya menutup antara pusar dan lutut. Sampai-sampai pernah ada cerita orang mau menikah, tapi setelah tahu ternyata calonnya orang Madinah, seketika ia tidak jadi menikah.

Semua berubah semenjak kedatangan Nabi, oleh Nabi diatur; mereka diberi pekerjaan, walaupun sedikit tapi merata; bagi orang yang memiliki 20 unta, disuruh untuk mempekerjakan orang lain, jadi semua orang sama-sama bekerja. Nabi Muhammad SAW memberi aturan bahwa rezeki itu harus ada, sehingga revolusi dari Nabi Muhammad SAW adalah tidak ada orang Islam yang fakir, semua orang Islam harus mulia, Allah SWT berfirman,

 

وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُونْ- ٨

Dan hanya milik Allah-lah kemuliaan, milik rosul-Nya, dan milik orang-orang Mukmin; namun orang-orang Munafik tidak mengetahuinya. (Al-Munafiqun : 8)

 

Kok ada orang Islam menyapu sendiri, makruh hukumnya, yang menyapu harus budaknya; makanya dalam kitab-kitab fiqh ada bab pembahasan mengenai aturan-aturan hukum terkait perbudakan. Dahulu budak yang jadi suruh-suruhan; tapi zaman sekarang, jangankan menyapu, orang Islam jadi kuli orang China saja dianggap biasa.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW itu sangatlah banyak, salah satunya hal ini; bagaimana bisa orang-orang yang awalnya sangat fakir menjadi begitu mulia, sampai-sampai tercetus hukum menyapu itu hukumnya makruh. Sahabat Anas bin Malik RA awalnya merupakan golongan orang-orang yang tidak punya. Namun pada akhirnya beliau memiliki istri 3; yang satu di Madinah, satu di Makkah, dan satu di Syam, itu belum termasuk budak perempuannya. Kalau orang-orang sekarang, memiliki satu rumah saja belum pasti.

Orang pertama yang sangat memusuhi Islam adalah orang Yahudi, bagaimana bisa? Padahal mereka sudah mengetahui “Nabi Muhammad itu siapa?”, “Islam seperti apa?” dari kitab Taurat.  Ini semua karena mereka tergoda syaitan, mereka hasud, semua perbuatan mereka pamrih tidak murni ikhlas karena Allah Ta’ala, hanya karena tujuan dunia saja; sehingga turunlah ayat ini. (QS. Al-Maidah:82)

Namun orang Yahudi yang tidak menurut pada Nabi Muhammad SAW ini oleh Allah dibuat sengsara, mereka diusir-usir terus; Namun walau begitu, anehnya orang-orang kaya itu berasal dari orang-orang Yahudi. Seluruh Bank sekarang ini dipegang oleh Yahudi dan Amerika; dari penuturan Syaikhina Maimoen Zubair, dahulu sewaktu beliau kecil sekitar tahun 1935 orang-orang Jerman menguasai Surabaya. Kalau ada orang Jerman lewat semua orang langsung hormat karena mereka kaya, seperti orang Yahudi sekerang.

Tapi walaupun kekayaan mereka melimpah, orang Yahudi tidak akan dapat merasakan kemuliaan, sebab mereka tidak memiliki negara sendiri; dulu sewaktu Nabi menguasai Madinah, Orang Yahudi yang tinggal di situ harus membayar. Namun anehnya mereka masih tetap terlihat kaya, sampai-sampai ada salah satu putra Sayyidina Umar RA yang ikut orang Yahudi.

Orang kedua yang memusuhi Islam adalah orang Musyrik, nah hal ini juga aneh; karena dahulu kebanyakan orang musyrik itu berada di Makkah, bagaimana bisa mereka memusuhi Nabi Muhammad SAW padahal mereka itu orang Quraisy, Quraisy itu merupakan suku asal Nabi Muhammad SAW, nasab mereka dekat dengan Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS.

Orang Quraisy ini bukan merupakan orang Arab asli, mereka berasal dari Babilonia. namun sekarang mereka sudah menjadi Arab. Sehingga orang Arab saat itu terbagi menjadi 4 golongan, ada Arab Qohthon, Arab Jumhur, Arab Badui, dan Arab Quraisy. Nah orang Quraisy ini tidak dimusuhi oleh orang Arab lain karena mereka merupakan orang-orang mulia, sebab merupakan keturunan Nabi Ibrahim AS. Keturunan Nabi Ibrahim AS disebut dengan Arya, suku Arya ini mampu membawa kemenangan, contohnya orang Barat, Yahudi, dan Quraisy; mereka ini juga merupakan keturunan Arya.

Beginilah semua hal terjadi, memang seperti itulah Allah berkehendak,

 

 لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُوْن – 23

Ia (Allah) tidak dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-Nya, namun merekalah yang akan dimintai pertanggungjawaban. (QS. Al-Anbiya’:23)

 

Segala hal yang terjadi di Dunia ini semua sudah kehendak Allah.

 

Disarikan dari Pengajian Ahadan Syaikhina KH. Maimoen Zubair Surat Al-Maidah : 82

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.