Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Artikel

Jumat, 29 Oktober 2021 - Tim Media PP. Al-Anwar


GENGSI DAN FANATISME BUTA KAUM KAFIR QURAISY

Dua kalimat syahadat sebenarnya adalah kalimat yang sangat sederhana, kalimat ini hanya terdiri dari ‘Asyhadu An Laa Ilaaha Illa Allah’ dan ‘Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah’ tetapi para kafir Quraisy sangat enggan untuk mengucapkannya, mereka bersikeras untuk tidak melafalkan dua kalimat syahadat, padahal mereka memahami makna dalam kandungan dua kalimat tersebut. Mereka tidak mau menerima konsekuensi yang terkandung dalam dua kalimat syahadat yang mengharuskan mereka untuk beribadah murni hanya kepada Allah SWT semata. Padahal sedari dulu para orang kafir Quraisy sebenarnya sudah menyembah Allah dan bersumpah menggunakan nama Allah, akan tetapi yang mereka sembah bukan murni Allah semata, mereka juga menyembah berhala yang mereka anggap sebagai wakil Allah dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka para kafir Quraisy tidak mau meninggalkan peribadatan mereka yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Hal ini menjukkan bahwa sebenarnya kaum Quraisy sebelum datangnya Islam sudah mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang wajib disembah. Padahal secara garis keturunan, mereka masih keturunan Nabi Ibrahim AS, hanya saja mereka إِلَّا وَهُم مُّشۡرِكُونَ, mereka mempersekutukan Allah SWT. Mereka juga memberi tambahan kalimat talbiyah yang seharusnya “لَبَّيْكَ اللَّهُمَ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ” menjadi “لَبَّيْكَ اللَّهُمَ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ إِلَّا شَرِيْكَ هُوَ لَكَ وَتَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ”. Dengan talbiyah ini, mereka beranggapan bahwa Allah memiliki sekutu, dan sekutu itu sendiri hanya dimilik oleh Allah.

            Ayat Al-Qur’an dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu ayat Kauniyah dan ayat Syar’iyah atau Kitabiyah. Ayat Kauniyah adalah ayat yang menjelaskan tentang alam semesta dan isinya, sedangkan ayat Syar’iyah atau Kitabiyah adalah ayat yang menjelaskan mengenai kitab suci. Salah satu contoh ayat Kauniyah adalah seperti dalam firman Allah:

وَكَأَيِّن مِّنۡ ءَايَةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ يَمُرُّونَ عَلَيۡهَا وَهُمۡ عَنۡهَا مُعۡرِضُونَ ١٠٥

Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.

          Apa itu artinya? Apabila dicermati dan diangan-angan, ayat ini menggambarkan orang kafir Quraisy, yang mana mereka sudah pernah melewati kampung yang dulunya dihuni oleh kaum Aad dan kaum Tsamud, dan mereka pastinya telah menyaksikan sisa-sisa tanda dari adzab Allah yang ditimpakan kepada kedua kaum tersebut karena mendustakan utusan Allah yakni Nabi Hud dan Nabi Sholeh, akan tetapi tetap saja kaum kafir Quraisy tidak mau beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kaum kafir Quraisy tidak mau mengakui Kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan Nabi Allah karena kesombongan mereka. Mereka menganggap Rasulullah SAW tidak layak menjadi nabi, karena pada saat itu usia Rasulullah SAW masih terbilang muda. Kaum kafir Quraisy juga tidak mau meng-esa-kan Allah, mereka tenggelam dalam fanatisme buta terhadap ajaran yang telah turun-temurun. Mereka para kafir Quraisy terlalu sombong, mereka mengandalkan silsilah keturunan dari Nabi Ibrahim. Mereka juga menyombongkan diri atas penghambaanya kepada Baitullah, mereka berkata “Ka’bah adalah rumah Allah, dan kamilah yang merawatnya. Apakah kita masih akan disiksa?” tentunya Allah tidak kekurangan cara untuk menyiksa kaum yang menyekutukan-Nya, salah satu cara Allah ialah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk hijrah ke kota Madinah. Kemudian tak berselang lama, sekitar tahun ke-2 Hijriyyah atau bertepatan pada 13 Maret 624 Masehi, terjadilah perang Badar yang menjadi awal kehancuran kaum kafir Quraisy. Lima tahun setelah terjadinya perang Badar, tepatnya pada tahun 8 Hijriyyah, terjadilah peristiwa Fathu Makkah. Rasulullah SAW dan para pasukan muslimin berhasil menguasai kota Makkah secara keseluruhan. Selain itu juga sekitar 360 berhala yang berada di dalam dan di sekitar Ka’bah berhasil dihancurkan oleh Rasulullah SAW.

            Bisa ditarik kesimpulan bahwa, sejak awal sebenarnya kaum kafir Quraisy sudah percaya dan tahu bahwa Allah adalah Tuhan pencipta langit dan bumi. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ 38 [الزمر: 38]

Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab, ‘Allah’

            Beberapa dari kaum kafir Quraisy juga ada yang menerima paham Dahriyah, yakni paham yang menganggap bahwa alam semesta ini tercipta dengan sendirinya. Dahriyah berasal dari kata Dahr dalam bahasa arab yang berarti masa atau waktu. Sekte ini dianut oleh suku Arab pedalaman, mereka menyandarkan segala sesuatunya pada masa, waktu. Mereka mengatakan, “Tidak ada kehidupan selain kehidupan kita sekarang ini. Manusia ada yang mati dan ada yang lahir. Tidak ada sebab kematian kita selain perjalanan waktu dan perputaran siang dan malam.” Sekte ini juga mengingkari adanya adanya Hari Kebangkitan, Yaumul Hisab dan Hari Pembalasan. Mereka disebut dalam Al-Quran Surah Al-Jatsiyah ayat 24:

ﵟوَقَالُواْ مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا نَمُوتُ وَنَحۡيَا وَمَا يُهۡلِكُنَآ إِلَّا ٱلدَّهۡرُۚ وَمَا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنۡ عِلۡمٍۖ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَظُنُّونَ ٢٤ﵞ [الجاثية: 24] 

“Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka tidak mempunyai pengetahuan sama sekali tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”

            Beberapa suku Arab penganut paham Dahriyah juga mengatakan, “Segala sesuatu di dunia ini terlepas dari campur tangan Allah.” Konon ada sebagian kecil suku Jawa yang menganut paham Dahriyah. Naudzubillah.

            Demikianlah kaum kafir Quraisy, mereka meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan, tetapi mereka juga menyembah berhala yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Meyakini Allah SWT adalah Tuhan belum cukup. Sebab Iman adalah mengakui dan meyakini tidak ada Tuhan selain Allah serta mengakui Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.