Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Selasa, 01 Maret 2011 | naya | No. Konsul 98 | Kategori Umum

Pertanyaan : Assalamu`alaikum Wr. Wb... ahlan wa sahlan sebelumnya. saya mau bertanya sekarang fenomena suap menyuap untuk membeli suatu jabatan sudah tidak biasa dilakukan. Misalnya pemilihan lurah dengan mengeluarkan uang sekitar 60 juta terkadang 100 juta untuk mendapatkan suara. Dan terus untuk membeli jabatan di dinas pemerintah bisa dikatakan CPNS sesuai ijazahnya S1 dengan uang 125 juta, D3 sebesar 100 juta dan lain sebagainya dan dikalangan Depag sendiri juga begitu. Yang jadi permasalahan, menurut pandangan agama haramkah kayak begitu ??? dan apa dalilnya. Tapi menurut orang dengan membayar ataupun menyuap kesejahteraan akan meningkat dengan gaji lancar, dapat pensiun dan kerja yang layak... suwun.


Wa`alaikum salam Wr. Wb. Saudari NAYA yang kami hormati, semoga Allah selalu memberkati anda.

suap menyuap memang seperti sudah menjadi adat di negri kita, mulai dari CPNS, pemilihan lurah, CAmat, dll. dalam Islam hukum suap (Risywah) hukumnya adalah HARAM baik bagi penyuap maupun yang disuap, sebagaimana Hadist Nabi:

عن إبن عمر قال : لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشى والمرتشى  (رواه أبى داود)

artinya: dari ibnu Umar Ra. beliau berkata, "Rasulullah melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap". HR. Abu Dawud

Penjawab : tim website

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.