Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Kamis, 07 Mei 2009 | Sulthony | No. Konsul 42 | Kategori Umum

Pertanyaan : Dalil adanya tuhan dengan menggunakan dalil asy"ariyahan tentang bahwa alam baru lalu butuh pencipta dibantah dalam buku-buku filsafat agama. Dan saya butuh jawaban balik, karena yang saya tahu, Said Ramadhon Bouti dan Qardhawi tetap menggunakan dalil klasik itu tanpa melangkah dengan enawab kritikan dari filsafat itu. diantara kritikannya adalah: 1- kalau memang bahwa prinsip baru ada yang membuat dari penelitian benda, ternyata ilmu saint modern membuktikan tidak harus begitu. 2- kalau tidak, lalu dari mana ide (bahwa sesuatu yang ada harus ada yang mencipta) itu muncul? 3- pengucapan istilah "alam" mengandaikan adanya tuhan sebelum pembuktian adanya tuhan dalam devinisinya. Dalam istilah mantik ini disebut keslahan pengambilan dadil yang disebut "musoodarot al-mathluub". sekian dulu, jawaban akan sangat membantu saya. karena iman saya tercabik-cabik oleh filsafat. Terimaksih.


Saudaraku yang berbahagia, mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah kepada kita supaya tetap di jalannya dan tidak terombang-ambing oleh pemikiran orang-orang yang tidak berpegangan dengan syariat Allah lebih-lebih orang kafir yang tidak senang kepada Islam bahkan berusaha menghancurkan Islam dengan cara apapun. Sebenarnya cukuplah Al-qur"an dan Al-hadist yang pasti kebenarannya sebagai pegangan kita, bukan filsafat yang kebenarannya masih belum pasti. Cukuplah Al-Qur`an dan Al-Hadits sebagai pegangan hidup bagi orang yang ingin selamat di dunia dan akhirat, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW :

 

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما : كتاب الله وسنة رسوله

 

 

"Aku tinggalkan padamu semua dua perkara yang engkau tidak akan sesat selama berpegang terhadap dua perkara itu yaitu : kitabullah dan sunnah rasulnya". Sedangkan dalil adanya Alloh yaitu firman Alloh:

 

 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

 

 

"Apakah tidak kamu lihat sungguh Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan haq, kalau dia menghendaki niscaya dia akan menghilangkan kalian semua dan menggantikan mahluk yang lain".

 

 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

 

 

"Allah telah menciptakan langit, bumi, dan dan isisnya selama enam hari".

 

 

Dari ayat-ayat ini bisa diambil kesimpulan wujudnya bumi dan langit serta yang ada di langit dan bumi tidaklah wujud dengan sendirinya melainkan adanya proses penciptaan, penciptanya adalah Allah.

 

Yang perlu kita kritisi apakah penemuan filsafat itu sudah benar? Kalau ya, menurut mereka dari mana mereka tahu kebenarannya? Sedangkan mereka hidup di masa sekarang.

 

Dalam hal ini kami sealur dengan langkah yang di ambil oleh Syekh Romadlon dan Syekh Yusuf Qordlowi dengan tidak memberikan tanggapan. Sebab 3 sangkalan yang yang mereka tidak sesuai dengan teori ilmu analog (`aqly).

 

Kalau sekedar dari penelitian yang hanya hanya berdasarkan perkiraan mereka, kenapa langsung dibenarkan?

 

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang tidak sanggup di jangkau oleh akal.

 

 

Terimaksih mudahan jawaban ini bisa bermanfaat.

 

Penjawab : Busyro lana

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.