Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Sabtu, 07 Maret 2009 | ilham | No. Konsul 26 | Kategori Umum

Pertanyaan : Assalamu'alaikum warahmatullah, Ada beberapa problem yang terjadi di masyarakat saya yang ingin saya tanyakan kepada para Ustadz dan Al-Kiram: 1. Benarkah hadits Nabi tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir adalah hadits Dha'if, karena dalam sanadnya ada perawi dha'if bernama 'Ashim bin Ubaidillah? Bagaimana hukum mengamalkan hadits dha'if? 2. Karena keluarga kami sering ditimpa musibah kecelakaan sehingga meninggal dunia. Dan, 'anehnya' saudara yag meninggal itu selalu tepat pada peringatan haul saudara yang meninggal sebelumnya. Oleh seorang pintar (untuk tidak menyebut kiai), kami disarankan melakukan amaliah ziarah pada jam 12 malam disertai menaruh air kelapa muda hijau di dalam kendi di atas kuburan saudara-saudara kami yang meinggal. Katanya untuk tolak bala. Dilanjutkan pula dengan bacaan Fida' Kubro 100 surat Al-Ikhas. Syirikkah amalan-amalan seperti ini? 3. Terkait nomer2, ziarah malam dipimpin sang "kiai" tersebut. Katanya, dalamziarah tadi dia melihat saudara-saudara kami di dalam kubur sedang disiksa.Mungkinkah itu terjadi? Maksudnya, dalam Islam, adakah manusia yang diberi kemampuan oleh Allah untuk melihat keadaan dalam kbur saat itu juga? Mungkin juga berdialog dengan penghuni kubur dsb? 4. Di Jawa Tengah, dalam dzikir sesudah shalat saya selalu mendengar para kiai berdzikir dengan membaca: ASTAGHFIRULLAHAL 'AZHIM ALLADZI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYAL QAYYUUMA WA ATUUBU ILAIH. Sedangkan di Jogja, bukan Al-HAYYA AL_QAYYUUMA tetapi AL_HAYYU AL-QAyyuumu. Apakah memang keduanya benar? Matur nuwun


maaf kami cuma menjawab yg pertama, bahwa sunnah mengadzani anak yg baru lahir, sebagaimana di kitab2 salaf.haditsnya menurut ulama hasan.yg mendoifkan adalah nasiruddin al-bany dan pengikut2nya.tp mereka orang2 wahaby. hati2 dgn wahabi.
Penjawab : pengurus

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.