Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Kamis, 14 Maret 2013 | kraganwong@gmail.com | No. Konsul 179 | Kategori Umum

Zakat Profesi

Pertanyaan : assalamu 'alaikum ustadz....... tolong jelasin masalah "zakat profesi", beserta dalil atau ibarotnya! makasih ustadz


Waalaikum Wr Wb.

Untuk masalah zakat profesi, ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan tidak wajib dan ada yang wajib. Pendapat yang kedua ini berlandaskan:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (19)

"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (QS. Azzariyaat (51): 19)

وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ

"Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya" (QS. Al Hadid (57): 7)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik," (QS. Al Baqarah (2): 267)

Ayat di atas menunjukkan lafadz atau kata yang masih umum; dari hasil usaha apa saja, "Infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik," dan dalam ilmu fiqh terdapat kaidah "Al 'ibrotu bi Umumi lafdzi laa bi khususi sabab", "bahwa ibroh (pengambilan makna) itu dari keumuman katanya bukan dengan kekhususan sebab."

Dan tidak ada satupun ayat atau keterangan lain yang memalingkan makna keumuman hasil usaha tadi, oleh sebab itu profesi atau penghasilan termasuk dalam kategori ayat di atas.

Sabda Rasulullah saw: "Bila suatu kaum enggan mengeluarkan zakat, Allah akan mengunjungi mereka dengan kekeringan dan kelaparan." (HR. Thabrani)

Pendapat Sahabat dan Tabi'in tentang harta penghasilan Para ulama salaf memberikan istilah bagi harta pendapatan rutin/gaji seseorang dengan nama "A'thoyat", sedangkan untuk profesi adalah "Al Maal Mustafad", sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat, diantaranya Ibnu Mas'ud, Mu'awiyah, dan Umar bin Abdul Aziz.

Abu 'Ubaid meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang seorang laki-laki yang memperoleh penghasilan "Ia mengeluarkan zakatnya pada hari ia memperolehnya." Abu Ubaid juga meriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz memberi upah kepada pekerjanya dan mengambil zakatnya," (DR Yusuf Qardhawi, Hukum Zakat, 470-472).

Sedangkan untuk waktu pengeluaran, Zakat Penghasilan profesi yang telah mencapai nishab, zakatnya dikeluarkan pada setiap kali menerimanya, diqiyaskan dengan waktu pengeluaran zakat tanaman yakni setiap kali panen, Allah berfirman:

وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ

"Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)" (QS Al An'am 141)

Untuk penghasilan harian atau pekanan yang belum mencapai nishab diakumulasikan selama satu bulan, bila mencapai nishab maka dikeluarkan zakatnya setiap bulan. Wallahualam.

Penjawab : Website Awr

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.