Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Selasa, 21 Juni 2011 | al_faqiir | No. Konsul 125 | Kategori Umum

Pertanyaan : Assalamu`alaikum, mau tanya tentang beberapa hal: 1. Dalam ayat wudlu, disitu ada "aidiyakum ilal_marofiqi" dan "wa arjulakum ilal_ka`baini", tolong jelaskan kenapa yang "aidiyakum" diikuti lafadz jama` juga (marofiq), tapi "arjulakum" diikuti lafadz tasniyyah (ka`bain)..?? 2. Dalil tentang pembagian warisan "jadd ma`a ikhwah" apakah ada di al-qur`an dan hadits..?? 3. Sifat Qudrat Allah hanya ta`alluq pada hal2 jaiz (wenang) saja, itu sebabnya Allah tidak menciptakan batu yang Allah sendiri tidak kuasa mengangkatnya. Apa benar??, tolong dijelaskan.. 4. Ketika wanita haid, dimulai di waktu dluhur (dalam keadaan belum sholat dluhur) dan berakhir di waktu ashar (di hari yang lain). Sholat apa saja yang wajib diqodlo`?? Terimakasih.. Mohon maaf dan mohon penjelasannya.. Wassalamu`alaikum..


Wa`alaikum Salam. Berikut jawaban atas pertanyaan anda; (1) Karena mirfaq (sikut) pada setiap tangan hanya terdapat satu, maka lafadz mirfaq didatangkan dengan shighot jama` sesuai dengan lafadz aydiyakum yang juga jama`, sedangkan lafadz ka`bayn pada setiap kaki terdapat dua, maka cocok jika menggunakan shighot tasniyah. Sebab yang lainnya, karena bentuk jama` lafadz mirfaq, yaitu marofiq, sering disebut dalam kalam Arab, berbeda dengan jama`nya lafadz ka`b yang jarang disebut, dikarenakan mempunyai banyak bentuk jama`.

(2) Hukum Jadd ma`a ikhwah tidak terdapat dalam Al-Qur`an maupun Sunnah, melainkan merupakan ijtihad para sahabat. Menurut Abu Bakar, Ibnu Abbas, dan sebagian besar sahabat serta tabi`in, jadd berkedudukan seperti abun secara mutlak, maka jadd bisa meng-hujb ikhwah. Dan menurut sayyidina Ali, Zaid bin Tsabit, dan Ibnu Mas`ud, jadd hanya sama dengan abun dalam beberapa hal saja. Untuk lebih jelasnya lihat I`anatut Thalibin vol. III/375 cet. Darul Fikr th. 1998 M.

(3) Sifat Qudrot memang ta`alluqnya pada jaizat saja, tidak pada mustahilat. Artinya sasaran kerjanya hanya hal-hal yang mungkin, bukan koq Allah tidak mampu untuk mewujudkan selainnya. Contoh yang mustahil adalah menciptakan syarik (sekutu) bagi Allah dalam ketuhahanan. Tentu hal ini tidak mungkin Allah lakukan, karena Allah sudah berfirman dalam Al-Qur`an bahwa tidak ada yang menyukutuinya dalam ketuhanan. Dan contoh yang anda paparkan itu, yaitu batu yang Allah tidak kuat mengangkatnya, apakah merupakan mustahilat? Kami kira itu masuk dalam jaizat.

(4) Wajib meng-qodlo solat dhuhur sampai asar di hari darahnya mampet, dengan catatan, wajib meng-qodlo dhuhur jika durasi waktu antara masuk waktu dhuhur dan keluarnya darah cukup jika dipakai untuk bersuci dan solat dhuhur. Jika tidak cukup, maka tidak wajib meng-qodlonya.

 

Penjawab : Tim Website

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.