Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Minggu, 06 Maret 2011 | amu_ahmad | No. Konsul 100 | Kategori Umum

Pertanyaan : Assalamualaikum apa pendapat ustadz mengenai ayat wa laa tasytaruu bi ayaatii,,,,berkaitan dengan MTQ


Ayat tersebut (Surat al-Baqoroh ayat 41) sebenarnya tentang kelakuan ulama Yahudi. Mereka tidak mau memberitakan kerasulan Nabi Muhammad kepada kaumnya, yang mana hal itu terdapat dalam kitab Taurot. Mereka khawatir jika mereka menyampaikan hal itu pada kaumnya, mereka akan kehilangan sumber pendapatan yang mereka terima dari kaumnya itu. Maka Allah menegur mereka, bahwa jangan menukar ayat-ayat Allah dengan harta yang di mata Allah sangat sedikit jumlahnya.

Jadi ayat ini tidak ada hubungannya dengan MTQ. Adapun hukum mengambil upah dengan mengajarkan al-Qur`an menurut Imam Syafi`i, Imam Malik, Imam Ahmad dan jumhur ulama hukumnya boleh, dengan catatan dia tidak bisa mendapatkan nafkah dari pekerjaan lain disebabkan mengajarkan al-Qur`an. Dan jika dia bisa mendapatkan pekerjaan lain, serta mengajarkan al-Qur`an menjadi kewajiban baginya, maka hukum mengambil upah tidak boleh. Tapi dia boleh menerima upah dari baitul mal. Untuk lebih jelasnya lihat Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Baqoroh ayat 41.

Penjawab : Tim website

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.