Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Konsultasi Agama
Kamis, 20 November 2008 | Miftah | No. Konsul 4 | Kategori Umum

Pertanyaan : Dalam kitab-kitab fiqih kita banyak keterangan tentang air yang muthlaq termasuknya adalah air es glondongan. Yang saya tanyakan adalah bagaiman tatacara wudlu menggunakan air es glondongan? Sekelangkong katsiroo……


WUDLU MENGGUNAKAN ES GELONDONGAN
Kaifiyah atau tata cara berwudlu dengan menggunakan air dalam keadaan beku; masih berbentuk batu es (es glondongan, jawa) adalah sama dengan tata cara melakukan wadlu dengan air yang cair. Bedanya adalah berwudlu dengan es glondongan ketika membasuh (ghoslu) anggota wajah, tangan dan kaki, es tersebut harus dicairkan terlebih dahulu. Hal ini merujuk pada kata ghoslu dalam al-Qur’an yang kandungan maknanya tidak sebatas membasuh akan tetapi harus ada sayalanul maa’ (aliran air), tidak sebatas usapan air. Sedangkan mengusap (mashu) sebagian kepala tidak disyaratkan untuk mencairkan es terlebih dahulu, namun cukup es langsung diusapkan kesebagian kepala.

الفقه الإسلامي وأدلته - (ج 1 / ص 470)
والإسباغ في الوضوء والغسل: تعميم العضو بالماء، بحيث يجري عليه، ولا يكون مسحاً، لقوله تعالى: {فاغسلوا وجوهكم..} [المائدة:6/5]، والمسح ليس غسلاً. فإن مسح العضو بالماء، أو أمرَّ الثلج عليه، لم تحصل الطهارة به؛ لأن ذلك مسح لا غسل، إلا أن يكون الثلج خفيفاً فيذوب، ويجري على العضو.

Penjawab : Busyro Lana

© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.