Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Beranda Al Anwar

Sabtu, 31 Oktober 2020 - KH. Ahmad Wafi Maimoen


Jangan Salah Memilih Teman

لَاتَصْحَبْ مَنْ لَايُنْهِضُكَ حَالُهُ، وَلَايَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ

“Janganlah kamu berteman dengan orang yang perilakunya tidak membangkitkanmu menuju Allah SWT, dan ucapannya tidak memberi petunjuk padamu ke jalan Allah.”

       Artinya, kamu jangan sampai bergaul atau bahkan bersahabat dengan orang yang perilaku dan cita-citanya tidak terarah menuju kepada Allah SWT, dan juga ucapannya tidak memberi petunjuk kepadamu agar selalu berada di jalan Allah SWT.

       Ada orang berkata; Allah telah memuliakanku dengan limpahan hidayahNya setelah lama ada dalam kesesatan, sehingga saya bisa tekun melaksanakan perintah-perintahNya, setelah lama jauh berpaling dari ketaatan akan kewajiban-kewajibanku kepadaNya. Namun, insting manusiawiku selalu mengajak bermaksiat, bahkan mendorong untuk mengulanginya. Bagaimana enaknya dan apa solusinya?

       Pertanyaan semacam ini, di dalam banyak kondisi jawabanya satu. Yaitu uraian Ibnu ‘Athaillah berikut.

       Iklim sekitar yang ditempati seseorang memiliki peran penting didalam mentukan datangnya hidayah Allah atau menghilangkannya. Terlebih anak muda yang masih belum kebal atas pengaruh lingkungan dan tabiaatnya memang cenderung mudah terpengaruh lingkungan sekitar.

       Jika masyarakat sekitar yang menjadi objek interaksi dalam kesehariannya termasuk orang-orang shalih, tekun beribadah dan taat perintah Allah SWT. Dan tergolong orang-orang yang hatinya penuh dengan perasaan kehambaan di hadapan Allah. Maka orang itu akan tambah baik, tekun beribadah, serta akan selalu mendekatkan diri kepadaa sang Khalik dengan rajin ibadah. Dia jerah, tidak ingin mengulangi pekerjaan-pekerjaan yang menyebabkan murkaNya.

       Namun, jika orang sekitarnya termasuk orang-orang yang ahli maksiat, biasa bersantai-santai dan mereka selalu berada dalam penyimpangan syariat. Maka lingkungan itu akan berpengaruh pada kepribadiannya, sehingga kelak ia akan meluapkan jeritan penyesalan atas apa yang dilaluinya. Dan hatinya akan terasa sempit, karena selalu didorong oleh amukan badai keinginan yang tak terkendalikan dalam desakan naluri dan nafsunya.

       Hanya saja, hal ini banyak tidak disadari oleh mayoritas masyarakat, sehingga mereka tidak perduli dengan lingkungan dan pergaulan putra-putrinya.

       Ketahuilah! Seseungguhnya Allah memiliki sifat-sifat yang juga disalurkan kepada para hamabaNya. Dia memiliki sifat kasih sayang (Rahmah), dengan sifat itu Dia menghadap kepada para hambanya yang betul-betul merasa menjadi hamba yang dimilikiNya. Maka, hamba yang selalu tekun beribadah, dzikir, istighfar, penuh ta’dzim serta cepat bertaubat atas segala keteledoran, akan mendapat rahmatNya. Begitu juga Dia akan murka menghadapi hamba yang nyeleweng, fasik dan meremehkan atas ketentuan-ketentuan syariatNya.

       Ketahuilah! Sifat kasih sayang yang Allah tampakkan kepada salah seorang hamba, jangan dikira hanya tertancap melekat dalam lubuk hatinya. Akan tetapi, juga akan muncul dan tampak terpancar pada anggota lahir yang akan bersinar pada anggota tubuhnya. Lalu sinar itu akan merambat pindah terhadap orang-orang yang dekat dengannya, berupa sahabat dan sanak famiinya dengan tanpa terlihat. Karena sinar itu bukan termasuk model sinar yang bisa terlihat melalui gedung, tanah dan bangunan-bangunan seperti pada adatnya.  Namun, lebih serupa pada wangi bunga melati yang harumnya akan pindah dengan cepat pada orang yang mendekatinya, tanpa terlihat mata.

       Maka jika kalian berteman dan mendekat kepada tipe orang seperti ini, hati anda akan menjadi lapang dan selalu ada dalam lindungan Tuhan.

       Begitu pun orang yang memiliki sifat dan karakter jelek, juga akan tampak pada anggota lahirnya yang akan berpengaruh pada orang sekitarnya. Dengan cepat sifat-sifat itu juga akan menjalar pindah pada teman, shahabat, sanak famili dan orang disekelilingnya. Dan orang yang memilih dekat dengan tipe orang yang kedua ini, hatinya akan keras dan sempit serta selalu ada dalam belenggu nafsunya yang menyesatkan.

       Begitulah pengaruh lingkungan dan pertemanan, sangat menentukan akan kualitas pertumbuhan moral generasi-generasi yang diharapkan di masa depan.

       Uraian di atas sangat serasi dengan sabda Nabi berikut:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً (متفق عليه)

“Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, maka mungkin dia akan memberikannya kepadamu atau mungkin juga kamu akan membeli darinya, atau paling tidak kamu mencium bau wangi di sekitarmu. Adapun pandai besi, maka kalau dia tidak membakar pakaianmu maka paling tidak kamu mencium bau busuk di sekitarmu”. (HR. Bukhori Muslim)

       Jadi kita paham, bahwa iklim atau lingkungan hidup sangat berpengaruh pada perkembangan hidup kita dan anak-anak kita. Sekarang tinggal kita mau pilih yang mana, untuk  menentukan nasib anak cucu kita. Di lingkungan pendidikan yang mengedepankan akhlak dan adab yang mengutamakan bimbingan kecerdasan spiritual, atau kecerdasan intelektual? Di lingkunangan agamis atau yang hanya moderen?

       Yang jelas pilihan anda untuk anak-anak kalian sangat menetukan terhadap masa depan mereka kelak. Jika mereka ditaruh di lingkungan yang masyarakatnya lalai akan perintah-perintah Allah dan berani lakukan larangan-laranganNya. Maka bisa dipastikan dia akan memiliki masa depan yang gelap dan sulit untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.

       Dan jika anda memilih lingkungan yang sehat, mapan dan agamis, sekiranya di sana menemukan teman yang dapat membimbingnya ke jalan Allah. Memiliki cita-cita dan tujuan yang selalu terkait dengan Allah, melangkah dengan penuh tawakkal kepadaNya. Maka anak-anak anda yang berkumpul dengan teman seperti itu, akan menjadi generasi harapan bangsa dan menjadi Mentari yang menyinari sekitarnya. Dan tentunya, generasi seperti itu yang ditunggu-tunggu dan didambakan oleh semua lapisan masyarakat. Semoga bisa terwujud!



© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.