Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Hikmah

Selasa, 25 Agustus 2020 - KH. Ahmad Wafi Maimoen


Hanya Allah Tempat Mengadu

لاتتعد نية همتك على غيره        فالكريم لاتتخطاه الآمال

"Janganlah cita-citamu kau tujukan kepada selain Allah, karena Al-Karim (yang maha pemurah) tidak akan dapat dilewati oleh angan-angan"

Himmah (Cita-cita) adalah keinginan yang selalu ada dalam pikiran, himmah yang kuat dan hasrat yang tinggi akan membuat orang lemah menjadi kuat, orang sakit menjadi sehat, orang yang malas menjadi rajin.

Seseorang yang mempunyai perasaan yang luhur kebanyakan enggan menyampaikan hajat kepada selain sang pemurah, karena mereka mengerti bahwasanya mereka tidak akan mendapatkan apapun pada selain sang pemurah dan pada hakikatnya sang pemurah (Al-Karim) hanyalah Allah.

Alharits Al-Muhasibi berkata,” Al-Karim(sang pemurah) adalah yang memberi hajat sebelum diminta”.

Jika engkau memiliki kehawatiran dan takut dari gangguan orang dzalim, maka mengadulah pada dzat yang telah berfirman

 

قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا (Qs. Thaha, 46)

Dia(Allah) berfirman :’’ Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kalian berdua’’

Jika engkau berangan-angan fisikmu ingin sehat, maka bersegeralah datang kepada dzat yang telah dijadikan pengaduan oleh nabi Ibrahim

 

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ   (QS. As-syura’ 80)

Jika aku sakit maka alloh yang menyembuhkanku”

 

Jika kau berharap keinginanmu terpenuhi maka taruhlah harapanmu kepada Allah, karena hanya Allahlah sang pemurah yang hakiki dan Allahlah yang memberi sebelum diminta .

Maka, tidaklah pantas jika himmah kita kita tujukan kepada selain Allah karena tidak ada yang pemurah yang hakiki kecuali Allah. Dia maha memberi sebelum diminta hamba-Nya, banyak pemberian Allah kepada hamba-Nya sebelum diminta, dan banyak pula kebutuhan hamba-Nya yang diberikan oleh Allah tanpa diminta.

Al-Karim juga diartikan yang berkuasa, maka ia memberi manfaat. Apabila berjanji, maka Dia menepati janjinya, apabila memberi, maka lebih memuaskan dari harapan, tidak peduli berapa banyak yang Dia berikan dan kepada siapa Dia memberi.

Allah berfirman dalam Al-Quran bahwasanya Allah menyuruh hamba-Nya agar meminta kepada-Nya

 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ   ( غافر 60 )

“Tuhan kalian (Allah) telah berfirman : Mintalah kepadaku maka aku akan mengabulkanya”

 

Beda halnya dengan manusia yang marah bila selalu diminta, Allah malah marah kalau tidak diminta dan marah jika hamba-Nya meminta pada selainya. seperti sabda nabi :

 

قال النبي صلى الله عليه وسلم : مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Seseorang yang tidak meminta pada Allah maka Allah akan marah pada orang itu

 

Dan perkataan seorang penyair :

 

لاَ تَسْأَلَنَّ بَنِي آدَمَ حَاجَةً *** وَسَلِ الَّذِي أَبْوَابُهُ لاَ تُحْجَبُ


“Jangan sekali-kali engkau meminta hajatmu kepada anak Adam…
Akan tetapi mintalah kepada Dzat yang pintu-pintunya tidak pernah tertutup”

اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ *** وَبَنِي آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ


“Allah murka jika engkau tidak meminta kepadaNya
Adapun anak Adam jika engkau meminta-minta kepadanya maka ia marah”

 

 

Karena Allah adalah tempat meminta, tempat mencurahkan segala isi hati, maka janganlah sekali-kali cita-cita dan harapan kita arahkan kepada selain Allah. jika kita salah kepada siapa kita meminta, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Kalaupun ada pasti itu semu, polesan, dan pada akhirnya tiada.

 

‘Izzudin bin abdul aziz dalam kitabnya membagi sifat-sifat Allah, sifat Allah dibagi menjadi dua yaitu sifat yang khusuh untuk Allah dan mungkin untuk dijadikan ahlak, mungkin untuk dijadikan ahlak ada dua bagian, ada yang tidak boleh dijadikan ahlak dan ada yang syariat menganjurkan untuk meniru. yang syariat menganjurkan untuk meniru diantaranya adalah Al-Karim (pemurah).

Sifat pemurah adalah sifat yang mulia, Allah menjauhkan orang yang mempunyai sifat pemurah dari api neraka. Orang yang bodoh yang murah lebih dicintai Allah dari pada ahli ibadah yang pelit.

Seperti sabda Rosulullah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَالِمٍ بَخِيلٍ.

 

Diceritakan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: “Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari menusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih Allah cintai dari pada seorang 'alim yang bakhil.”.

Semoga kita dapat meniru sifat pemurah Allah.



© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.