Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Link

Senin, 17 Agustus 2020 - عو الملة نوفل


Aneh! Hubungan Indonesia dengan Sejarah Islam

 

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ - ١٠٧

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Nabi Muhammad adalah Nabi yang paling akhir, sekaligus Nabi yang paling mulia. Beliau diutus oleh Allah sebagai Rahmat -bentuk kasih sayang Allah- kepada seluruh alam, tidak hanya pada umat tertentu, termasuk juga bangsa Indonesia.

Jika kita teliti, bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang aneh. Indonesia merdeka pada hari jumat, 17 Agustus 1945 M. yang juga bertepatan dengan 8 Ramadhan 1364 H., hal ini mirip dengan bulan diangkatnya Nabi Muhammad SAW. oleh Allah menjadi rasul di Gua Hira, yakni tanggal 17 Ramadhan dan bertepatan pada 8 Agustus 611 M., ini sungguh aneh kaitannya dengan Islam. Makanya sering dikatakan beda tapi sama, sama tapi beda.

Bukan hanya itu saja, Indonesia itu merupakan negara penghasil padi yang sangat besar, namun mengapa kok dulu sering makan nasi jagung, nasi singkong, lalu dikemanakan penghasilan padinya, ini sangat aneh. Sekarang pun juga aneh, sekarang sudah banyak yang makan nasi, Alu (alat penumbuk) juga sudah hilang. Jaman dahulu setiap pagi para perempuan selalu menumbuk, sehingga tangannya kasar, tapi itu malah yang disukai para lelaki, karena agar bisa dibuat menggaruk punggungnya. Tapi walaupun semua itu sudah hilang, tetap saja Indonesia belum bisa makmur, apa sebab? Menurut beliau KH. Maimoen Zubair karena kebanyakan orang Indonesia masih mata duitan, andai saja sifat itu sudah hilang, Indonesia pastilah makmur.

Keanehan Indonesia ini sangat mirip dengan keanehan agama Islam, tidak ada bangsa mayoritas Islam yang aneh seperti halnya Indonesia, Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda:

بدأ الدين غريبا وسيعود غريبا كما بدأ

Agama Islam itu lahir dalam keadaan asing (aneh), dan akan kembali lagi menjadi aneh seperti mulanya.

Agama Islam turun pertama kali di Arab, ini juga aneh. Karena bangsa Arab adalah bangsa yang tidak memiliki budaya, makanan khaspun juga tidak punya, karena orang Arab dahulu adalah para pemburu, makan dari hasil buruan. Berbeda dengan Indonesia yang masih memiliki makanan khas, bahkan sangat banyak, Pecel Madiun misalnya, Gudeg Jogja, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, termasuk dari salah satu tanda bahwa Allah sangatlah bijaksana adalah bahwa tupai Arab dihukumi halal, karena tupai Arab tidak memiliki taring, berbeda dengan tupai Indonesia, haram hukumnya memakannya.

Bukan hanya itu saja keanehan Arab, orang Arab baru menunjukkan kearaban kalau sudah mengerti mana daerah yang dikuasai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya, karena daerah itulah yang dinamakan daerah Arab asli. Timur dibatasi oleh teluk Persia, Barat dibatasi Laut Merah, Utara dibatasi daerah Tabuk, dan Selatan dibatasi oleh Yaman atau Laut Hindia. Daerah itulah yang dikuasai oleh Nabi Muhammad semasa hidup beliau, dan hal itu menurut KH. Maimoen Zubair adalah salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad SAW juga memiliki jiwa nasionalisme, bahkan tidak ada yang mengalahkan beliau. Jadi “Satu nusa, Satu bangsa, Satu bahasa” merupakan hal yang dipelopori oleh Nabi Muhammad SAW. Satu nusa Arab, satu bangsa Arab, satu bahasa Arab, satu tanah air Arab.

Bangsa Arab dahulu juga adalah bangsa yang terjajah, selatan Makkah dijajah oleh bangsa Ethiopia, utara Makkah dijajah oleh bangsa Romawi, timur Makkah dijajah oleh bangsa Persia. Namun sejak Nabi diutus mulailah kehidupan bangsa Arab menjadi lebih baik; hanya 3 daerah Arab yang tidak pernah terjajah, yaitu Makkah, Madinah, dan Thaif, yang juga disebut sebagai daerah ‘Arudl oleh Tarekat Naqsabandiyah, oleh karena dalam Tarekat tersebut ketika berdoa harus menyertakan membaca, يا من شرّف العروض على سائر المدن والقرى . juga biasa disebut oleh orang Arab sebagai daerah Hijaz, juga ada yang menyebut daerah Quraisy. Seperti yang diisyaratkan oleh Allah dalam firmannya:

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ١  اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِۚ - ٢

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, 2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

 

Bangsa Quraisylah yang dimuliakan oleh Allah, dengan cara membuat mereka mengerti tentang musim panas dan musim dingin. Oleh karena itu Quraisy lah satu satunya daerah yang tidak dijajah karena dimuliakan oleh Allah. Namun Nabi Muhammad SAW tidak mengakui hanya bangsa Quraisylah yang arab, namun seluruhnya. Sehingga Nabi Muhammad SAW mempersatukan seluruh Arab menjadi Satu Nusa Arab, Satu Bangsa Arab, Satu Bahasa Arab, dan Satu Tanah Air Arab.

Empat hal itulah yang penting, dan semua itu sebenarnya dapat kita pahami dari tanda yang telah diberikan oleh Allah di dalam diri kita sendiri, sehingga dikatakan من عرف نفسه فقد عرف ربه , barangsiapa mengenal dirinya sendiri, maka ia pasti mengenal Tuhannya. Salah satunya adalah manusia oleh Allah diberi lima jari. Namun sebenarnya yang pilar adalah empat, keempat jari-jari ini berkumpul, namun berbeda dan tidak pernah bisa berhadapan, yang bisa berhadapan hanyalah Ibu jari. Sama halnya dengan Pancasila, oleh karena itu “Ketuhanan Yang Maha Esa” berada di tengah, karena haruslah “Ketuhanan Yang Maha Esa” ini menjiwai seluruh empat pilar tadi.

Jadi kita sebagai umat Islam bangsa Indonesia haruslah selalu mengikuti Nabi Muhammad SAW dalam hal apapun, juga dalam masalah nasionalisme ini, kita harus selalu mencintai nusa, bangsa, bahasa, dan tanah air kita; dan selalu bersyukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan limpahan rahmat-Nya, terkhususnya kemerdekaan bangsa Indonesia ini dari penjajahan, dan selalu iman terhadap segala Qodlo’ dan Qodar Allah dalam bentuk apapun.

Disadur dari salah satu mauidhoh hasanah Syaikhina KH. Maimoen Zubair tentang kemerdekaan


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Rabu, 9 Sep 2020
Ilmu pun Bisa Hilang
Sabtu, 29 Agu 2020
Di balik 10 Muharrom
Selasa, 28 Jul 2020
Puasa Tarwiyah dan Arafah
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.