Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Hikmah

Kamis, 13 Agustus 2020 - KH. Ahmad Wafi Maimoen


Allah Ada dan SelainNya Tiada

كان الله ولا شيء معه وهو الان ما عليه كان

"Allah itu ada, dan tiada sesuatu besertaNya. Dia kini adalah tetap sebagaimana adaNya semula (Tidak berubah)"

كان الله ولا شيء معه

Allah itu ada, dan tiada sesuatu besertaNya

adalah kutipan dari hadist Nabi yaitu:

كان الله تبارك وتعالى قبل كل شيء

Dan juga hadist:

كان الله ولم يكن شيء قبله

Hikmah ini sebenarnya ditujukan kepada mereka yang telah mendapatkan maqom fana’, mereka adalah  orang-orang yang tidak bisa melihat kecuali melihat tuhannya, karena mereka menganggap setiap hal didunia ini pasti ada hubungannya dengan tuhannya, dan juga mengajarkan kita bahwasanya tidak ada segala sesuatu sebelum Allah.

Sebagai penguat dari hikmah ini salah satunya adalah sebagian dari pakar teologi Islam telah memberi bukti ilmiah, bahwa sesuatu selain Allah adalah baru dan pasti ada yang menciptakan, contohnya  alam itu berubah dan setiap perkara yang berubah itu baru dan setiap perkara yang baru itu pasti ada yang membuat. Sehingga bisa dipastikan hikmah ini adalah penguat pokok-pokok akidah Islam yang telah kita ketahui.

Bagaimana bisa sesuatu selain Allah dikatakan tidak ada menurut orang-orang yang mendapatkan maqom tersebut padahal kita menyaksikan dengan mata telanjang tentang adanya langit, bumi dan sebagainya?

Maka sekali-kali kita jangan terjebak dalam pertanyaan dangkal seperti itu, sebab langit, bumi dan sebagainya bisa dikatakan ada jika Allah berkehendak, jika kita contohkan balita yang hendak berdiri butuh memegang erat tangan ayahnya, kalau dikatakan anak tersebut memiliki sifat berdiri yang sama dengan sifat berdirinya ayahnya, maka anak tersebut masih membutuhkan pegangan erat sang ayah. Ini menunjukan sifat berdirinya sang anak ada jika sang ayah memeganginya dan jika ayahnya melepas pegangannya maka anak tersebut tidak memiliki sifat berdiri, sama halnya dengan alam semesta ini.  Maka dari itu tak semestinya kita sebagai orang yang telah mengerti hikmah ini terlalu menganggap penting urusan-urusan dunia atau bahkan sampai terlena oleh dunia, karena pada hakikatnya yang ada adalah Allah.

 

وهو الان ما عليه كان

Dia kini adalah tetap sebagaimana adaNya (Tidak berubah).

Merupakan pelebaran dari bagian sebelumnya, yaitu sejak sebagaimana zaman dahulu tiada sesuatu yang menyertai Allah begitu juga kini dan esok hari tidak ada sesuatu selainNya.

Telah kita pahami bahwa dzat yang wajib adanya hanyalah satu, yakni Allah dan tidak ada sesuatu bersamaNya. Dia adalah dzat yang ada dan berdiri sendiri, tanpa ada yang menyertai. Dan dialah dzat yang ada sejak zaman azali, kini dan selamanya. Ketika kita sudah mengerti bahwa barang disekitar kita yang terlihat pada hakikatnya itu tidak wujud, karena semua itu dikendalikan oleh Allah dan jika Allah berkehendak melepas wujud benda itu maka benda itu akan hilang. Maka kita mengerti bahwa segenap mahluk yang ada tidak memiliki daya dan upaya, semua gerak-geriknya ada dalam kontrol kekuasaan Allah yang maha esa.

 Ini sama dengan syair dari Labid yang di benarkan rasululloh

الا كل شيء ما خلا الله باطل       وكل نعيم لا محالة زائل

“Ketahuilah bahwa segala sesuatu itu selain Allah adalah palsu dan segala kenikmatan pasti sirna”

Semoga kita diberi kenikmatan oleh Allah bisa sampai pada maqom ini.

 


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Minggu, 24 Mar 2019
Sikap Orang Bodoh
Sabtu, 15 Des 2018
Keniscayaan Wujud Allah SWT
Rabu, 24 Okt 2018
Tanda Kekuasaan Allah
Senin, 1 Okt 2018
Mengendalikan Diri
Sabtu, 24 Mar 2018
Cahaya Ilahi
Jumat, 2 Mar 2018
Membersihkan Hati
Selasa, 30 Jan 2018
Tubuh Adalah Ekspresi hati
Senin, 22 Jan 2018
Hikmah ke–12 'Uzlah
Sabtu, 6 Jan 2018
Menjadi Beda
Jumat, 29 Des 2017
Tujuan Amal Manusia
Jumat, 15 Des 2017
Warna-Warni Amal Manusia
Jumat, 2 Des 2016
Bahaya Riya'
Kamis, 3 Nov 2016
Al Ghofil dan Al ‘Aqil
Jumat, 9 Sep 2016
Terkabulnya Do'a
Selasa, 3 Mei 2016
Yakin pada Janji Allah
Jumat, 8 Apr 2016
Menjaga Hati
Rabu, 6 Jan 2016
Pasrah kepada Qadar Allah
Senin, 16 Nov 2015
Memposisikan Diri Dalam Beramal

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.