Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Beranda Al Anwar

Sabtu, 01 Agustus 2020 - KH. Ahmad Wafi Maimoen


Ihsan

شعاع البصيرة يشهدك قربك منه وعين البصيرة يشهدك عدمك لوجوده وحق البصيرة يشهدك وجوده لا عدمك ولا وجودك

“Sinar mata hati (Cahaya akal) menunjukkan betapa dekatnya Allah denganmu, Mata hati (Cahaya ilmu) menunjukkan tiadanya dirimu karena wujudnya Allah, kebenaran mata hati (Cahaya ilahi) hanya menunjukkan wujudnya Allah, bukan ketiadaanmu ataupun wujudmu”.

                Ihsan adalah derajat penghambaan yang sangat tinggi karena seorang hamba merasa sangat dekat dengan tuhannya (Allah). ini sesuai dengan hadist nabi:

اْن تعبد الله كاْنك تراه و إن لم تكن تراه فإنه يراك

Ihsan mempunyai 3 tingkatan :

1.شعاع البصيرة  

                Yaitu ilmu yang didapatkan oleh akal dalam tingkatan ini kamu akhirnya bisa mengetahui Allah dan tahu hakikat wujudnya dunia ini. Akal adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan hal yang sangat penting, Allah berfirman:

وتلك الاْمثال نضربها للناس لعلهم يتفكرون

oleh karena itu jangan kamu gunakan untuk hal-hal yang tidak ilmiah karena nanti ada hisabnya, Allah menyiksa orang-orang yang tidak menggunakan akalnya, Allah berfirman:

أولئك كالاْنعام بل هم اْضل

                Dalam tingkatan ini ilmu yang paling penting adalah ilmu Wahdaniyah (ilmu Tauhid) karena kalau orang tahu sifat Wahdaniyah maka dia merasa bahwa Allah sangat dekat, Allah berfirman:

اْينما تولوا وجوهكم فثم وجه الله

dan bisa membuat kita merasa sungkan dan mendorong kita untuk melakukan hal baik karena kita selalu merasa diawasi oleh Allah SWT

2.عين البصيرة  

                Adalah orang yang beramal shalih secara terus-menerus sehingga Islam telah menjadi bagian tubuhnya dan tidak ada keraguan sama sekali. Ketika seorang hamba berada ditingkatan ini maka dimatanya dunia ini sudah tidak ada lagi yang diingat hanya Allah SWT, ketika dia diberitahu tentang sifat-sifat Allah dia akan meyakininya dengan sungguh-sungguh tanpa harus berangan-angan dulu bagaiman dalil aqli dan naqlinya, ia merasa sudah tidak bisa melakukan apa-apa kecuali dikehendaki oleh Allah SWT.

 

3. حق البصيرة

                Sebenarnya tingkatan ini sama dengan tingkatan yang ke-2, akan tetapi tingkatan ini benar-benar sempurna, ketika hamba berhasil mencapai tingkatan ini maka ia tidak akan mengingat apapun, tiada yang dia ingat kecuali Allah SWT , bahkan ia sampai lupa dirinya sendiri, lupa segala-galanya, ketika dia ditanya siapa kamu dia hanya bisa menjawab “ALLAH” karena tiada yang diingatnya kecuali Allah SWT.

                Perbedaan derajat ini dengan derajat yang ke-2 adalah kalau derajat yang ke-2 itu masih berhubungan dengan urusan dunia beda halnya dengan derajat ke-3, akan tetapi kedua derajat ini sama-sama disebut dengan وحدة الوجود

 

Semoga kita diberi nikmat oleh Allah termasuk orang-orang yang dekat denganNya Amin...


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Rabu, 9 Sep 2020
Ilmu pun Bisa Hilang
Sabtu, 29 Agu 2020
Di balik 10 Muharrom
Selasa, 28 Jul 2020
Puasa Tarwiyah dan Arafah
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.