Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Beranda Al Anwar

Sabtu, 14 Maret 2020 - KH. Ahmad Wafi Maimoen


Melawan Nafsu

أصل كل معصية وغفلة وشهوة الرضا عن النفس وأصل كل طاعة و يقظة و عفة عدم الرضا منك عنها و لأن تصحب جاهلا لا يرضى عن نفسه خير لك من أن تصحب عالما يرضى عن نفسه فأي علم لعالم يرضى عن نفسه و أي جهل لجاهل لا يرضى عن نفسه

"Akar dari seluruh maksiat, lupa kepada Allah, dan syahwat adalah menuruti nafsu. Sedangkan akar dari seluruh keta’atan, ingat kepada Allah dan bisa menjega kehormatan adalah tidak menuruti nafsu. Sesungguhnya berteman dengan orang bodoh yang tidak menuruti nafsunya itu lebih baik daripada berteman dengan orang alim yang menuruti nafsunya. Apalah arti ilmunya orang alim yang menuruti nafsunya dan apalah arti kebodohan bagi orang yang tidak menuruti nafsunya".

            Kalau kamu ingin mendapatkan ridhonya Allah maka kamu harus selalu menaruh rasa curiga dan benci kepada nafsu, karena menuruti nafsu adalah jalan kemurkaan Allah SWT. Nafsu disini adalah keinginan khayawaniyah yang ditancapkan kepada hamba sesuai dengan firman Allah SWT

إن النفس لأمارة بالسوء

            Artinya nafsu adalah sumber sifat-sifat yang buruk.

            Ketika kamu bisa melakukan amal baik maka janganlah kamu puji dirimu karena hal itu malah bisa merusakmu.

"Dadi ono nafsu ono amal menungso, lan amale manungso ono seng cocok karo nafsu, ono seng gak cocok karo nafsu".

            Dzatiyah nafsu itu selalu mengajak kepada hal-hal yang buruk, kalau nafsu sampai berhasil mengalahkanmu, maka kamu akan diajaknya melakukan kesenangan duniawi, dan lupa kepada Allah yang mana dalam hal ini bisa merusak dirimu.

            Umpamanya kita ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi orang yang baik, maka kita harus bersyukur, cara bersyukur  dalam hal ini adalah dengan kita benci terhadap nafsu dan tidak merasa sombong atas perbuatan baik yang kita lakukan, karena nafsu itu selamanya tetap berbahaya, kamu bisa beramal baik sebab kehendak Allah, oleh karenanya kita harus bersyukur, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT

و أحضرت الأنفس الشح

Nafsu selalu ingin menang dan selalu mengancam dirimu.

و من يوق شح نفسه فأولئك هم المفلحون

 Dalam firman ini Allah menggunakan lafadz “يوق” Yang mengisyaratkan bahwa yang bisa membuat hamba menjadi seorang yang bisa beramal baik bukan karena dirinya sendiri akan tetapi karena dikehendaki oleh Allah SWT oleh karena itu kita harus selalu melawan nafsu seperti yang diajarkan Allah SWT melalui firmannya

ويطعِمون الطعام على حبه مسكينا ويتيما وأسيرا

Seharusnya ketika kita menuruti nafsu maka kita tidak akan memberikan sesuatu kepada orang lain.

            Semua orang itu diciptakan Allah SWT mempunyai nafsu, kalau ada orang yang mengaku tidak punya nafsu maka dia bukan manusia, mengapa? karena yang tidak punya nafsu itu adalah malaikat, kalau manusia pasti punya nafsu, andaikan manusia tidak punya nafsu maka tidak akan ada taklif, tidak ada لاحول و لا قوة إلا بالله padahal semua manusia itu ditaklif.

Jadi ketika nafsu dituruti maka akan mendatangkan kerusakan yaitu sifat ujub.

والله أعلم بالصواب

 

Media PP. Al-Anwar
Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.