Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Hikmah

Selasa, 10 Maret 2020 - KH. Ahmad Wafi Maimoen


Allah SWT Tidaklah Mahjub

الحق ليس بمحجوب وإنما المحجوب أنت عن النظر إليه إذ لو حجبه شيئ لستره ما حجبه ولو كان له ساتر لكان حاصرا لوجوده وكل حاصر لشيئ فهو له قاهر وهو القاهر فوق عباده

Allah yang maha benar bukanlah dzat yang mahjub (dihalangi oleh apapun), melainkan engkaulah yang termahjub atau terhalang dari memikirkan Allah SWT. Karena, andaikan sesuatu menghalangi Allah, maka ia bisa menutupi Allah. Dan andaikan ada sesuatu yang bisa menutupi Allah maka ia membatasi keberadaan Allah, dan segala sesuatu yang bisa membatasi hal lain berarti ia memiliki kuasa, sedangkan Allah SWT adalah dzat yang maha kuasa atas seluruh hamba-hambanya.

          Mahjub adalah sifat yang menghalangi dari melakukan suatu hal, mahjub itu ibarat penyakit yang menghalangi seseorang untuk melakukan hal-hal yang harusnya ia lakukan, penyakit ini adanya hanya pada makhluk bukan pada Allah SWT, karena Allah itu tidak “berpenyakit” dan Allah itu berkuasa atas segala apapun.

          Dan ketika perkara itu mahjub artinya benda itu bertempat sedangkan Allah SWT itu tidaklah bertempat, maka ini juga berarti Allah tidaklah mahjub.

          Sebenarnya manusia itu selalu ingin berhubungan dengan Allah, karena Allah itu indah dan tidak mahjub. Manusia itu bisa mahjub ketika ruh telah diletakkan didalam jasad mereka sehingga ruh ini bertemu dengan syahwat dan hal-hal dunia lainnya. Padahal ketika ruh belum berada didalam jasad, (masih di alam ruh) ruh itu tahu dan dekat dengan Allah SWT, Allah SWT berfirman

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami).

          Berbisik dengan Allah SWT itu sebenarnya sangat nikmat contoh saja nabi Musa, setelah beliau bermunajat digunung Thurisaina dan mendengar kalam Allah SWT, beliau menutupi kedua telinganya sampai waktu yang lama, hal ini beliau lakukan agar beliau tidak bisa mendengar suara makhluk yang sangking buruknya bisa membuat beliau sakit, oleh karenanya hilangkanlah hijab yang menghalangimu maka kamu bisa dekat dengan Allah SWT.

          Hati manusia itu mencari keindahan yang haqiqi yaitu Allah SWT akan tetapi ditengah perjalanannya ia dihalangi oleh nafsu yang mengajaknya pada kesenangan semu yaitu dunia. Padahal kesenangan dunia itu sangat membosankan dan tidak akan membuat manusia merasa puas, karena ia hanyalah perkara yang semu, contoh saja HP, dll.

          Ruh adalah aspek terpenting dari manusia sedangkan jasad hanyalah khodimnya jadi sudah semestinya ia mengikuti apapun yang diinginkan oleh ruh bukan sebaliknya.

          Diakhirat nanti jasad yang ada itu berbeda dengan jasad yang ada di dunia, jasad Akhirat itu lebih kuat daripada jasad sewaktu di dunia, kuat dibakar api neraka dan kuat menikmati segala kenikmatan surga, baik makanan, minuman, istri-istri dan lain sebagainya.

         Cara menghilangkan hijab adalah dengan kita sering bertafakkur tentang dzikir-dzikir yang kita baca dan kita selalu mengagungkan Allah SWT, memperbanyak dzikir, sholat sunnah dan berdo’a.

والله أعلم بالصواب

Media PP. Al-Anwar


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Rabu, 24 Okt 2018
Tanda Kekuasaan Allah
Senin, 1 Okt 2018
Mengendalikan Diri
Sabtu, 24 Mar 2018
Cahaya Ilahi
Jumat, 2 Mar 2018
Membersihkan Hati
Selasa, 30 Jan 2018
Tubuh Adalah Ekspresi hati
Senin, 22 Jan 2018
Hikmah ke–12 'Uzlah
Sabtu, 6 Jan 2018
Menjadi Beda
Jumat, 29 Des 2017
Tujuan Amal Manusia
Jumat, 15 Des 2017
Warna-Warni Amal Manusia
Jumat, 2 Des 2016
Bahaya Riya'
Kamis, 3 Nov 2016
Al Ghofil dan Al ‘Aqil
Jumat, 9 Sep 2016
Terkabulnya Do'a
Selasa, 3 Mei 2016
Yakin pada Janji Allah
Jumat, 8 Apr 2016
Menjaga Hati
Rabu, 6 Jan 2016
Pasrah kepada Qadar Allah
Senin, 16 Nov 2015
Memposisikan Diri Dalam Beramal
Sabtu, 31 Okt 2015
Jangan Mengandalkan Amal Ibadah
Rabu, 22 Apr 2015
Kebenaran Janji Allah
Jumat, 6 Mar 2015
Hakikat Teman Sejati

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.