Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Artikel

Kamis, 12 Maret 2015 - M. Habibul Ardan


When Loyality Meets Integrity

Dalam kamus santri ada istilah khidmah, yaitu pengabdian seorang santri kepada sang Kyai atau seperti bahasanya orang jawa “Kumawulo”. Khidmah itu bisa diungkapkan seperti rasa terima kasih seorang santri kepada sang kyai karena ilmu-ilmu yang sudah ditransfer ke dalam hatinya.

Ilmu itu tiada taranya, harganya pun tak ada batasnya, betapa penting dan berharganya ilmu-ilmu itu. Kalau kita ingat cerita Nabi Sulaiman, beliau pernah ditawari oleh Allah S.W.T antara ilmu, harta dan tahta, maka beliaupun memilih ilmu. Karena dengan ilmu baik harta maupun tahta semuanya akan nyantol.

Sekarang kita bayangkan jika sang Kyai memberikan ilmu secara cuma-cuma kepada santri. oleh karena itulah mengapa seorang santri itu akan menyerahkan diri sepenuhnya dengan tulus dan ikhlas kepada sang Kyai untuk mengerjakan perintah apapun dengan cara berkhidmah yaitu sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Bagaimana tidak, coba kita bayangkan, dengan ilmu seseorang bisa tahu mana yang benar dan yang salah, dengan ilmu seseorang bisa menjalankan ibadah dengan benar, dengan ilmu safari perjalanan hidup seseorang bisa lurus dan dengan ilmu pula derajat seseorang diangkat oleh Allah S.W.T,

‏‏يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ‏. المجادلة‏:‏ 11

Artinya : “ Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”

Tapi, khidmah saja itu tidak cukup, selalu menjaga loyalitas dan integritas juga harus dicanangkan dan diiringkan di dalam hati seorang santri ketika di pondok bahkan juga ketika sudah pulang ke kampung halamanya.

Loyalitas adalah kesetiaan terhadap sesuatu yang disertai dengan rasa cinta, sedangkan integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak terkoyakkan dalam berprinsip. Loyalitas yang tinggi akan menjadikan seseorang diliputi oleh rasa semangat dalam bekerja sehingga seseorang merasa tidak perlu untuk mendapatkan imbalan, dan integritas yang tinggi akan menjadikan seseorang tidak mudah putus asa, menyerah dan pantang mundur ketika dihadapkan oleh berbagai macam rintangan.

Kesempurnaan karakter seorang santri tidak cukup hanya memiliki daya intelijensi dan kecerdasan yang kuat saja, tapi dua sifat loyalitas dan integritas yang tinggi ini juga harus dipeluk erat oleh santri. Kalau kita bayangkan, sikap loyalitas seorang santri kepada gurunya bukanlah sebuah tuntutan tetapi hal itu merupakan sikap otomatis yang memang sudah semestinya ada. Konsekuensinya, pasti seorang santri nanti akan dikatakan tidak wajar jika tidak memiliki sifat tersebut.

Kalau kita mau jeli berfikir, sebenarnya Kyai itu tidak butuh dengan pengabdian santri tetapi santrilah yang butuh dengan pengabdian dan khidmah, karena dengan khidmah itulah terkadang seorang santri akan mengerti lika-liku perjalanan hidup ke depan juga mengetahui medan tempur yang akan ia hadapi ketika terjun di masyarakat nanti.


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.