Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Artikel

Selasa, 13 Mei 2014 - Sarung Kluntung


Hikmah Mempelajari Sejarah

Jika kita membaca sejarah orang-orang terdahulu, maka kita akan banyak menemukan peristiwa penting yang sama yang sebenarnya itu sudah pernah tejadi pada zaman dahulu. Baik itu secara komplitnya atau sebagian, atau teksnya berupa sharih dan kontekstual, seperti halnya saat terjadinya banjir bandang yang menimpa pada zaman Nabi Nuh As, dengan banjir bandang yang terjadi pada zaman umat Nabi Muhammad Saw. Banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Nuh dan Nabi Muhammad, ada yang wujudnya sama, seperti tsunami yang menenggelamkan banyak orang dan ada yang tidak, seperti terjadinya kekafiran yang meraja rela. Sehingga, Rasulullah mengingatkan agar umatnya di akhir zaman menaiki perahunya Nabi Nuh yang menjadi sebuah pengibaratan bagi keturunan Rasulullah yang alim-alim. Barang siapa yang mau mengikuti keturunan Rasulullah yang alim-alim ini maka dia akan selamat dari banjir bandang yang berupa kekafiran yang merajalela.

Orang yang banyak membaca dan mempelajari sejarah, maka dia tidak perlu repot-repot mengulang kejadian negatif yang terjadi pada zaman dahulu. Dia cukup mempersiapkan diri untuk meneladani perkara yang baik yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Sehingga, dia tidak perlu mereplay kejadian yang negatif untuk yang kedua kalinya. Tak layak bagi seoarang muslim untuk terkena lubang yang sama selama dua kali.

Orang-orang sukses zaman dahulu, juga kesuksesannya disebabkan karena dia banyak mempelajari sejarah pendahulunya. Setiap kegalalan yang menerpa pendahulunya, dia garisi bawahi supaya tidak terulang lagi. Buahnya, kesuksesan akan semakin mudah dia dapatkan. Contoh dari orang yang sukses yang banyak mempelajari sejarah adalah Sultan Muhammad Fatih yang berhasil menjebol tekbok Konstantinopel yang seribu tahun lebih tidak bisa dijebol oleh penguasa dunia sebab saking kokohnya.

Bagi santri-santri Al-Anwar, hendaknya mereka mau mempelajari sejarah kiainya, terlebih Syaikhuna Maimoen. Sebab, banyak sekali teladan Syaikhuna Maimoen yang beliau kerjakan pada zaman dahulu sehingga beliau menjadi seorang ulama yang alim dan tersegani. Getir pahit telah beliau lakukan untuk memperjuangkan agama Allah. Oleh karena itu, pelajarilah sejarahnya, baik ketika masih menjadi santri, ulama dan tokoh masyarakat yang tersegani. Syaikh Rajab Dib pernah berpesan hal yang demikian sebab beliau tahu betul bahwa perjuangan Syaikhuna Maimoen itu sangat besar sekali untuk mencapai derajat yang tinggi ini. Semoga.


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.