Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Artikel

Selasa, 04 Maret 2014 - Amirul Ulum


Mbah Wahab Mengkontekstualisasikan Kitab Kuning

Salah satu peninggalan umat Islam yang sangat berharga adalah Kitab Turast atau Kitab Kuning. Di dalamnya memuat beberapa khazanah keilmuan umat Islam yang tertembaga dalam sebuah tulisan. Dari generasi ke generasi yang selanjutnya salalu dipelajari dan dijadikan kajian utama keilmuan untuk menentukan hukum yang bersambung dengan al-Quran dan Hadist.

Untuk masa sekarang, minim sekali orang yang bisa mengkaji dan mau memahami Kitab Kuning serta mengamalkannya. Mungkin mereka beranggapan sudah kuno dan berasumsi kalau Kitab Kuning itu tidak bisa menjawab tantangan zaman yang serba canggih. Namun sebagian orang, terlebih yang kental dengan dunia Pesantren Salaf menganggap, Kitab Kuning bisa menjawab tantangan zaman. Ada jargon yang mengatakan, “Apapun masalahnya, jawabannya adalah Kitab Kuning.”

Siapa bilang Kitab Kuning tidak bisa menjawab tantangan zaman? Mungkin mereka itu kurang memahami apa kajian yang terkandung di dalam Kitab Kuning. Kalau tidak ada jawaban secara teks yang sharih, ya bisa dengan mengkontekstualisasikannya atau juga dengan mengambil manhajnya untuk menjawab tantangan di zaman kekinian.

Alkisah, Kiai Wahab Hasbullah pernah ditanya Presiden Soekarno tentang masalah penyelesaian konflik Irian Barat dengan Belanda. Di waktu itu, Belanda pernah berjanji akan segera menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia. Namun, faktanya Irian Barat tidak kunjung diserahkan. Padahal Pemerintah indoneisa sudah memberi waktu tenggang mulai tahun 1948 sampai 1951.

Oleh Kiai Wahab Hasbullah, pertanyaan Bung Karno dijawabnya dengan memakai rujukan dari Kitab Fathal Qarib dan syarahnya. Tindakan Belanda, oleh Kiai Wahab Hasbullah disamakan dengan Ghasab. Namun, meskipun disamakan dengan Ghasab, Kiai Wahab Hasbullah menyuruh Bung Karno dalam masalah penyelesaiannya harus dengan jalan damai terlebih dahulu. Tidak boleh potong kompas. Akan tetapi, jika Belanda masih mbalelo dan tidak mau menyerahkan, Kiai Wahab Hasbullah menyuruh Bung Karno untuk mengambil atau menguasainya dengan paksa.

Ketika ditanya Bung Karno, dari mana referensinya? Kiai Wahab Hasbullah menjawab, dari Kitab Fathul Qarib dan Kitab al-Bajuri. Dari jawaban Kiai Wahab Hasbullah ini, maka lahirlah TRIKORA (Tri Komando Rakyat) dari Bung Karno untuk menguasai Irian Barat dengan paksa dari tangan Belanda.


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.