Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Beranda Al Anwar

Selasa, 12 Pebruari 2013 - Amirul Ulum


Ketika Artis Terkena Jeratan Narkoba

Mengkonsumsi Narkoba merupakan tindakan yang dilarang oleh agama dan telah malanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintahan. Larangan ini semata-mata bukanlah untuk kepentingan yang sepihak. Akan tetapi, sifatnya itu untuk kemaslahatan bersama, baik yang kembali kepada konsumen, orang lain, lingkungan, dan negara. "Merasakan kenikmatan yang sesaat", kemudian berakibat fatal bagi konsumennya, itulah akibat dari mengkonsumsi Narkoba (Narkotika, Psikotropika, dan Obat terlarang).

Rayuan-rayuan Narkoba memang sangat memikat sekali. Terlebih kalau nyanyian itu dilantunkan untuk generasi muda yang notabenya kebanyakan suka berfoya-foya dari pada menghabiskan waktunya untuk hal kebaikan. Banyak generasi muda bangsa kita ini yang telah terlena oleh rayuan dusta Narkoba. Tanpa mau berfikir panjang tentang dampak negatife yang akan ditimbulkan, mereka banyak yang mengkonsumsi Narkoba. Sehingga, jiwa dan raganya menjadi rusak. Otak mereka menjadi kotor dan teracuni. Akibatnya, mereka mudah sekali terkena godaan Iblis untuk selalu berbuat maksiat.

Kita sudah banyak mengetahui bagaimana bahaya yang akan ditimbulkan dari Narkoba, mulai dampak dari kelas yang terendah sampai tingkat yang tertinggi. Dari bahaya Narkoba, akal seseorang yang asalnya waras bisa disulapnya menjadi tidak waras. Hati yang terang bisa menjadi redup dan gelap gulita. Baik dan buruk sulit untuk dibedakan karena mata hati sudah menjadi buta. Sehingga, konsumen Narkoba akan mudah untuk menimbulkan kerusakan, mulai areal yang bersifat lokal hingga ke ranah publik. Ujungnya, akan terjadi kehancuran dari sebuah negara kalau tidak segera ditindak lanjuti. Hal ini terjadi semata-mata kerena moral bangsanya sudah menjadi bejat dan rusak.

Nyanyian-nyanyian indah dari Narkoba yang disenandungkan untuk pengkonsumsinya hanyalah sebuah tipuan dan impian belaka. Justru Narkoba itu telah menjadikan mereka seperti orang yang sudah menggali kuburannya sendiri sebelum datangnya waktu kematian. Ibrah semacam ini disebabkan karena seolah-olah kematian telah dekat untuk pengkonsumsi Narkoba karena bahaya yang telah dikandungnya.

Marilah kita belajar dari peristiwa yang terjadi di negeri Cina. Dahulunya negeri ini adalah negeri yang besar dan kuat. Akan tetapi, tatkala generasi bangsanya dijajah Inggris dengan memakai Candu (sejenis Opium) yang berakibat dapat menjadikan mereka lemah hingga berimbas Cina harus tunduk dengan Inggris. Candu yang dieksploitasi serta dipropaganda secara gencar-gencar dengan tujuan tertentu, bahwa asap candu menimbulkan "mimpi indah" di dalam tidur dapat menghancurkan negeri Cina. Dari Candu-Candu haram ini, tersematlah Perang yang terjadi antara Cina versus Britania Raya atau Inggris dengan sebutan Perang Candu atau Perang Opium.

Jika kita mau berfikir secara normal dengan sedalam dalamnya dari seabrek bahaya yang akan ditimbukan oleh Narkoba, niscaya kita tidak akan mendekati apalagi mengkonsumsinya. Apabila mata kita sudah melihat kalau di jalan yang akan dilalui kaki ada sebuah duri yang tergeletak, maka kita tidak akan menginjak duri tersebut jika tidak ingin kaki kita kesakitan karena luka yang sudah pasti akan ditimbulkan. Maka dari itu, takutlah dari bahaya tersebut. Janganlah mengkonsumsi Narkoba jika ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.

Kasus tentang masalah Narkoba kini telah menjalar di mana-mana. Sasaran empuknya tidak memandang bulu. Apakah dia itu orang rendahan, menengah atau kelas tinggi. Jika tidak pintar-pintar dalam menjaga diri, niscaya kita akan menjadi obyeknya jua. Banyak sudah korban nyata yang ditimbulkan oleh Narkoba yang telah kita saksikan di layar lebar atau media lainnya.

Sangat disayangkan sekali ternyata di Negara kita ini, orang-orang yang seharusnya menjadi teladan baik bagi kalayak banyak telah terjerat kasus Narkoba. Banyak Artis-artis kita yang masuk layar lebar telah terjerat kasus Narkoba. Mereka tidak bisa memberikan teladan yang baik untuk masyarakat luas, terlebih penggemarnya. Peran kebaikan yang dimainkannya dalam sebuah senetron hanya sebagai suatu ajang mencari harta dan kemashuran belaka, bukan sebagai media untuk mendidik bangsa. Penggemarnya menjadi kecewa ternyata mereka telah mencontohkan akhlak yang menyimpang dari agama dan aturan yang ditetapkan oleh pihak Pemerintah. Akibatnya, artis-artis kita ini harus berurusan dengan pihak lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN). Apabila vonis Narkoba sudah valid untuk mereka, maka mereka mau atau tidak harus merelakan dirinya untuk tinggal di balik jeruji, entah dengan waktu yang singkat atau bertahun-tahun.

Selain harus mendekam di dalam sel penjara, artis-artis kita juga harus merelakan nama harumnya menjadi tidak semerbak lagi. Bahkan keharuman namanya tadi akan hilang dengan diganti menjadi bunga-bunga yang tidak dapat memberikan bau yang wangi. Padahal, seorang artis untuk menuju kepopuleran dalam dunia intertaiment harus menempuh jalan yang terjal yang berliku-liku dan harus banyak memeras keringat. Mengapa mereka merelakan buah dari hasil kerja keras yang dilakukan bertahun-tahun harus disirnakan dengan satu kata, "Narkoba".

Dengan kasus Narkoba yang telah dialami oleh artis-artis ini, semoga kita yang tidak atau yang belum mengkonsumsi narkoba, baik untuk kalangan artis maupun selainnya bisa mengambil pelajaran berharga. Jika ingin namamu harum dan dihormati banyak orang, maka berilah contoh yang baik. Salah satu teladannya yaitu jangan sampai kita mengkonsumsi Narkoba.


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Rabu, 9 Sep 2020
Ilmu pun Bisa Hilang
Sabtu, 29 Agu 2020
Di balik 10 Muharrom
Selasa, 28 Jul 2020
Puasa Tarwiyah dan Arafah
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.