Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Artikel

Senin, 08 Oktober 2012 - Amirul Ulum


Majalah Charlie Hebdo Menghina Rasulullah SAW, Apa Sikap Kita Sebagai Kaum Muslimin?

Tidak bosan-bosannya orang kafir itu berulah lagi. Lagi-lagi dia menghina Rasulullah Saw. Berulang kali Rasulullah Saw, sosok paling mulia, panutan seluruh umat Islam, dihina, dicaci dan bahkan dijadikan bahan lecehan oleh orang-orang kafirla'antullah ‘alaihim. Belum hilang di ingatan umat Islam, pada September 2005, kartun yang menggambarkan Rasulullah Saw. sebagai sosok teroris dipublikasikan oleh surat kabar Denmark Jyliands-Posten. Tahun berikutanya kartun Rasululullah berkalung sorban, dengan bom dikepalanya, juga dimuat di beberapa Koran di Eropa,France Soirdi Prancis,Die Weltdi Jerman,La Stampadi Italia danEl Periodicodi Spanyol. Aksi keras umat Islam sepertinya tidak mampu menghentikan sikap dan prilaku biadab tersebut.

Selain berdalih kebebasan berekpresi, tindakan tersebut ternyata juga didukung oleh para penguasa mereka, atau paling tidak mendapatkan pembiaran, sehingga insiden anti Islam ini terus berulang kali terjadi. Sebelumnya, muncul NovelSatanic Verses, novel berisi fitnah yang konon menurut penulisnya, Salman Rusdhi, terinspirasi oleh kehidupan Nabi Muhammad SAW. Berikutnya muncul filmSubmission, karya seorang berkebangsaan Belanda, Theo Van Goagh, yang berisi kecaman terhadap para Muslimah.

AksiBurn A Quran Day, juga berulang kali terjadi, sejak 2010 oleh pendeta Florida Terry Jones dan jamaahnya. Aksi yang sama juga dilakukan oleh tentara-tentara AS di penjara Bragam-Afganistan, mereka membakar sekitar 315 al-Quran dan buku-buku agama Islam lainnya yang mereka ambil dari fasilitas perpustakaan Bragam. (Eramuslim.com, 13/09).

Olok-olok dan cacian terhadap Rasululluh SAW kali ini bukan hanya tertuang di gambar kartun, namun dipertontonkan dalam film berudurasi 2 jam berjudulInnocenceofMuslims. Dalam Film yang biaya produksinya mencapai 5 juta dolar itu, Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang penipu, lelaki hidung belang yang lemah dan gemar melakukan pelecehan seksual terhadap anak (pedofil). Pembuatnya, Sam Bacile, yang mengaku seorang warga Amerika keturunan Yahudi (yang belakangan terungkap bernama asli Nakoula Basseley Nakula keturunan Kristen Koptik) mengaku sengaja membuat film itu untuk mengekspos kelemahan Islam (baca: hasil rekaanya) keseluruh dunia.

Untuk kali ini, protes keras umat Islam di berbagai belahan negeri kaum muslimin dan di Barat, tak mampu mengurungkan niat dan prilaku busuk mereka. Buktinya, di tengah maraknya aksi protes atas filmInnocenceofMuslims, majalah mingguan di Prancis, Charlie Habdo, seperti di lansir AFP Rabu (19/09/2012), memperlihatkan kartun seorang muslim berkursi roda tengah didorong oleh seorang Yahudi ortodoks di bawah judul bertuliskanIntouchables(Film Prancis peraih penghargaan yang bercerita tentang pria miskin berkulit hitam yang menolong seorang aristokrat tuna daksa. Kartun lain dibagian belakang majalah tersebut memperlihatkan Nabi Muhammad SAW bersorban tanpa busana sedang menunjukan bagian belakangnya kepada seorang sutradara film, sebuah adegan yang terinspirasi oleh film PerancisBrigitte Bardot.

Seperti biasanya, menanggapi insiden itu Perdana Mentri Perancis Jean-Marc Ayrault mengatakan: "Kita ada di negara yang kebebasan berkekspresi dijamin, termasuk kebebasan karikatur, yang merasa tersinggung bisa membawa kasus ini ke pengadilan" (News.detik.com, 19/09/2012)

Presiden Obama juga menegaskan bahwa AS mengharamkan upaya-upaya untuk merendahkan kepercayaan agama siapa pun. "Tapi pasti tidak ada pembenaran apa pun bagi jenis kekerasan yang tidak masuk akal ini. Tidak ada. Dunia harus bersama-sama menolak aksi-aksi brutal seperti ini," katanya

Hukum Menghina Nabi Muhammad Saw

Salah satu perkara yang sangat berbahaya dan bentuk kekufuran adalah seseorang melakukan istihza' (bersendau gurau) dan mengolok-ngolok Allah dan Rasul-Nya. Seseorang yang bersendau gurau dan mengolok-ngolok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya telah melakukan kekufuran walaupun hanya sekedar bercanda apalagi yang melakukannya memang memaksudkan untuk mencela Allah dan Rasul-Nya

Allah Subhaanahu wata'aala berfirman tentang kafirnya orang yang mengolok-ngolok Allah dan Rasul-Nya.

يَحْذَرُ المُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

"Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa."(Qs. At-Taubah : 64-66)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : "Ini adalah nash (dalil) tentang orang yang bersendau gurau/mengolok-ngolok Allah, Ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah bentuk kekufuran, memaksudkan (dengan sengaja) untuk mencela lebih-lebih jelas kufurnya. Dan sungguh dari ayat ini ditunjukkan tentang setiap orang yang merendahkan Rasulullah dengan sungguh-sungguh atau bersenda gurau sungguh dia telah kafir."(Shaarimul Masluul : 2/70)

Asy-Syaikh Al-Allaamah Sulaiman Alu Syaikh rahimahullah mengatakan: "Para Ulama sepakat atas orang yang bersendau gurau/ mengolok-ngolok Allah atau kitab-Nya atau Rasul-Nya atau Nabi-Nya adalah kekufuran walaupun dilakukan dengan bercanda tidak bermaksud sengajauntuk mengolok-ngolok, dan adanya ijma' (kesepakatan para ulama) tentang hal ini."(Taisirul Azizil Hamid : 617)

Munculmya karikatur dan film yang menghina Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam merupakan bentuk kekufuran yang pelaku seharusnya dikenai hukum mati. Sebagaimana dahulu ada seorang wanita yang mencela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu dibunuh oleh suaminya. Maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

اشهدوا أن دمها هدر

"Saksikanlah oleh kalian bahwasanya darahnya sia-sia (tidak ada qishas/diyat -ed)."(HR. Abu Dawud : 4361)

Al-Imam Ahmad Rahimahullah berkata :

كل من سب النبي صلى الله عليه و السلام أو تنقصه - مسلما كان أو كافرا- فعليه القتل

"Setiap orang yang mencela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam atau merendahkannya -baik itu seorang muslim atau kafir- maka atasnya untuk dibunuh."(Shaarimul Al-Masluul : 1/219)

Hendaknya,dengan adanya karikatur dan film yang menghina nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jangan sampai kaum muslimin terpancing untuk melakukan tindakan anarkhis dan demontarasi yang hal itu semua akan merugikan kaum muslimin sendiri. Memungkinkan terjadinya bentrokkan dan korban dari sesama kaum muslimin sendiri. Tidak ada di antara kita yang tidak marah nabi kita dihina namun bukan berarti kita boleh melakukan hal-hal yang melanggar syar'i yang justru merugikan kaum muslimin sendiri. Semoga Allah menjaga kamu muslimin dari melakukan tindakan yang merugikan mereka sendiri dan membinasakan orang yang menghina Nabi Muhammad Saw.


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Selasa, 28 Jul 2020
Puasa Tarwiyah dan Arafah
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.