Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Artikel

Kamis, 14 April 2011 - Al-Hira’ MA Gondan PP. Al-anwar II Sarang


Keutamaan Ilmu

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya :

Hai orang-orng beriman apabila di katakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah kalian dalam majlis". Maka lapangkanlah untukmu . apabila dikatakan : berdirilah kamu " , maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah maha mengetahuai apa yang kamu kerjakan . ( QS. Al- Mujadalah : 11 )

Mengenal beberapa makna sebagai mufrodat

يرفع الله

"Allah meninggikan " maknanya Allah mengangkat , yaitu mengangkat kaum mu'minin di atas selain kaum dan mengangkat orang yang berilmu di atas orang yang tidak berilmu.

أوتوا العلم

" Orang-orang yang berilmu dalam ayat ini adalah ilmu syar'i, sebab dengan Nyalah seseorang akan mendapatkan keterangan dalam mengamalkan agamanya berdasarkan tuntutan Allah dan RosulNya.

درجات

"Beberapa derajat " . Al imam al qurtubi rohimahullah berkata : yaitu derajat di dalam agama ketika mereka melaksanakan apa yang di perintahkan.

Tafsir Ayat

Ayat Allah Subhanu Wata'ala yang mulia ini menjelaskan keutamaan para ahli ilmu dan orang -orang yang senantiasa menuntut ilmu agama . Di samping karena keimanan yang mereka miliki , mereka juga di angkat kedudukannya oleh Allah karena bertambahnya ilmu agama mereka yang menjadikannya semakin jauh dari kejahilan dan mendekatkan kepada keridhaan Allah Subhanahu wata'ala .

Berikut beberapa penafsiran para ulama tentang tafsir ayat ini :

Al imam ibnu jabir ath-Thobari rahimullah berkata: "Allah Subhanahu Wata'ala mengangkat kaum mukminin dari kalian wahai kaum dengan ketaatan mereka kepada Rabb mereka, maka (mereka taat) kepada apa yang di perintahkan kepada mereka untuk melapangkan (majlis) ketika mereka di perintahkan untuk melapangkannya , Atau mereka bangkit menuju kebaikan apabila di perintahkan mereka untuk bangkit kepadanya , Dan dengan keutamaan ilmu yang mereka miliki , Allah Subhanahu wata'ala mengangkat derajat orang-orang yang dari ahlul imam (kaum mukminin) di atas kaum mukminin yang tidak di beri ilmu , jika mereka mengamalkan apa yang mereka di perintahkan " Lalu beliau menukilkan beberapa perkataan ulama salaf. Diantaranya Qataddah rahimullah, beliau berkata :"sesungguhnya dengan ilmu pemiliknya memiliki keutamaan . Sesungguhnya dengan ilmu memiliki hak atas pemiliknya . dan hak ilmu terhadap kamu, wahai seorang alim adalah keutamaan . Dan Allah memberikan kepada setiap pemilik keutamaannya ."( Tafsir Ath Thabari juz 28 hal 19 )

Antara ilmu dan ibadah menurut ilmu juga merupakan jenis ibadah yang memiliki nilai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan jenis ibadah lainnya. Sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam :

فضل العلم خير من فضل العبادعة وملاك الدين الورع

Keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah , dan kunci agama adalah bersikap wara' ( meninggalkan sesuatu yang di khawatirkan memudhorotkan di akhirat . ( di riwayatkan oleh al bazzar.abu nu'man .al-hakim dll. Dari hadist mudhoifah ibnul yaman. Juha diriwayatkan oleh ibnu abi syaibah dari qois bin ‘Amr al - muta'i, dishohihkan al-atbani dalam dhohih al - jami' no 4214 . Lihat pula shohih jami' bayan al- Umi wa fadhlihi no 27 )

Hadist ini menjelaskan demikian mulianya ilmu dan penuntutan ilmu. Ini disebabkan karena seseorang yang berilmu kemudian mengajarkan ilmunya. mendakwahkannya hingga Allah memberikan hidayah kepada orang lain dengan sebab dakwahnya, maka menjadi salah satu amal jariyah baginya selama ada yang mengamalkan ilmunya tersebut, maka dia akan terus mendapatkan pahala dari Allah SWT walaupun dia telah meninggal . Berbeda dengan orang yang mengerjakan shalat sunnah dan semisalnya. Tidak ada yang merasakan manfa'aatnya kecuali hanya dirinya sendiri .

Ishaq bin mansur rahimahullah berkata:" Aku bertanya pada al imam ahmad tentang perkataan nya : mudzakaroh ( mengulang-ulangi ) ilmu pada sebagian malam lebih aku senangi dari pada menghidupkannya ( dengan qiyamullail ) . Ilmu apakah yang dimaksud ? " Beliau menjawab: " Yaitu ilmu yang memberi manfaat yang memberi manfaat pada manusia dalam perkara agamanya, aku bertanya lagi : " Dalam hal ( cara ) berwudhu , shalat, haji. thalak dan semisalnya?" Beliau menjawab:" ya" ( shahih jami' al -bayan 30 -45)

Dan berkata pula Rabi' bin sulaimn al muradhi : al imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata

طلب العلم افضل من الصلاة النافلة

" Menuntut ilmu lebih utama dari pada shalat sunnnah." ( shahih jami' al bayan 31/48) . sufyan ats tsauri rahimahukkah berkata: " aku tidak mengetahui ada satu ibasah yang lebih afdhol dari pada seseorang yang mempelajari ilmu " ( Shohih jamo' al bayan 46/78)

Taushiyah dari KH. Ubab Maimoen Zubair


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.