Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Artikel

Jumat, 30 Oktober 2009 - Maufur Ni'am


Antara Ka'bah dan Adam

Ka’bah yg secara bahasa adalah segala sesuatu yg berbemtuk persegi, adalah kiblat bagi kita segenap kaum muslimin, setelah sebelumnya, untuk menarik perhatian kaum yahudi madinah umat islam menghadap baitul muqoddas.

Mungkin pernah terlintas dalam pikiran anda “ka’bah apa sih istimewanya?ia Cuma batu, bentuknya cuma persegi biasa saja”. Ya memang benar seperti itu kalo dibandingkan bangunan ibadah umat lain dari segi bentuk, ka’bah memang terlihat biasa saja,coba deh bandingkan dengan misalnya Borobudur dengan bentuknya yg megah dan arsitekturnya yg menawan! Sekarang mari kita renungkan apa rahasia semua itu mengapa kita diperintah untuk berdiri,ruku’ dan bersujud menghadapnya? Ingatlah saudaraku bahwa perintah yg sama telah terjadi pada iblis ketika Allah memerintahkannya untuk sujud kepada adam,dengan sombongnya ia menolak dan berkata “aku lebih baik darinya kau menciptakanku dari api, sedang ia kau ciptakan dari tanah”. Dengan sombongnya ia memakai logika api lebih baik dari tanah untuk menolak bersujud pada adam, ia sama sekali tak mau tahu bahwa dzat yg memerintahkannya untuk bersujud adalah Allah tuhan sekalian alam yg telah menciptakannya. Sebagai akibatnya iapun mendapat laknatNya, dijauhkan dari rahmatnya, dan kelak menjadi penghuni neraka selama-lamanya.

Hal yg sama berlaku pada umat islam ketika kita menolak perintahnya untuk sholat mengahadap ka’bah dengan alasan ia cuma batu-batu yg disusun persegi. Dan bukan hanya itu saja, melainkan pada setiap orang yg menolak perintahnya. Kita lihat jaman sekarang sebagian dari kita mengatakan, Hukum ini tak sesuai dengan perkembangan jaman, hukum itu sudah basi dan tidak perlu digunakan. Dengan memakai logika yg sama dengan apa yg digunakan iblis terlaknat mereka menolak Hukum-hukum Allah, mereka berkata hukum warisan tidak sesuai dengan kesetaraan gender,hukum potong tangan dan qishos tidak sesuai dengan ham,memakai jilbab tidak gaul dan tidak modis…dan seterusnya. Dengan perintahnya untuk menghadap ka’bah Allah telah mengajarkan pada kita untuk tidak memandang pada bentuk material apa yg diperintah, tapi memandang pada siapa yg memerintah kita. Misalkan saja orang tua anda menyuruh anda pergi kepasar yg bau dan becek, ego anda akan menolak dan berkata “pasar itu bau dan becek aku gak mau pergi”.

Ketika itu terjadi berhentilah dan jangan turuti, jangan pandang pasar tersebut tapi pandanglah orang tua anda. Ia yg merawat dan membesarkan anda dari kecil, jasa mereka amatlah besar, sangat tidak pantas bagi anda hanya dengan masalah sepele menolak perintah mereka. Begitu pula sikap kita terhadap apa-apa yg diperintah Allah dan dilarangnya, bahkan lebih sangat amat tidak pantas lagi bagi kita untuk mengingkarinya. Karena Dia adalah allah tuhan sekalian alam yg merahmati orang-orang muslim, yaitu orang yg pasrah dan menerima ketentuannya, yg berat siksaannya terhadap orang kafir, yaitu orang yg ingkar kepadanya. Dan Dia pula yg telah memberikan kita ni’mat yg tak terhitung jumlahnya yg jelas bagaimanapun kita tak akan mampu membalasnya. Jadi. Terserah anda mau jadi (golongan) iblis apa malaikat? Walhasil ini adalah ujian bagi segenap orang beriman, “benarkah kita sungguh-sungguh iman kepadanya?”


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Rabu, 9 Sep 2020
Ilmu pun Bisa Hilang
Sabtu, 29 Agu 2020
Di balik 10 Muharrom
Selasa, 28 Jul 2020
Puasa Tarwiyah dan Arafah
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.