Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 

Artikel

Rabu, 04 Maret 2009 - Tim Web Site Putri


ILA KULLI FATATIN TU'MINU BILLAH Bag. 3
MISI PENGHANCURAN BARAT TERHADAP ISLAM

Telah kita ketahui, bahwa orang-orang barat berupaya melakukan berbagai macam cara untuk menghancurkan Islam, tetapi mereka pun masih hawatir terhadap kebangkitan Islam yang dapat menghalangi misi mereka.

Hal ini dapat diketahui dari usaha-usaha bangsa barat dalam mempelajari ajaran Islam secara teliti dan sistematis sehingga mereka bisa mengetahui seluk beluk Islam dan kelemahan-kelemahannya. Salah satu misinya adalah menanamkan budaya barat melalui pendidikan, media masa, fashion, mode dan sasaran utamanya adalah wanita muslimah.
Dalam kitab ?§?„?‰ ?§???† ?????¬?‡ ?§?„?§?³?„?§?… ?? (Whither Islam ?) disebutkan bahwa kaum orientalis telah berusaha untuk menghancurkan Islam.
Diantara mereka adalah :


1. Ir. Gibb
Dia berkomentar bahwa : " Telah banyak usaha-usaha yang dilakukan bangsa barat untuk memporak-porandakan Islam, tetapi semua usahanya nol (tanpa hasil). " Salah satu usahanya adalah memasukkan budaya-budaya di bidang pendidikan dan media massa ke dalam diri umat Islam. Sehingga mereka bisa terpengaruh secara mudah untuk menyerap budaya-budaya barat. Tetapi kehawatiran masih tertanam dibenaknya karena kemajuan pergerakan-pergerakan Islam dapat menjadikan Islam jaya kembali.

2. Joseph
Dia berkomentar bahwa : " Untuk menghancurkan Islam diperlukan sebuah penanaman misi-misi kristenisasi dalam pendidikan madrasah di Arab dan juga metode bagaimana wanita Islam dapat terdidik di madrasah tersebut dengan budaya-budaya barat sehingga mereka dapat terpengaruh dan mempengaruhi ".

Dari dua pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa misi-misi penghancuran barat terhadap Islam akan dilakukan secara terus menerus, karena kemajuan Islam merupakan hambatan bagi orang-orang barat untuk memperoleh kejayaan. Dan salah satu usahanya yaitu melalui wanita muslimah, karena kita tahu bahwa wanita merupakan perhiasan, fitrah dan syahwat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Imron ayat 14 :

?²???† ?„?„?†?§?³ ?­?¨ ?§?„?´?‡?ˆ?§?? ?…?† ?§?„?†?³?§?? ?ˆ?§?„?¨?†???† ?ˆ?§?„?‚?†?§?·???±?§?„?…?‚?†?·?±?© ?…?† ?§?„?°?‡?¨ ?ˆ?§?„???¶?© ?ˆ?§?„?®???„ ?§?„?…?³?ˆ?…?© ?ˆ?§?„?§?†?¹?§?… ?ˆ?§?„?­?±?« ?°?„?ƒ ?…???§?¹ ?§?„?­???§?© ?§?„?¯?†???§ ?ˆ?§?„?„?‡ ?¹?†?¯?‡ ?­?³?† ?§?„?…?£?¨ ( ?¢?„ ?¹?…?±?§?† :14 )


HIJAB DIANGGAP PENGHALANG KEMAJUAN

Wanita muslimah harus senantiasa sadar untuk selalu memakai hijab yang sesuai dengan ketentuan syariat agama. Menurut ketentuan syariat semua tubuh wanita merupakan aurot kecuali muka dan kedua telapak tangan. Oleh karena itu, untuk memenuhi ketentuan tersebut diperlukan adanya hijab bagi wanita.

Tapi dewasa ini hijab dianggap dapat menghalang-halangi kemajuan wanita sebagaimana kemajuan kaum laki – laki. Argumen ini muncul karena mereka melihat bahwa daerah - daerah Islam dan daerah orang-orang yang berhijab sedang mengalami kemunduran.

Dalam kitab ?§?„?‰ ?ƒ?„ ?????§?© ???¤?…?† ?¨?§?§?„?„?‡ karya Prof. Dr. M. Said Romdlon Al buthi dijelaskan bahwa asumsi yang demikian itu merupakan kebohongan yang tidak ada tendensinya. Prof. Dr. M. Said Romdlon Al buthi telah menyaksikan sendiri bahwa banyak wanita yang berhijab lebih maju dibandingkan mereka yang tidak berhijab.

Di era sekarang ini wanita - wanita muslimah harus sadar dalam memakai hijab, bukan semata - mata karena ikut - ikutan tren, akan tetapi meyakini bahwa memakai hijab merupakan aturan dan perintah Allah SWT. Dalam surat Al-ahzab ayat 59 di jelaskan :

???§?§???‡?§ ?§?„?†?¨?‰ ?‚?„ ?„?£?²?ˆ?§?¬?ƒ ?ˆ?¨?†?§???ƒ ?ˆ?†?³?§?? ?§?„?…?¤?…?†???† ???¯?†???† ?¹?„???‡?† ?…?† ?¬?„?§?¨???¨?‡?† ?°?„?ƒ ?£?¯?†?‰ ?§?† ???¹?±???† ???„?§???¤?°???† ?ˆ?ƒ?§?† ?§?„?„?‡ ?????ˆ?±?§ ?±?­???…?§) ?§?„?§?­?²?§?¨ :59)

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri - istrimu anak - anak perempuanmu dan istri - istri orang mu’min, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka “ yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Orang - orang barat beranggapan bahwa kebodohan dan kemunduran wanita itu hanya tergambar pada wanita yang berhijab sedangkan kecerdasan dan kemajuan hanya digambarkan pada wanita yang terbuka (aurotnya). Intinya mereka berpendapat bahwa hijab itu membuat kemunduran bagi wanita, padahal realita tersebut tidak benar.

Dalam Islam ada norma-norma bagi wanita yang dijelaskan dalam firman Allah dalam surat An Nur ayat 31 :

?ˆ?‚?„ ?„?„?…?¤?…?†?§?? ?????¶?¶?† ?…?† ?§?¨?µ?§?±?‡?† ?ˆ???­???¶?† ???±?ˆ?¬?‡?† ?ˆ?„?§ ???¨?¯???† ?²???†???‡?† ?§?„?§ ?…?§ ?¸?‡?± ?…?†?‡?§ ?ˆ?„???¶?±?¨?† ?¨?®?…?ˆ?±?‡?† ?¹?„?‰ ?¬???ˆ?¨?‡?† ?ˆ?„?§ ???¨?¯???† ?²???†???‡?† ?§?„?§ ?„?¨?¹?ˆ?„???‡?†?§ ?§?ˆ ?¢?¨?§?¦?‡?† ?§?ˆ ?¢?¨?§?? ?¨?¹?ˆ?„???‡?† ?§?ˆ ?§?¨?†?§?¦?‡?† ?§?ˆ ?§?¨?†?§?? ?¨?¹?ˆ?„???‡?† ?§?ˆ ?§?®?ˆ?§?†?‡?† ?§?ˆ ?¨?†?‰ ?§?®?ˆ?§?†?‡?† ?§?ˆ ?¨?†?? ?§?®?ˆ?§???‡?† ?§?ˆ ?†?³?§?¦?‡?† ?§?ˆ ?…?§?…?„?ƒ?? ?§???…?§?†?‡?† ?§?ˆ ?§?„???§?¨?¹???† ?????± ?§?ˆ?„?‰ ?§?„?§?±?¨?© ?…?† ?§?„?±?¬?§?„ ?§?ˆ ?§?„?·???„ ?§?„?°???† ?„?… ???¸?‡?±?ˆ?§ ?¹?„?‰ ?¹?ˆ?±?§?? ?§?„?†?³?§?? ?ˆ?„?§ ???¶?±?¨?† ?¨?§?±?¬?„?‡?† ?„???¹?„?… ?…?§ ???®?????† ?…?† ?²???†???‡?† ?ˆ???ˆ?¨?ˆ?§ ?§?„?‰ ?§?„?„?‡ ?¬?…???¹?§ ?§???‡ ?§?„?…?¤?…?†?ˆ?† ?„?¹?„?ƒ?… ?????„?­?ˆ?† ( ?§?„?†?ˆ?± : 31 )

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putri mereka, atau putra-putri suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putri saudara lelaki mereka, atau putra-putri saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Hukum tersebut dijadikan pegangan orang – orang barat untuk memojokkan para wanita, sehingga mereka berasumsi bahwa seorang wanita yang berhijab sulit berinteraksi dengan dunia luar dan tidak bisa bergerak bebas, oleh karena itu wanita menjadi terbelakang dan dianggap sebagai titik kelemahan dalam Islam.

Sejarah sudah membuktikan bahwa para tokoh wanita yang berhijab dalam menuntut ilmu dengan penuh kegigihan, dapat memperoleh kesuksesan berkat ketekunan dan keuletan dalam menggali ilmunya. Sebagai contoh : ummul-mu’minin Sayyidah 'Aisyah ra. Meskipun 'Aisyah seorang wanita yang berhijab tapi beliau bisa memimpin peperangan (perang jamal). Dan tidak diragukan lagi beliau juga sebagai perempuan periwayat hadits, tempat bertanya bagi para shahabat dan tempat perujukan masalah.

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Muawiyah berkata “ Demi Allah aku tidak pernah melihat seorang khatib pun yang kata-katanya lebih menggugah dan lebih fashih dari 'Aisyah ra.� Dan dalam riwayat yang lain diceritakan, Urwah bin zubair berkata “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih menguasai ilmu fiqih dan ilmu kedokteran serta syair daripada Sayyidah Aisyah ra.

Semua itu menunjukkan bahwa wanita tertutup tidak kalah dengan wanita-wanita yang terbuka. Dan diantara wanita lain yang juga menguasai banyak ilmu adalah putri Said bin Al-musayyab, seorang ilmuwan wanita terkemuka di zamannya. Dan juga Fatimah binti Ala’uddin Assamaraqandi, beliau seorang penulis buku dan juga seorang ilmuwati, diantara bukunya yang terkenal adalah "Tuhfatul Fuqoha".

Dengan demikian pendapat yang menyatakan bahwa hijab bisa menghalang-halangi kemajuan wanita merupakan kesalahan besar yang tidak berdasar dan tidak bertendensi.

Para orientalis juga menganggap bahwa wanita yang berhijab adalah wanita yang terbelakang dan dianggap tidak laku. Mereka berargumen bahwa pemuda - pemuda menerima para pemudi karena sesuatu yang menakjubkan yaitu kecantikan dan keindahan tubuhnya secara otomatis para pemuda lebih suka pada pemudi yang terbuka. Ini merupakan hujjah yang batal.

Sebagian orang ada yang terpengaruh dengan hujjah tersebut, mereka terkecoh dengan riduan syetan yang mengandung tipu daya. “ Apabila kamu tidak memperlihatkan aurotmu kamu tidak akan laku� sehingga mereka terperosok ke dalam tipu daya syetan tersebut.

Semua pernyataan di atas jelas-jelas suatu penipuan. Kenyataannya, wanita tertutup dan baik akhlaknya akan lebih cepat menikah daripada wanita yang membuka lebar-lebar aurotnya. Walaupun kelihatannya wanita terbuka itu banyak dilirik pemuda, namun itu hanya untuk bersenang-senang dan tidak untuk dinikahi, karena fakta dilapangan membuktikan bahwa wanita berhijab itu lebih banyak diminati oleh para pemuda. Dalam konteks ini pemuda dibagi menjadi dua, yang pertama Mutadayyin (pemuda yang yang secara umum memegang teguh agama) dan yang kedua adalah Ghoiru mutadayyin (pemuda yang tidak memegang teguh agama).

1. Pemuda yang pertama (Al Mutadayyin) akan menikah sekitar umur 20 – 30 tahun, karena dia ingin segera meng'iffahkan dirinya (menjaga dari perkara – perkara yang haram terutama masalah syahwatnya) kecuali pemuda – pemuda yang telah mempunyai kesibukan tertentu. Sedangkan Al Mutadayyin hanya punya satu jalan untuk 'iffah yaitu dengan cara menikah. Maka dia akan secepatnya mencari muslimah yang dia kehendaki tetapi masih dalam koridor muslimah yang berhijab dan tentunya yang Mutadayyinah juga.

2. Pemuda yang kedua (Ghoiru Mutadayyin) akan menggunakan usia mudanya untuk memuaskan hawa nafsunya (bersenang – senang) terlebih dahulu dengan wanita – wanita yang dia kehendaki. Karena itu pemuda jenis kedua ini akan menikah dalam usia tua (+ 40 tahun keatas). Baru setelah dia puas dengan petualangan cintanya, dia akan menikah dengan perempuan muslimah yang berhijab, karena tujuan dia menikah adalah untuk mencari ketenangan bukan untuk bersenang – senang. Bagi pemuda ini dia merasa sudah puas dengan petualangan cintanya, sekarang saatnya dia mencari ketenangan. Sedangkan ketenangan akan dia dapatkan dari seorang muslimah yang berhijab dan Mutadayyinah.

Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa nilai Al Mutadayyinah dua kali lipat dari pada Ghoiru Al Mutadayyinah. Karena dari kedua jenis pemuda di atas lebih cenderung mencari pendamping hidup dari muslimah Al Mutadayyinah dari pada yang Ghoiru Al Mutadayyinah.
Kemudian akan timbul pertanyaan : Bagaimana mungkin seorang pemuda bisa mencari kategori idamannya? Semisal yang berambut lurus atau keriting, yang gemuk atau kurus, yang putih atau coklat, dan lain sebagainya, sedangkan perempuan idamannya menutup rapat – rapat kategori tersebut.

Di dalam syariat Islam diperbolehkan adanya ta’aruf (perkenalan) dan nadhor (melihat calon istri). Namun batas – batas diperbolehkannya tersebut para ulama berbeda pendapat. Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat hanya boleh wajah dan telapak tangan, sedangkan Imam Abu Hanifah mengatakan boleh nadhor pada wajah, talapak tangan dan telapak kaki, dan ada pula ulama yang berpendapat boleh nadhor keseluruh badan kecuali sauatain. Dan nadhor boleh dilakukan secara berulang – ulang.

1. (?ˆ) ?³?† (?†?¸?± ?ƒ?„) ?…?† ?§?„?²?ˆ?¬???† ?¨?¹?¯ ?§?„?¹?²?… ?¹?„?‰ ?§?„?†?ƒ?§?­ ?ˆ?‚?¨?„ ?§?„?®?·?¨?© (?§?„?¢?®?± ?????± ?¹?ˆ?±?©) ?…?‚?±?±?© ???? ?´?±?ˆ?· ?§?„?µ?„?§?©. ?????†?¸?± ?…?† ?§?„?­?±?© ?ˆ?¬?‡?‡?§ ?„???¹?±?? ?¬?…?§?„?‡?§?Œ ?ˆ?ƒ?????‡?§ ?¸?‡?±?§ ?ˆ?¨?·?†?§ ?„???¹?±?? ?®?µ?ˆ?¨?© ?¨?¯?†?‡?§.
) ?????­ ?§?„?…?¹???† ?µ 299 )
2. (?ˆ) ?³?† (?†?¸?± ?ƒ?„) ?…?† ?§?„?…?±?£?© ?ˆ?§?„?±?¬?„ (?„?„?¢?®?± ?¨?¹?¯ ?‚?µ?¯?‡ ?†?ƒ?§?­?‡ ?‚?¨?„ ?®?·?¨???‡ ?????± ?¹?ˆ?±?©) ???? ?§?„?µ?„?§?©?Œ ?ˆ?¥?† ?„?… ???¤?°?† ?„?‡ ?????‡ ?£?ˆ ?®???? ?…?†?‡ ?§?„?????†?© ?„?„?­?§?¬?© ?¥?„???‡ ?????†?¸?± ?§?„?±?¬?„ ?…?† ?§?„?­?±?© ?§?„?ˆ?¬?‡ ?ˆ?§?„?ƒ?????† ?ˆ?…?…?† ?¨?‡?§ ?±?‚ ?…?§ ?¹?¯?§ ?…?§ ?¨???† ?³?±?© ?ˆ?±?ƒ?¨?©?Œ ?ƒ?…?§ ?µ?±?­ ?¨?‡ ?§?¨?† ?§?„?±???¹?© ???? ?§?„?§?…?©. ( ?????­ ?§?„?ˆ?‡?§?¨ ?¬ 2 ?µ 54)
3. ?ˆ?£?…?§ ?§?„?†?¸?± ?¥?„?‰ ?§?„?…?±?£?© ?¹?†?¯ ?§?„?®?·?¨?©?Œ ???£?¬?§?² ?°?„?ƒ ?…?§?„?ƒ ?¥?„?‰ ?§?„?ˆ?¬?‡ ?ˆ?§?„?ƒ?????† ???‚?·?Œ ?ˆ?£?¬?§?² ?°?„?ƒ ?????±?‡ ?¥?„?‰ ?¬?…???¹ ?§?„?¨?¯?† ?¹?¯?§ ?§?„?³?ˆ?£?????†. ?ˆ?…?†?¹ ?°?„?ƒ ?‚?ˆ?… ?¹?„?‰ ?§?„?§?·?„?§?‚?Œ ?ˆ?£?¬?§?² ?£?¨?ˆ ?­?†?????© ?§?„?†?¸?± ?¥?„?‰ ?§?„?‚?¯?…???† ?…?¹ ?§?„?ˆ?¬?‡ ?ˆ?§?„?ƒ?????†.
?ˆ?§?„?³?¨?¨ ???? ?§?®???„?§???‡?…: ?£?†?‡ ?ˆ?±?¯ ?§?„?§?…?± ?¨?§?„?†?¸?± ?¥?„???‡?† ?…?·?„?‚?§?Œ ?ˆ?ˆ?±?¯ ?¨?§?„?…?†?¹ ?…?·?„?‚?§?Œ ?ˆ?ˆ?±?¯ ?…?‚???¯?§: ?£?¹?†?? ?¨?§?„?ˆ?¬?‡ ?ˆ?§?„?ƒ?????† ?¹?„?‰ ?…?§ ?‚?§?„?‡ ?ƒ?«???± ?…?† ?§?„?¹?„?…?§?? ???? ?‚?ˆ?„?‡ ???¹?§?„?‰: * (?ˆ?„?§ ???¨?¯???† ?²???†???‡?† ?¥?„?§ ?…?§ ?¸?‡?± ?…?†?‡?§) * ?£?†?‡ ?§?„?ˆ?¬?‡ ?ˆ?§?„?ƒ???§?†?Œ ?ˆ?‚???§?³?§ ?¹?„?‰ ?¬?ˆ?§?² ?ƒ?´???‡?…?§ ???? ?§?„?­?¬ ?¹?†?¯ ?§?„?§?ƒ?«?±?Œ ?ˆ?…?† ?…?†?¹ ???…?³?ƒ ?¨?§?„?§?µ?„ ?ˆ?‡?ˆ ???­?±???… ?§?„?†?¸?± ?¥?„?‰ ?§?„?†?³?§??.
(?¨?¯?§???© ?§?„?…?¬???‡?¯ ?¬ 2 ?µ 4)
4. (?ˆ?„?‡) ?£?? ?„?ƒ?„ ?…?†?‡?…?§ (???ƒ?±???±?‡) ?£?? ?§?„?†?¸?± ?¹?†?¯ ?­?§?¬???‡?Œ ?¥?„???‡ ?„?????¨???† ?‡???¦?© ?…?†?¸?ˆ?±?‡ ???„?§ ???†?¯?… ?¨?¹?¯ ?†?ƒ?§?­?‡ ?¹?„???‡.
( ?????­ ?§?„?ˆ?‡?§?¨ ?¬ 2 ?µ 54)


Dengan demikian tidak bermasalah bagi seorang pemuda untuk menentukan pilihan kepada wanita muslimah yang berhijab sesuai kategori yang ia inginkan selama masih dalam koridor syari’at Islam dan tanpa melalui jalan – jalan yang diharamkan.


Sosialisasikan halaman ini melalui :
Email facebook twitter LinkedIn Diigo del.icio.us
Jumat, 21 Peb 2020
Khidmah Kepada Kiai

© Copyright 2004-2020 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.