Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Artikel

Selasa, 17 Agustus 2021 - BEM MA'HAD 'ALY AL ANWAR


‘ASYURO

Tahun baru hijriyyah, itulah yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar nama Muharrom. Namun ada yang lebih familiar dari bulan Muharrom yaitu hari Asyuro (10 Muharrom). Memang di dalam bulan Muharrom ada satu hari yang istimewa yaitu pada tanggal 10 Muharrom. Pada tanggal tersebut banyak kejadian yang luar biasa, di antaranya:


1. Diterimanya taubat Nabi Adam As. setelah diturunkan dari surga.
2. Diangkatnya Nabi Idris As. ke surga.
3. Mendaratnya kapal Nabi Nuh As. di bukit Judiyy.
4. Diselamatkannya Nabi Ibrahim As. dari kobaran api.
5. Diturunkannya kitab Taurat kepada Nabi Musa As.
6. Keluarnya Nabi Yusuf As. dari penjara.
7. Kembalinya penglihatan Nabi Ya’aqub As. setelah mengalami kebutaan.
8. Keluarnya Nabi Yunus As. dari perut ikan.
9. Terbelahnya laut untuk Nabi Musa As. dan tenggelamnya Firaun.
10. Diciptakannya jagat raya.

      Dan masih banyak lagi kejadian yang luar biasa pada bulan Muharrom, tepatnya pada hari Asyuro, bahkan seperti yang disampaikan oleh Sayyid Bakri bin Muhammad Syato dalam kitab beliau Ianatut Tholibin, bahwa hari kiamat kelak akan terjadi pada hari Asyuro.

AMALAN-AMALAN DI HARI ‘ASYURO (10 MUHARROM)

      Selain banyak sekali kejadian yang luar biasa pada hari ‘Asyuro, Allah swt. juga memberikan pahala besar-besaran sebagai imbalan amal ibadah yang dikerjakan pada hari tersebut. Dalam kitab I’anatu Tholibin Sayyid Bakri bin Muhammad Syato berkata : bahwa barang siapa yang menyantuni anak yatim maka dia seolah-olah menyantuni semua anak yatim yang ada di seluruh dunia. Amalan-amalan di hari Asyuro yang mempunyai tendensi hadits ada dua, yaitu:

1. Puasa Asyuro.

      Kesunnahan puasa Asyuro atau puasa pada tanggal 10 Muharrom diambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam kitab Shohihnya:

عن أَبِي موسى -رضي الله عنه- قَال: «دخَل النَّبِي - صلَّى اللّه علَيه و سلَّم- المدينَةَ وإِذَا أُنَاسٌ مِنَ الْيَهُوْدِ يُعَظِّمُوْنَ
عَاشُوْرَاءَ وَيَصُوْمُوْنَهُ، فَقَال النَّبِي – صلَّى الله علَيه و سلَّم-: ((نَحْنُ أََحَقُّ بِِصَوْمِهِ)) فَأَمَرَ بِِصَوْمِهِ (رواه البخاري)

      Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa pada saat Rosul datang ke Madinah, orang-orang Yahudi Madinah sedang menjalankan puasa sebagai bentuk penghormatan terhadap hari Asyuro. Mereka melakukan itu sebagai bentuk syukur karena pada hari itu merupakan kemenangan Nabi Musa As. melawan Firaun. Lalu rosul memerintahkan para sahabat untuk berpuasa karena orang Islam lebih punya hak untuk mengakui kemenangan Nabi Musa As. 

      Puasa Asyuro memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Keutamaan tersebut adalah barang siapa yang berpuasa pada hari Asyuro maka akan diampuni dosa-dosanya selama satu tahun yang telah lampau. Di dalam kitab Shohih Muslim diriwayatkan:

عن أبِي قَتَادةَ رضي الله عنهُ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سئِل عن صيَام يَوم عاشوراء فَقَال : يُكفّرُ السنَةَ الماضيَةَ. (رواه مسلم).

Diriwayatkan dari shohabat Qotadah Ra. bahwa Rosulullah saw. Pernah ditanya mengenai puasa Asyuro. Maka Rosulullah saw. Berkata : “Puasa Asyuro itu melebur dosa satu tahun yang telah lampau”. (HR. Muslim)

      Dalam praktek puasa Asyuro kita juga disunnahkan untuk berpuasa pada hari sebelumnya atau tanggal 9 Muharrom (hari Tasu’a), hal ini bertendensi pada hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim, yaitu:

خَالَفُوْا أَهْلَ الْكِتَابِ وَصُوْمُوْا يَوْمًا قَبْلَهُ وَيَوْمًا بَعْدَهُ (رواه مسلم)

Berbedalah kalian dengan ahli kitab (Yahudi), dan berpuasalah kalian sehari sebelum hari Asyuro dan sehari setelahnya (HR. Muslim)

      Dalam riwayat Rosul bersabda, seandainya Beliau masih hidup pada tahun berikutnya maka Beliau akan menjalankan puasa Tasu’a.

      Puasa Tasu’a ditujukan supaya puasa Asyuro tidak menyerupai puasanya orang Yahudi. Karena orang yahudi hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharrom saja. Sedangkan hari sebelum dan sesudahnya mereka tidak menjalankan puasa.

2. Memperbanyak Shodaqoh Baik Kepada Keluarga Maupun Kepada Fakir Miskin.

      Selain sunnah melakukan puasa pada hari Asyuro, dianjurkan pula untuk memberikan kelonggaran kepada keluarga, yaitu dengan memberi nafaqoh lebih dari pada hari-hari biasa. Hal ini merupakan anjuran dari Rosulullah saw. seperti dalam kandungan hadits berikut:

مَنْ أَوْسَعَ عَلَى عِيَالِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ أَوْسَعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

Barang siapa memberi kelonggaran rizki kepada keluarganya pada hari Ayuro maka Allah akan memberinya kelonggara kepadanya selama satu tahun.

      Selain kepada keluarga disunnahkan pula untuk memperbanyak shodaqoh kepada faqir miskin. Dikisahkan ada seorang Yahudi yang masuk Islam karena mendapatkan barokah bersedekah pada hari Asyuro. Dalam kisah tersebut orang yahudi itu masuk islam setelah bermimpi melihat sebuah gedung yang merupakan imbalan atas shodaqohnya kepada orang miskin. Orang yahudi tersebut memberi shodaqoh tersebut dalam rangka menghormati hari Asyuro. Setelah melihat gedung tersebut seketika itu juga ia mengucapkan syahadat dan memeluk agama Islam.

      Demikian sekelumit ulasan mengenai hari Asyuro. Semoga kita bisa memanfaatkan momontum ini untuk panen pahala dari Allah Amiin.

Akhirul Kalam Wallahu A’lam bish Showab.



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.