Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Beranda Al Anwar

Senin, 25 Januari 2021 - Tim Media PP. Al-Anwar


Isyarat Penerbangan dalam Al-Qur’an

وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ - 41 وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ - ٤٢ وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ - ٤٣ اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ - ٤٤

41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan, 42. Dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai. 43. Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan, 44. Melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu (yang telah ditentukan). (QS. Yasin:41-44)

       Sabtu, 9 Januari 2020, Dunia penerbangan Indonesia kembali berduka, Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak terjatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. menelan sekitar 62 korban jiwa, kejadian ini benar-benar menjadi kabar miris di tengah-tengah pandemi yang tengah melanda ini.

       Namun terlepas dari semua itu, kita harus tetap yakin bahwa Allah SWT telah menyiapkan hikmah besar di balik seluruh takdirNya, penulis menjadi teringat akan keterangan dalam salah satu pengajian Ahadan Syaikhuna KH. Maiomen Zubair.

       Beliau mengatakan bahwa masalah penerbangan ini oleh Allah telah diisyaratkan jauh-jauh hari bahkan sebelum adanya pesawat itu sendiri, Allah SWT berfirman:

وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ - 41 وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ - ٤٢ وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ - ٤٣ اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ - ٤٤

Termasuk salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan mutlak Allah adalah bahwa Allah menciptakan alat transportasi, yakni Kapal Laut, dengan kapal laut tersebut manusia mampu menyebrangi lautan dan menjamah daratan-daratan yang belum pernah diketahui, juga mencari rezeki di tengah lautan.

       Selain itu, menurut beliau Syaikhuna KH. Maimoen Zubair kalimat مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ ini merupakan isyarat tentang transportasi yang lebih canggih dan lebih hebat dari sekedar kapal laut, yakni sebuah pesawat terbang yang mampu menempuh jarak yang lebih jauh dan dengan kecepatan yang lebih cepat.

       Namun, terus beliau seperti halnya transportasi lain, transportasi ini memiliki ketentuan yang berbeda daripada yang lain, yakni وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَ , jika Allah menghendaki untuk jatuh maka sudah tak akan ada teriakan, tak akan ada pertolongan, dan mereka sudah tak mampu untuk diselamatkan. Kalimat نُغْرِقْهُمْ   berasal dari suku kata غرق yang secara tekstual alih bahasa dari Arab ke Indonesia bermakna “menenggelamkan”, namun menurut beliau Syaikhuna KH. Maimoen Zubair makna ini tidak hanya terkhusus dalam media air ataupun laut, karena terjatuh dari atas ke bawah dalam keadaan di udarapun juga dapat dikatakan tenggelam, mengapa seperti itu? Karena Allah SWT berfirman

وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ – ٣

Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat (QS. An-Naazi’at:3)

       Dalam surat An-Naazi’at di atas Allah SWT menggunakan kalimat وَّالسّٰبِحٰتِ , yang berasal dari suku kata   السبح yang jika secara tekstual alih bahasa bermakna “renang”, dari sini dapat difahami bahwa berenang maupun tenggelam tidak hanya tertentu pada media air, namun juga udara.

       Lanjut beliau, وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَ , dan mereka sudah tidak mampu diselamatkan, hal ini berbeda dengan transportasi lain yang notabenenya potensi selamat dari kecelakaan lebih besar. Korban dari transportasi ini dapat selamat hanya  إلا رَحْمَةً مِّنَّا, jika  Allah menyelamatkan sebagai bentuk rahmat pada makhluk-Nya. Dan terakhir, menurut beliau transportasi ini akan menjadi transportasi yang akan terus digunakan hingga kiamat nanti. وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ

       Wallahu A’lam bisshowab.

 



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.