Login Anggota
Lupa password? - Mau jadi Anggota?    
 
Artikel

Rabu, 13 Januari 2021 - Tim Media PP. Al-Anwar


Dibalik Beratnya Puasa


وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya”

Puasa sering diartikan khalayak umum sebagai suatu bentuk ibadah berupa menahan lapar dari fajar hingga datangnya petang saja. Namun, dalam islam sendiri sebenarnya puasa tak hanya sekedar menahan lapar, akan tetapi juga menahan berbagai hawa nafsu dan godaan duniawi. Dalam berpuasa seorang hamba dituntut untuk menahan amarah, berkata kotor, dan juga berbagai perbuatan buruk yang lain. Sekilas pandang puasa memanglah terlihat berat di mata sebagian orang, namun sangat indah dan memiliki makna dan hikmah yang mendalam bagi sebagian yang lain yang diberi nikmat ilmu oleh Allah SWT.

Tak hanya dalam islam, dalam agama lain maupun kedokteran puasa sendiri merupakan bentuk penyucian diri yang memiliki manfaat yang besar. Dalam kacamata islam sendiri puasa merupakan suatu ibadah yang memiliki keutamaan dan sangat dianjurkan sekali entah itu puasa wajib maupun sunnah. Bahkan, keutamaannya  sangat tinggi  sehingga diumpakan sebagai amal yang akan dibalas secara langsung oleh Allah SWT sendiri. hal ini sepertihalnya yang tertera dalam firman allah dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda: Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa. Karena itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

Dari sini mungkin akan timbul pertanyaan bagi sebagian orang berupa “sebenarnya apa manfaat dan tujuan dari puasa yang begitu berat ini? lalu apa yang membuat puasa begitu berarti dalam kacamata islam?”. Pertanyaan yang seperti ini mungkin sering muncul dikarenakan banyak dari kita yang kurang memahami dan menghayati makna dari puasa itu sendiri. Maka marilah kita renungi dan pahami apa makna dan hikmah yang terkandung dalam puasa sebagai mana keterangan berikut:

Pertama, dalam berpuasa jika kita meninggalkan perkara yang membatalkannya entah itu makan atau berkata kotor, maka sudah sewajarnya itu tak lain karena kita mengingat bahwasanya ada Allah SWT yang sedang mengawasi kita yang mana kita mendedikasikan puasa kita hanya untuk-NYA. Dari sini, jika kita sudah terbiasa melakukannya, maka akan timbul sebuah karakter yang membawa sifat tersebut (selalu ingat akan pengawasan Allah) dalam setiap tidak tanduk kita. Bukankah munculnya karakter tersebut adalah suatu nikmat agung yang patut kita syukuri?

Kedua, dengan kita berpuasa dan merasakan betapa pahitnya kelaparan yang ditempuh, maka akan timbul kelembutan juga kasih sayang terhadap orang fakir dan orang yang tidak mampu yang mana itu juga termasuk anjuran dalam islam. Kasih sayang dan kelembutam tersebut tak lain karena kita pun pernah merasakan betapa kesulitannya diri ini tatkala tak mampu makan tuk mengganjal rasa lapar dikarenakan kita sedang berpuasa.

Ketiga, secara kedokteran, orang jika makan terlalu banyak maka ia akan mudah terkena berbagai penyakit yang sulit disembuhkan. Menurut kedokteran pula bahwasanya sering berpuasa dapat menjadi obat dari beberapa penyakit kronis sepertihalnya diabet, TBC, dan juga beberapa penyakit kulit. Makan terlalu banyak juga dapat mengurangi keefektifan aktifitas manusia sepertihalnya mengantuk malas bergerak. Hal ini sesusai pula dengan nasihat salah satu waliyullah yaitu Luqman al hakim pada putranya berikut:

قال لقمان : يا بني ، إذا امتلأت المعدة نامت الفكرة ، وخرست الحكمة ، وقعدت الأعضاء عن العبادة

Lukman berkata: wahai anakku, apabila perut sudah penuh (kenyang), maka akal pikiran akan tertidur, dan hikmah pun terdiam/bisu, dan anggota tubuhpun enggan untuk beribadah."

Maka dari itu, Dengan kita selalu berpuasa maka kita dapat mengurangi porsi makan kita dan mengurangi potensi untuk terjadinya hal-hal tersebut.

Sebenarnya masih banyak hikmah dan juga rahasia dibalik puasa selain yang telah disebut diatas. Namun cukuplah bagi kita dengan sedikit penjelasan diatas agar kita lebih menghayati dalam menjalani puasa kita.

Sudah jelaslah bagi kita bahwasanya puasa memiliki keutamaan dan juga manfaat yang besar. Maka tak heran jika dalam syariat islam puasa sangat dianjurkan. Semoga kita dapat menjadi insan yang dapat istiqomah dalam berpuasa aamiin. Wallahu a’lam.

 

Disarikan dari kitab Risalatun fi As Shiyam fi ma yahfa alaa al Awwaam karya sayyid abdullah bin husain bin abdullah bin ali bin abdurrohman al masyhur (pengarang kitab bughyatul mustarsyidin)



© Copyright 2004-2021 - Pondok Pesantren Al-Anwar
Sarang, Rembang, Jawa Tengah 59274 Indonesia.